Karakter Unggul Remaja

Sifat khas remaja mempunyai rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta cenderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului oleh pertimbangan yang matang (Kemenkes RI, 2015).


Maka penguatan karakter unggul pada remaja menjadi sesuatu yang penting karena bisa menjadi pelindung dan sekaligus pencegah untuk tidak mudah mengikuti arus yang dapat membawa dampak buruk terhadap dirinya. Selain itu dengan karakter unggul akan menjadikan remaja memiliki nilai tambah sebagai pribadi sehingga dapat bersaing dalam menghadapi kehidupan ini sekaligus pula dapat memberi manfaat untuk orang lain.


Namun kenyataannya saat ini terlihat karakter remaja yang masih belum menggambarkan sebagai remaja yang unggul yang siap menghadapi tantangan, diantaranya “cepat menyerah ketika menghadapi tantangan atau masalah; manja; tidak fokus Ketika melakukan sesuatu hal; tergantung pada orang lain; kurang memiliki semangat juang; tidak sabar terhadap proses maunya instan. Untuk itu karakter unggul pada remaja harus dapat ditumbuh kembangkan dan paling efektif apabila dimulai dari lingkungan keluarga, termasuk kontribusi orang tua malam menanamkan nilai-nilai positif pada anak remajanya yang tidak terjadi secara tiba-tiba, namun harus disegaja, dibiasakan, dan dikondisikan sehingga tertanam dalam dirinya, sehingga diperlukan komitmen dan konsistensi dalam membangun karakter unggul tersebut. Apapun karakter unggul yang harus ada pada diri remaja adalah :

Kejujuran dan Integritas
Kejujuran adalah mengatakan kebenaran, dengan kata lain menyesuaikan kata-kata dengan realitas. Sedangkan integritas adalah menyesuaikan realitas dengan kata-kata dengan kata lain memenuhi janji dan memenuhi harapan. Kedua hal ini harus menjadi nilai hidup utama dalam diri remaja. Dengan adanya kejujuran dan integritas akan dapat terbangun kepercayaan orang lain terhadap diri, serta akan dapat membuat hidupnya tidak hanyut pada tawaran atau godaan yang dapat menghancurkan kehidupannya.
Memang tidak mudah menanamkan karakter kejujuran dan intergitas pada remaja, ditengah-tengah kehidupan yang saat ini yang kadang-kadang masih banyak perilaku tidak jujur dan jauh dari intergritas berseliweran di depan mata remaja.
Untuk itu orangtua harus menjadi dirinya contoh terlebih dahulu dalam hal kejujuran dan integritas ini. Jika remaja terbiasa melihat lingkungan terdekat melakukan hal tersebut, maka secara otomatis remaja pun mencontoh hal yang sama.

BACA JUGA:  Menyikapi Kekecewaan

Kemandirian
Remaja yang mandiri adalah berani mengambil keputusan dilandasi oleh pemahaman akan segala konsekuensi dari tindakannya sehingga disertai dengan tanggung jawab (Ali dan Asrori, 2009:121). Remaja yang memiliki kemandirian cenderung akan terlihat lebih aktif dan juga kreatif, ini dikarenakan sikap mandiri yang biasanya diidentifikasi dengan ciri memiliki kemampuan untuk mengambil keputusan tanpa pengaruh dari orang lain; dapat berhubungan dengan baik dengan orang lain; meningkatkan rasa tanggung jawab dan disiplin; meningkatkan kepercayaan diri; menyiapkan menghadapi stres dan kegagalan; memberi kesempatan untuk memilih kebahagiaannya sendiri; mengembangkan kualitas diri remaja; serta memiliki inisiatif untuk melakukan sesuatu. Tentunya ketika kemandirian ini telah terbentuk dalam diri remaja maka akan dapat mendorong dan membawanya menentukan arah dan tujuan hidupnya.


Namun demikian kemandirian yang seharusnya ada pada remaja sering kali tidak terbentuk dan berkembang, dikarenakan banyak orangtua justru segaja memberikan fasilitas sehingga remaja tidak perlu bersusah payah dalam meraih sesuatu. Segala sesuatu ditentukan oleh orangtua sehingga remaja menjadi pasif dan apatis. Untuk itu orangtua perlu memberikan kesempatan kepada remaja untuk mengasahnya, orangtua harus berani “melepaskan” remaja, terutama dalam mengambil “keputusan” untuk dirinya.

BACA JUGA:  Bunuh Diri di Kalangan Remaja

Ketangguhan
Karakter Ketangguhan sangat diperlukan karena merupakan modal dalam menghadapi situasi kedepan yang tidak menentu dan cepat mengalami perubahan, menghadapi kesulitan hidup, mengelola stres, terhindar dari kondisi depresi, dan perilaku negative. Hal ini karena ketangguhan merupakan keadaan yang mampu membuat remaja memiliki ketabahan dan daya tahan serta menghadapi situasi tidak menyenagkan atau tidak sesuai harapan. Dengan adanya karakter ketangguhan ini membuat remaja akan tahan dalam menghadapi berbagai cobaan, kesulitan, hambatan, maupun tantangan, tidak mudah cegeng atau mengeluh dalam memperjuangkan apa yang menjadi tujuan dan cita-citanya.


Pengaruh orang tua berperan penting dalam membentuk ketangguhan mental remaja. Orang tua yang menjadi teladan ketahanan, sikap positif terhadap tantangan, dan kecerdasan emosional memberikan contoh yang baik bagi remaja mereka. Penting bagi orang tua untuk berbagi pengalaman, termasuk cara mereka mengatasi stres dan mengatasi hambatan. Mendemonstrasikan kualitas-kualitas ini dalam kehidupan sehari-hari memberi remaja gambaran akan kehidupan nyata untuk mengembangkan ketangguhan mental mereka sendiri.

Bertanggung Jawab
Karakter ini penting bagi remaja, karena dalam kehidupan nantinya remaja harus mengambil tanggung jawab terhadap apa yang diputuskan. Pada dasarnya remaja yang bertanggung jawab adalah remaja yang mengenal diri sendiri dan mematuhi aturan. Dengan tanggung jawab yang dimiliki remaja maka Ia akan dapat membuat pertimbangan dan konsekwensi sebelum melakukan sesuatu, sehingga remaja tidak sekedar mempunyai keberanian, tetapi juga mampu memikirkan dampak-dampak yang muncul dari keberaniannya. Untuk dapat mengembagkan perilaku bertanggung jawab maka remaja perlu menghentikan kebiasaan untuk mengeluh dan mengkomplain pada sesuatu hal; tidak perlu banyak alasan; jangan menunda nunda pekerjaan; menjadi seorang yang konsisten, dan belajar mengatur minimal keuangan secara sendiri. Untuk membangun karakter ini perlu mentalitas dasar yang tidak mudah menyalahkan orang lain, berani mengambil resiko yang muncul, dan berani mengakui kesalahan atas apa yang dilakukannya.

BACA JUGA:  Kepuasan Dalam Pernikahan


Adapun cara menumbuhkan rasa bertanggung jawab pada remaja, yakni memberikan pemahaman tentang pentingnya tanggung jawab; mengajak diskusi tentang pemahaman tanggung jawab; memberikan tugas agar melatih tanggung jawab; melatih mengambil keputusan; memberi kepercayaan; orang tua dan guru harus menjadi teladan bagi anak–anak dan peserta didik; menghentikan kebiasaan mengeluh; tidak perlu banyak aturan, serta jangan menunda–nunda pekerjaan.

Kedisiplinan

Kedisiplinan merupakan sikap mental yang sangat dibutuhkan pada anak remaja, hal ini bertujuan untuk membuat batasan agar remaja terhindar dari perilaku menyimpang, juga membantu untuk bisa lebih mandiri, bertanggung jawab, serta meningkatkan keterampilan memecahkan masalah dan mengambil keputusan. Dengan kedisiplinan yang ada maka akan dapat menentukan priototas hidupnya. Dengan kedisiplinan membantu remaja untuk fokus dan berpegang pada rencana yang telah ditetapkan, sehingga Ia dapat mencapai hasil yang diinginkan.


Untuk menumbuhkan sikap kesiplinan dalam diri remaja, maka diperlukan pembiasaan untuk melakukan hal-hal yang konkret misalnya ketika mengambil sesuatu dan setelah selesai dipakai dikembalikan pada tempatnya semula; mulailah mengatur waktu agar lebih efisien dengan menentukan prioritas; hindari kebiasaan menunda karena membiasakan menunda tugas atau pekerjaan akan membuat tugas semakin menumpuk; bersikap tegas; hindari sikap yang terlalu perfeksionis; dan buat rencana cadangan.


Akhirnya semoga tulisan ini bermanfaat bagi penguatan karakter unggul pada remaja akan dapat mendukung pengembangan diri remaja.