Azimah Ajak Muslimah untuk Tidak Golput dan Menjaga Pemilu Damai

Mayoritas penduduk RI beragama Islam, maka dalam pemilu 2024, peran dan tanggung jawab muslimah memainkan peran penting dalam proses politik dan pemilihan calon pemimpin. Untuk itu, Azimah mengajak muslimah tidak golput. “Ibu-ibu wajib datang ke TPS dan memilih. Jangan Golput ya, karena pemilu adalah ajang kita berpartisipasi memilih pemimpin untuk menentukan masa depan bangsa kita,” ujar Azimah, Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu Jakarta Selatan, dihadapan sekitar 100 aktivis majelis taklim Baitus Salam, dalam kajian bulanan Rabu, 7 Februari 2024.

Melalui siaran pers yang diterima MATARAMRADIO.COM, Lebih jauh Azimah menyampaikan bentuk perilaku dikatakan golput yaitu tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) atau datang ke TPS, tapi mencoblos lebih dari satu partai atau pasangan calon presiden. Kedua perilaku ini membuat suara pemilih menjadi tidak sah atau hilang, untuk itu Azimah mengajak muslimah untuk tidak melakukannya. Selain itu, Azimah juga menjelaskan peran dan tanggung jawab muslimah di Pemilu 2024. “Setidaknya ada 3 (tiga) peran dan tanggung jawab perempuan atau muslimah dalam pemilu, pertama menjadi kandidat dalam pemilu (Capres-Cawapres; Calon Anggota DPD, DPRRI, dan DPRD DKI Jakarta) jika kita mampu; kedua menjadi pemilih dalam pemilu yaitu kita terdata, terdaftar sebagai pemilih, dan menggunakan hak pilih saat Pemilu 14/02/2024; dan terakhir ikut menjaga pemilu damai dan sukses yaitu dengan menghormati & menghargai pilihan orang lain, tetap rukun dan damai, serta menerima hasil pemilu dengan lapang dada,” ujar Azimah yang juga Ketua Umum Perhimpunan Masyarakat Tolak Pornografi (MTP).

BACA JUGA:  Dipertanyakan, Kualitas Pilkada Serentak Pasca Perppu

Dalam kesempatan itu juga, peserta kajian kemudian menyaksikan secara bersama-sama film Kejarlah Janji. Film besutan sutradara Garin Nugroho ini dirilis Komisi Pemilihan Umum (KPU) bekerjasama dengan PT. Produksi Film Negara (PFN-Persero) untuk menyambut pemilu 2024.  Film ini bertujuan untuk memberi edukasi pada pemilih dan memberi pesan pemilu damai. Film yang diperankan oleh jajaran aktor dan aktris ternama membuat film Kejarlah Janji sangat menarik untuk ditonton berbagai kalangan masyarakat termasuk ibu-ibu aktivis majelis taklim. Filmnya ringan dan kocak, meski mengangkat isu-isu seputar pemilu di Indonesia seperti berhati-hati terhadap kampanye hitam dan berita bohong, jangan golput, serta menjaga lingkungan tetap kondusif dan damai selama proses pemilu.

BACA JUGA:  Perguruan Tinggi Posisi Teratas Kekerasan Seksual, Azimah:Semua Pihak Harus Turut Mengantisipasi

Setelah pemutaran film yang berdurasi 210 menit itu, acara dilanjutkan dengan pembahsan film berupa kuis doorprize untuk 7 (tujuh) orang peserta yang menjawab tentang isi film dengan benar. Kemudian, dalam kesempatan itu juga, Sunu Pitoyo, perwakilan PT PFN (Persero) memberikan plakat kepada MRPBS yang diwakili oleh Azimah sebagai bentuk penghargaan atas kegiatan edukasi pemilu melalui pemutaran film Kejarlah Janjidi komunitas majelis taklim Masjid Raya Palapa Baitus Salam, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Begitu pula Azimah menyampaikan piagam penghargaan berupa plakat dari MRPBS kepada perakilan PT. PFN (Persero).  Kegiatan ini kemudian ditutup dengan do’a, foto bersama, dan juga tekad dari para peserta untuk tidak golput dan menjaga lingkungan tetap damai selama pemilu. (editorMRC)

BACA JUGA:  Ketua Bawaslu Minta Masyarakat Jangan Terprovokasi
>