Iwan Fals: Kisah Usang di Kota Bandung

Waktu sekolah dan tinggal di Bandung, Iwan ditemani seorang pembantu. Mbok Kasmiatun namanya. Iwan sering main gitar kala senggan. Suatu kali seorang pengamen mampir, Mbok Kasmiatun melihat. Lalu datang pada Iwan seolah menasehati. “Dia bilang, saya punya gitar mengapa tidak digunakan. Orang lain nyanyi teriak-teriak sembarangan bisa dapat duit,” tutur Iwan mengenang masa itu.

Dalam hatinya, iya juga. Mulailah Iwan memberanikan diri. Dia cari tahu dimana ada keramain. Mencari kesempatan tampil di depan orang ramai. Lalu dari kampung ke kampung. Iwan masih ingat, disuatu keramain dia nyanyi pakai toa masjid. Ketika persedian lagunya sudah habis — dari Ampar-ampar pisang sampai lagu dangdut — oleh penonton dia disuruh nyanyi terus.

BACA JUGA:  Keith Martin Penyanyi R&B Amerika Meninggal Dunia

Lalu Iwan pun cari akal. Dia minta dua lembar kertas folio. Penonton disuruhnya menulis apa saja yang ingin dikatakan, baik itu makian atau pujian buat orang-orang di sekitar itu. Dari tulisan itu Iwan membacakanya dalam bentuk berdendang. Tapi kata-kata di kertas folio itu telah habis, penonton tak bubar juga. “Saya nyanyi saja dalam bahasa Inggris sembarangan, pokoknya nyanyi. Mereka nggak ngerti, akhirnya satu-satu pulang. Saya dikasih hadiah 8 sisir pisang setelah bubar,” cerita Iwan sambil tersenyum.

Dari situ dia diundang nyanyi kemana-mana. Yang sering Iwan tampil di kampus ITB dan Unpad. Dia pun mulai coba-coba cipta lagu, bikin lagu suka-suka menurut istilahnya. Ide liriknya dari permasalahan hidupnya sehari-hari. Lagu pertamanya berjudul Imitasi. “Masih ngaco. Liriknya antara bait nggak ada hubungannya. Maklum anak SMP asal nyanyi aja,” kata Iwan.

BACA JUGA:  Sorai Seroja Luncurkan Single Terbaru “Mayapada”

Lalu muncul lagu ‘Aku Dan Sekolah’, kisah kebandelannya di sekolah. Tahun 1979, Dede Haris seorang musisi Bandung, memberi nasehat pada Iwan. Kata dia, sebaiknya Iwan menjual motornya, buat modal balik ke Jakarta. Dia bilang, Iwan punya peluang menjadi penyanyi yang baik. Dan peluang itu ada di Jakarta.

Baliklah Iwan tahun itu ke Jakarta. Kembali ke daerah Tebet. Disitu dia denger lagunya Imitasi dinyanyikan anak-anak muda, dianggap penciptanya no name. Ketika dia menyanyikan dengan lirik yang lengkap, baru orang di situ tau bahwa Iwan yang mencipta.

BACA JUGA:  Iwan Fals Luncurkan Album Baru

Di Jakarta pertama kali Iwan pentas di Balai Sidang Senayan. Radio Amigos bikin acara di sana, Iwan tampil bersama Gombloh. Berikutnya Iwan ikut lomba humor yang diselenggarakan Lembaga Humor Indonesia. Hasilnya humor-humor itu dikasetkan, di sela humor Iwan muncul dengan nyanyian. Mengalunlah suarnya lewat kaset ‘Canda Dalam Ronda’ dan ‘Yang Muda Yang Bercanda’.

Tapi Album ‘Sarjana Muda’ yang populer “Umar Bakri” dianggap Iwan sebagai album pertamanya. Nama Iwan Fals pun sedikit demi sedikit mulai melambung, walau lebih banyak datar. Iwan sejak tahun 1979 tak banyak lepas dari edar musik Indonesia.

Referensi: Rindu Musik Iwan Fals, Majalah Vista 32/88, 10 Desember 1988