Lombok Timur Berhasil Meraih Predikat Kabupaten Layak Anak

 Peringatan hari anak nasional tahun 2022 yang berlangsung Sabtu 23 Juli di Kebun Raya Bogor dihadiri langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan secara hybrid diikuti pula Bupati Lombok Timur H.M.Sukiman Azmy bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Kabupaten Lombok Timur. Pada tahun 2022 ini Lombok Timur mengikuti peringatan hari anak nasional sebagai salah satu “Kabupaten Layak Anak” seperti yang telah diumumkan sehari sebelumnya oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).

Pada kesempatan tersebut Presiden Jokowi mengingatkan anak Indonesia untuk terus rajin belajar, rajin beribadah, serta menjaga kesehatan dan tetap memakai masker. Presiden Jokowi juga menyempatkan waktunya bermain sulap dengan anak-anak. Tak lupa Presiden Jokowi juga memberikan kuis dan bagi-bagi sepeda. Setidaknya ada tiga trip sulap yang diperagakan Presiden Jokowi. Trik sulap yang diperagakan Presiden Jokowi ialah mengeluarkan bunga dari pot yang kosong, membuat buku yang semula berwarna putih menjadi bergambar dan berwarna serta membuat kantong kosong memiliki isi.       

BACA JUGA:  Menjadi Tuan Tanah

      Peringatan hari anak nasional tahun 2022 mengusung tema “Anak Terlindung, Indonesia Maju”. Anak-anak Indonesia yang ada saat ini memegang peranan strategis ketika 100 tahun Indonesia merdeka di tahun 2045. Oleh karena itu diharapkan calon pemimpin bangsa kedepan tersebut menjadi generasi penerus emas yang cerdas, sehat, unggul, berkarakter, dan dalam suka cita yang bersendikan kepada nilai-nilai moral yang kuat. Tantangan yang dihadapi Indonesia dan negara-negara lain di dunia pasca Covid-19 berimplikasi terhadap kondisi kesehatan, pendidikan, perlindungan anak, dan berbagai dampak lainnya. Jawaban terhadap tantangan tersebut perlu dirumuskan dan dilaksanakan oleh berbagai pihak baik pemerintah maupun masyarakat.                                                                  

BACA JUGA:  Belajar Toleransi di Titik 26

      Menteri PPPA Bintang Puspayoga menyampaikan keberadaan kabupaten/kota layak anak termasuk delapan provinsi layak anak. Dalam pada itu, untuk mengukur apakah sebuah kabupaten dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai “Kabupaten Layak Anak”, Kementerian PPPA bersama seluruh pemangku kepentingan di tingkat nasional dan daerah menetapkan 31 indikator “Pemenuhan Hak Anak” yang sekaligus pula merupakan “Indikator Kabupaten Layak Anak”. Ketiga puluh satu indikator tersebut dikelompokkan menjadi 6 bagian yaitu bagian penguatan kelembagaan dan 5 (lima) klaster hak anak yang meliputi klaster hak sipil dan kebebasan; klaster lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif; klaster kesehatan dasar dan kesejahteraan; klaster pendidikan, pemanfaatan waktu luang, dan kegiatan budaya; dan klaster perlindungan khusus. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara PPPA Nomor 12 Tahun 2011 tentang Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak. Selamat atas keberhasilan Lombok Timur Meraih Predikat “Kabupaten Layak Anak”.                        

BACA JUGA:  Kontribusi PDRB Sektor Pertanian,Perikanan dan Kehutanan  Dalam RPJMD NTB 2019-2023