Merajut Kembali “Budi Pekerti”Dalam Kehidupan

Dulu sekitar 10-15 tahun yang lalu ketika “budi pekerti” masih menjadi pedoman dalam bertingkahlaku sehari-hari yang tersebut diatas tidak sampai terjadi, hal ini karena “budi pekerti”  merupakan sesuatu yang berkaitan sangat erat mengenai karakter manusia baik dalam sifat maupun perbuatan, yang dilakukan dengan kesadaran. “budi”  adalah sadar, nalar, pikiran atau watak, sedangkan “pekerti”  adalah perilaku, perbuatan, perangai, tabiat, watak. Merujuk  pengertian “budi pekerti” dari  Kamus Besar Bahasa Indonesia  adalah tingkah laku, akhlak, perangai atau watak. Selain itu  disebut  dengan akhlak dan juga etika. Dengan kata lain budi pekerti atau akhlak adalah satu-satunya aspek yang sangat fundamental dalam kehidupan. Baik bagi kehidupan sebagai orang-orang maupun bagi kehidupan masyarakat.  

BACA JUGA:  Belum Siap Menikah, Tapi Tak Mau LDR!

Penerapan budi pekerti dalam kehidupan sehari memberi pengaruh positif bagi lingkungan. Ketika setiap individu menunjukkan perilaku baik maka orang lain juga akan menilai orang tersebut sebagai orang yang baik. Perilaku yang baik ini bisa ditunjukkan melalui kebiasaan yang sederhana, misalnya dengan bersikap sopan, membiasakan diri dengan senyum dan sapa atau sering menggunakan kata tolong, maaf dan terimakasih.

Sebagai gambaran nilai-nilai yang ada didalam “budi pekerti” yang menggambarkan prilaku yang  ditampilkan adalah ketaatannya terhadap ajaran dari yang Maha Esa. Ketaatan dan keyakinan tersebut akan menjadi sebuah pilar yang menguatkan kepatuhan seseorang terhadap aturan yang ada baik aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat maupun aturan dari agama, seperti melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hal tersebut dimanifestasikan dengan taat beribadah dan berperilaku sesuai dengan norma agama; sikap dan perilaku yang mencerminkan toleransi dan penghargaan terhadap pendapat gagasan,tingkahlaku  orang lain, baik yang sependapat maupun yang tidak sependapat; mampu untuk mengatur dirinya sendiri, berkenaan dengan dorongan nafsu, ambisi, keinginan dalam memenuhi rasa kepuasan dan kebutuhan hidupnya; dapat selalu berfikir jernih, tidak buruk sangka, mendahulukan sisi positif dari suatu masalah. Orang yang “berbudi pekerti” juga akan memiliki sikap dan perilaku memberi perhatian, perlindungan, penghormatan, tanggung jawab dan pengorbanan terhadap orang lain yang dicintai dan dikasihi, dengan  menghargai hubungan antarindividu atau kelompok berdasarkan tatacara yang berlaku. Selain hal tersebut diatas juga akan bisa menunjukkan sikap  dan perilaku yang menunujukan tidak enak hati, hina, rendah karena berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan hati nurani, norma, dan aturan;  tidak menyukai kebohongan atau berbohong, orang-orang seperti ini biasanya akan mengatakan apa adanya dan berani mengakui kesalahan,  tidak bersikap egois atau juga indivualisme, tidak bergaya hidup mewah dan cenderung menunjukkan sikap dan perilaku rendah hati, sekalipun mereka memang lebih baik dari yang lain.

BACA JUGA:   Kesiapan Mental Pemilihan  Bagi Caleg

Betapa pentingnya “budi pekerti” itu maka setiap orang untuk dapat menjaganya dan terutama  selalu berada dalam diri maka selalu berusaha untuk bertingkah laku dan berprilaku sesuai dengan norma agama, sosial dan masyarakat  dan juga standart etika yang berlaku; selalu melakukan perbuatan baik dan menghindari perbuatan buruk dalam bertingkah laku sehari-hari dari keseluruhan aktivitasnya; dan mempunyai kecerdasan akal, mampu mengendalikan emosi atau perasaannya, berbahasa dengan baik, memiliki kecerdasan spiritual dan bekerja secara cerdas.dan yang tidak kalah pentingnya  selalu berempati dimana  selain  mampu  untuk mengetahui dan dapat merasakan keadaan yang dialami orang lain, juga harus dapat merasakan bertukar posisi dengan orang lain, dasar empati adalah kesadaran. Dengan berempati orang mampu  menyelami dan memahami perasaan orang lain meski bukan berarti menyetujui empati akan menggerakkan seseorang sehingga terlibat secara emosional tanpa meninggalkan unsur rasio dan nilai hidup. Untuk mewujudkan keberhasilan prilaku yang berbudi pekerti perlu adanya  keteladanan, pembiasaan, pengamalan, pengkondisian serta upaya untuk mewujudkan lingkungan  yang kondusif  pada  lingkungan keluarga, pendidikan, dan masyarakat.  

BACA JUGA:  Berprestasi di Tempat Kerja