Pesona Mandalika, Bukan Sekedar Legenda!

Gegap gempita pesta dan perhelatan akbar kejuaraan balap motor IATC dan W SBK 2021 baru saja usai.

Seluruh rangkaian kegiatannya dipusatkan di
Sirkuit kelas dunia Pertamina Mandalika International yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kuta Mandalika Lombok.

Banyak kejadian unik dan menarik serta catatan penting dari perhelatan ajang balap motor bergengsi yang untuk kali pertama di gelar di Indonesia. Terlebih di musim pandemi Covid 19.

Salah satunya soal euforia demam WSBK dan MotoGP Mandalika nyaris menjadi buah bibir di seantero negeri. Menjadi bahan diskusi di dunia nyata hingga dunia maya. Dari penikmat restoran hotel bintang lima hingga warung kaki lima.

BACA JUGA:  Menhub Apresiasi Kesiapan Pemda NTB Sambut Event Internasional

Selama sebulan terakhir perbincangan khalayak, buka mata dan telinga tertuju pada perhelatan aksi balap motor di Sirkuit Mandalika. Apalagi pada hari H pelaksanaannya, berbagai kisah unik, menarik, yang suka maupun duka tersaji. Pro kontra pun tak bisa dielakkan. Mulai soal aksi panjat pohon warga sekitar sirkuit atau yang naik bukit karena tidak kebagian tiket nonton gratis.
Juga soal drainase sekitar area sirkuit yang dinilai buruk sehingga air menggenang seperti banjir. Ada juga isu pembunuhan hewan liar yang menggemparkan warga sekitar sirkuit karena menemukan anjing piaraan mereka jadi target pembantaian sekelompok orang yang ada kepentingannya dengan pelaksanaan ajang balap motor dunia tersebut.

BACA JUGA:  Dibalik Seremonial dan Selebrasi Kemenangan

Yang jelas, pelaksanaan IATC dan WSBK di Sirkuit Mandalika Lombok telah mampu mempertemukan berbagai pihak dan kelompok kepentingan untuk menyaksikan dari dekat aksi pembalap idola mereka yang berseteru meraih juara.

Mereka yang datang berasal dari beragam latar belakang dan asal usul. Dari pejabat negara hingga rakyat jelata. Dari wisatawan dalam negeri hingga mancanegara. Semua tumpah ruah disana.

Banyak yang kecipratan berkah. Mulai Okupansi hotel yang tembus hingga lebih 90% di berbagai kawasan wisata Lombok. Bahkan saking banyaknya tamu yang datang dari luar daerah. Rumah pendudukpun banyak disulap jadi penginapan dadakan.

Al hasil, pesona Mandalika semakin nyata. Tak sekedar legenda sejak berabad lamanya dan hidup hingga sekarang.

BACA JUGA:  Budaya dan Pariwisata

Para pembalap mengakui kedatangan mereka tak sekadar berlaga di sirkuit jalan raya. Tetapi mereka juga mengakui keindahan pemandangan alam dan pantai Kuta Lombok yang membentang luas sebagai keistimewaan sendiri Sirkuit Mandalika yang disebut tiga terbaik di dunia dari sisi konstruksi dan sarana pendukung lainnya.

KEK Mandalika dengan Sirkuit kelas dunianya boleh jadi merupakan awal kebangkitan pariwisata Indonesia menyongsong endemi Covid 19.

Semoga pelaksanaan event IATC dan WSBK akan jadi pelajaran berharga memperbaiki diri untuk pelaksanaan yang lebih baik jelang perhelatan MotoGP 2022 mendatang. (Tim Weekend Editorial)