Roemah Toea di Kopang Pedalaman

Bangunan ini boleh dibilang masih orisinil dan utuh. Hanya di bagian depan ada tambahan teras. Di sinilah, di kediaman Lalu Mustiadji (alm), Kopang Pedalaman, Lombok Tengah, berlangsung dua momen bersejarah.

Pertama, kedatangan naturalis Inggris Alfred Russell Wallace, murid Charles Darwin, yang mengembara selama delapan tahun di Nusantara. Di rumah ini Wallace memperoleh ijin mengeskplorasi Lombok di tahun 1857. Dalam The Malay Archipelago, buku yang dipuja-puja para peneliti, naturalis, penyintas alam, dan seniman sedunia, Wallace menulis khusus tentang Lombok sebanyak tiga bab.

BACA JUGA:  Tentang Ampenan dan Kejayaan Tuan Bakbir

Ke dua, di tahun 1891, di rumah ini pula sebuah surat kepada Pemerintah Hindia Belanda ditandatangani para pemuka Sasak. Surat yang kemudian mengubah wajah Lombok, menjadi dalih Belanda melakukan invasi yang memicu perang Lombok 1894. Perang yang begitu penting bagi Belanda, sampai-sampai Ratu Wilhelmina menerbitkan medali untuk mengenang peristiwa ini. Bahwa selama 350 tahun berkuasa, pemerintah kolonial hanya dua kali membuat medali perang, yaitu untuk perang Aceh 1873 dan medali perang Lombok 1894. (*)

BACA JUGA:  Musholla Lombok Rasa Tiongkok