Warga Mapak Terkena Abrasi dan Cuaca Buruk Terima Bantuan Pemerintah

MATARAMRADIO.COM – Hujan deras disertai angin kencang di penghujung Desember 2022 yang melanda hampir semua wilayah di Pulau Lombok, tak hanya mengakibatkan longsor, banjir dan pepohonan tumbang di sejumlah wilayah.

Cuaca ekstrem ini juga mengakibatkan abrasi dan gelombang besar yang merusak lapak usaha, rumah makan dan rumah tinggal sebagian warga pesisir pantai di Kota Mataram.

Kondisi parah terjadi di Pantai Mapak Indah. Belasan rumah makan dan lapak usaha yang dibangun dekat pantai porak poranda disapu gelombang dan angin kencang. Tembok Pura Segare di Kawasan Pantai Ampenan pun ikut roboh diterjang gelombang pasang. Hamparan pantai di Gading, Mapak, Loang Baloq, Tanjung Karang, Kampung Bugis, Ampenan dan sekitarnya tak lagi indah karena dipenuhi tumpukan berbagai jenis sampah yang dikirim balik oleh laut ke daratan.

BACA JUGA:  Gubernur Didesak Pulangkan PMI Asal Lotim NTB, Korban Kekerasan Majikan di Suriah

Di tengah hujan lebat dan angin kencang, pada Minggu 25 Desember 2022 malam, sekira pukul 22.00 Wita. Bang Zul – Gubernur NTB menemui warga Kampung Mapak Indah, Tanjung Karang, yang baru dilanda musibah. Selain bertemu dan menyemangati warga, Bang Zul menyerahkan bantuan untuk sedikit meringankan derita mereka.

Kedatangan Bang Zul langsung dikerubuti warga. Di bawah rintis hujan, mereka berebut mengadukan keluh kesahnya. Bang Zul pun memastikan warga yang rumahnya roboh sementara waktu ini ada tempat untuk tidur dan memiliki ketersediaan makanan serta keperluan lainnya.

BACA JUGA:  MENGUJI KUALITAS SANG GUBERNUR (Respons Kepada Jembatan Lombok-Sumbawa)

Usai bertemu warga dan berpamitan, Bang Zul kemudian menuju pantai Mapak untuk melihat dampak kerusakan yang disebabkan abrasi dan cuaca buruk. Hujan lebat dan angin kencang tak menyurutkan langkah orang nomor satu di NTB itu membelah gelapnya malam.

Pengecekan dampak abrasi tak pungkas di Mapak. Ditemani Inspektur NTB Ibnu Salim, Bang Zul bergegas mengayunkan langkah menuju Pondok Perasi, Pure Segare. Sebelum meninjau Pondok Perasi dan Mapak, pendiri Universitas Teknologi Sumbawa itu terlebih dahulu melihat dampak gelombang pasang di lingkungan Kampung Bugis, Ampenan, usai menghadiri undangan silaturahmi warga Desa Kekait, Kecamatan Gunungsari, Kabupaten Lombok Barat. (EditorMRC)

BACA JUGA:  BIL Darurat Fitnah, Gubernur Kok Gitu Sih?