Rasa Sayange: Lagu Nusantara yang Diklaim Malaysia dan Jadi Soundtrack Film India

MATARAMRADIO.COM – Selama ini orang Indonesia mafhum lagu Rasa Sayange adalah salah satu khazanah warisan langgam nusantara yang berasal dari Maluku. Uniknya, gara-gara lagu ini pernah membuat Indonesia dan Negeri Jiran Malaysia bersitegang. Hebatnya lagi, lagu Rasa Sayange juga ada versi India yang dinyanyikan trio Penyanyi Legendaris Lata Mangeshkar, Muhammad Ravi dan Mukesh serta menjadi Original  Soundtrack (OST) film Bollywood berjudul Singapore yang diproduksi tahun 1960. Lantas?

Lagu Rasa Sayange versi Malaysia pernah menghebohkan masyarakat Indonesia pada tahun 2007 ketika Malaysia menjadikan lagu itu sebagai theme song untuk promosi pariwisata Malaysia Trully Asia.

Dan bukan kali itu saja Malaysia menjadikan lagu Rasa Sayange sebagai theme song. Kejadian serupa juga berulang pada tahun 2019 lalu, ketika Perdana Menteri Malaysia Mahatir Muhammad berkunjung ke Fukuoka Jepang yang disambut dengan Lagu Rasa Sayange oleh paduan suara Pelajar dan Mahasiswa Malaysia yang sedang menuntut ilmu di Negeri Sakura itu.

Rasa Sayange jadi salah satu lagu yang mew arnai cerita dalam film Darah dan Doa karya Sutradara Usmar Ismail tahun 1950./ Sumber: Youtube

Namun belakangan fakta mulai terungkap. Semua klaim Negeri Jiran tentang Lagu Rasa Sayange sebagai warisan Malaysia dibantah oleh Ilmuwan musik asal Bandung bernama Hokky Situngkir.

BACA JUGA:  Iwan Fals Luncurkan Album Baru

Ada ratusan lagu nusantara yang berhasil diteliti. Salah satunya adalah Lagu Rasa Sayange yang dalam peta pylomemetik berada dalam kelompok lagu yang berasal dari Kepulauan Maluku.“Ia berada sangat jauh dari kelompok lagu dari Provinsi Riau, yang memiliki karakteristik sangat dekat dengan Malaysia. Analisis ini menunjukkan sangat kecil peluang, atau mendekati mustahil, lagu itu berasal dari Malaysia,” kata Hokky sebagaimana dikutip Vivanews  (22/2/2012).

Dalam kenyataannya, Lagu Rasa Sayange sendiri diciptakan oleh seorang legenda musik asal Maluku bernama Paulus Pea. Lagu ini masuk dapur rekaman pada tahun 1958 dan diproduksi oleh Lokananta, perusahaan rekaman di Kota Solo Jawa Tengah.

Bahkan Presiden Soekarno sangat suka dengan lagu ini. Piringan hitam Lokananta kemudian diperbanyak. Tanggal 15 Agustus 1962, dalam hajatan Asian Games di Jakarta, Soekarno membagi piringan hitam itu kepada kontingen setiap negara sebagai “buah tangan” dari Jakarta.

BACA JUGA:  Sisasa : Penyanyi Indie Lombok Ramaikan Blantika Musik Indonesia
Rasa Sayange versi Bollywood yang menjadi salah satu soundtrack film India berjudul Singapore yang rilis tahun 1960 / Sumber: Youtube

Selain Rasa Sayange, ada tujuh lagu lain dalam piringan itu. Antara lain Caca Marica, Suwe ora Jamu, Gelang Sipatu Gelang dan Rayuan Pulau Kelapa. Semua lagu itu akrab dinyanyikan orang-orang Indonesia dari segala usia.

Bukti lain yang bisa memperkuat kepemilikan Indonesia atas lagu itu juga bisa ditelusuri hingga ke negeri Jepang. Di negeri sakura itu ada Minoru Endo Music Foundation, yayasan yang pernah mengumpulkan lagu-lagu rakyat yang populer di kawasan Asia.

Rasa Sayange Jadi Soundtrack Film

Popularitas Lagu Rasa Sayange bahkan telah dijadikan original soundtrack dan bagian dari cerita film nasional berjudul Doa dan Darah atau Long March  of Siliwangi yang diproduksi Perusahaan film Perfini tahun 1950 dan disutradarai Usmar Ismail (almarhum).

film ‘Darah dan Doa’ mengisahkan perjalanan panjang (long March) prajurit divisi Siliwangi RI, yang diperintahkan kembali ke pangkalan semula, dari Yogyakarta ke Jawa Barat setelah Yogyakarta diserang dan diduduki pasukan Kerajaan Belanda lewat Aksi Polisionil.

Rombongan hijrah prajurit dan keluarga itu dipimpin Kepten Sudarto (diperankan Del Juzar). Perjalanan ini diakhiri pada tahun 1950 dengan diakuinya kedaulatan Republik Indonesia secara penuh.

BACA JUGA:  Iwan Fals Luncurkan Album Baru

Popularitas lagu Rasa Sayange ternyata sampai juga di Negeri Sungai Gangga India. Terbukti, lagu Rasa Sayange juga telah dibuat versi Bollywoodnya Rasa Sayung Re. dinyanyikan oleh duet Penyanyi Legendaris India Lata Mangeskhar, Muhammad Ravi dan Mukesh.

Lagu itu menjadi salah satu original soundtrack film India berjudul Singapore yang dirilis tahun 1960 oleh sutradara kondang India Shakti Samanta dan musiknya digarap oleh seniman kesohor Bollywood Shankar Jaikishan.

Film Singapore dibintangi sederet bintang film India ternama antara lain  Shammi Kapoor, Padmini, Maria Menado, Shashikala, Agha, KN Singh, Madan Puri dan Helen.

Terlepas dari kontroversi Lagu Rasa Sayange yang bikin berantem Indonesia dengan Malaysia, tentu menarik bila menelisik bagaimana seniman India juga membuat lagu dengan judul dan nada yang tak jauh beda. Benarkah Musisi India terinspirasi lagu nusantara Rasa Sayange? Wallahualam (EditorMRC)