Atasi Gangguan Tidur, Ini Solusinya!

Gejala apakah ini? Apakah ini gejala normal atau bagaimana? Apa yang harus saya lakukan? Mohon pencerahan.

Oya, saya seorang Ibu rumah tangga, usia 50 tahun, pekerjaan sehari-hari sebagai perempuan karir dan ibu rumah tangga dari tiga orang anak yang sudah besar-besar.
Demikian keluhan saya. Atas perhatian dan solusi bapak, saya sampaikan terimakasih.
Salam,
Indira – Pekan Baru

Jawab
Ibu Indira…, terima kasih atas surat dan pertanyaan yang dikirimkan di rublik solisi psikolog ini yang kami asuh ini.. silahkan disimak dan dipahami penjelasan dibawah ini.


Gangguan tidur yang dialami seseorang penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari akibat gaya hidup, masalah kenyamanan ruang kamar, hingga adanya gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik dan efek obat-obatan. Adapun masalah mental yang jadi penyebab adanya gangguan tidur dikarenakan stress yaitu respon fisik tubuh terhadap stress berkontribusi pada tubuh yang tiba-tiba menjadi sangat waspada olah-olah dalam bahaya, dan stres mental dapat memiliki efek yang sama.

BACA JUGA:  Buku Persiapan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Bikin Panic Buying

Ketidakmampuan untuk tidur sendiri dapat menjadi sumber stres, sehingga semakin sulit untuk memutus siklus stres dan gangguan tidur; gangguan stres pasca trauma dapat terjadi setelah mengalami peristiwa traumatis yang dapat menciptakan stres kronis, yang memengaruhi kualitas tidur; adanya perasaan depresi yang menimbulkan perasaan sedih dan atau kehilangan minat pada aktivitas yang pernah dinikmati, hal ini dapat menjadi menyebabkan susah tidur; dan adanya gangguang kecemasan dalam diri juga dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga juga bisa jadi penyebab susah tidur di malam hari, karena terus merasa cemas.


Selain faktor tersebut diatas gangguan tidur juga dapat berasal dari adanya masalah fisik seperti nyeri kronis yang dapat membuat tidur malam menjadi tidak nyaman; penggunaan perangkat elektronik yang berlebihan; kebiasaan atau jadwal tidur yang tidak teratur; kelainan saraf; penggunaan alkohol, kafein, dan atau nikotin; gangguan lingkungan yang sering terjadi, termasuk cahaya, suhu (terlalu dingin atau terlalu panas); atau kebisingan yang mengganggu tidur; sering bepergian ke zona waktu yang berbeda; jadwal kerja malam; penggunaan elektronik pada waktu tidur. seperti televisi, ponsel, perangkat game, dan atau computer.

BACA JUGA:  Menyikapi Kekecewaan


Gangguan tidur dapat ditandai dengan mengantuk di siang hari, sulit tidur di malam hari, atau siklus tidur dan bangun tidur yang tidak teratur. Gangguan tidur yang tidak ditangani dengan baik dapat meningkatkan risiko munculnya berbagai penyakit lain, seperti hipertensi dan penyakit jantung, juga secara tidak langsung dapat mempengaruhi penampilan diri maupun kinerja.


Dari apa yang ibu alami dan keluhkan menunjukkan gejala psikologis bisa berupa stress pekerjaan atau kecemasan yang akhirnya berefek pada gangguan tidur. Apakah ini normal atau tidak dapat dilihat dari efek pada kehidupan ibu saat ini, jika ibu menjadi tidak produktif, tidak bersemangat, merasa tidak nyaman, dan mudah emosional maka ini sudah tidak normal lagi, sehingga ibu perlu meminta pertolongan dan bantuan dari tenaga professional yaitu dokter ahli syaraf (neorolog), psikolog, atau bisa jadi psikiater untuk mengetahui lebih pasti penyebab gangguan tidur yang ibu alami.

BACA JUGA:  Etiskah Perempuan Curhat Duluan Sama Lawan Jenis?


Berikut beberapa usaha yang bisa ibu lakukan untuk mengatasi gangguan tidur, diantaranya relaksasi dilakukan dengan yoga, mandi air hangat, mendengarkan musik, menonton drama atau aktivitas yang disukai, mengatur jadwal tidur sehingga tidur dalam waktu yang tidak berubah-ubah; mengatur suasana kamar yang nyaman; konsumsi makan sehat (hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein sebelum tidur); tidak memaksakan diri untuk tidur ketika belum merasa lelah atau tidak ingin tidur; membatasi penggunaan HP khususnya 1 jam sebelum tidur; kurangi kebiasaan tidur sepanjang hari pada hari libur karena akan merubah ritme sirkadian (proses didalam tubuh untuk mengatur waktu bangun-tidur selama 24 jam); mengelola stress; dan terapi cahaya terang untuk mengurangi pemikiran negative dan ketakutan saat ingin tidur; serta minum susu hangat sebelum tidur.


Demikian jawaban dan solusi yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat, lebih sehat lagi, dan dapat kembali menikmati tidur yang nyaman…. terima kasih.