Heboh! Prof Asikin Diminta Cabut Pernyataan Soal Pribadi Ketum IKA Unram

--- Advertisement ---coinpayu

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni Universitas Mataram (IKA Unram) pada 28 Mei mendatang, sejumlah nama mulai meramaikan bursa pencalonan Ketua Umum yang baru. Bahkan usung-mengusung calon pun mulai ramai jadi perbincangan di jejaring grup media sosial.

Salah satu yang diunggulkan menjadi calon adalah Hj Baiq Isvie Rupaidah SH MH yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Nusa Tenggara Barat.
Adalah Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Mataram Prof DR H Zainal Asikin SH SU yang secara terang-terangan menyatakan dukungannya kepada legislator perempuan dari Partai Golkar tersebut.
Dalam status di akun Facebook pribadinya, Prof Asikin bahkan memaparkan beberapa catatan penting tentang mencari Pemimpi di IKA Unram dan figur seperti apa yang layak menjadi Ketua Umum periode mendatang. “Sudah lebih 50 tahun usia Unram, maka wajar bagi masyarakat akademik dan para alumni Unram memimpikan berbagai “ impian “ yang bisa mengangkat marwah atau prestise Unram,”ulasnya
Unram secara kualitas, kata Prof Asikin hampir setara dengan Universitas lainnya di Pulau Jawa. Fakultas Kedokterannya berada pada peringkat 10 terbaik kelulusannya. Tenaga pengajarnya jangan diragukan lagi, baik bergelar Doktor dan Profesor sudah tidak terbilang. “Lalu apalagi yang kurang?
Kekurangannya adalah para Alumni dan Organisasinya yang bernama IKA UNRAM masih sibuk (maaf, red) beronani dan nikmat sendiri,”tulisnya.

Hj Baiq Isvie Rupaidah SH MH, salah satu kandidat Ketua Umum IKA Unram mendatang

Disebutkan, jika Universitas lain, organisasi alumninya sibuk membantu almamaternya membangun pembangunan fisik, sementara Ketua IKA UNRAM masih sibuk mencari uang recehan dan masuk ke perangkap yang kurang sedap dimata publik yaitu “ membela Ahok “ dalam perkara penodaan Agama Islam.
Akhirnya, lanjut Prof Asikin, nama Unram terseret-seret dalam kasus yang tidak semestinya dibela karena punya sensitifitas yang tinggi.”Jika Universitas lain melalui wadah Alumninya sibuk mencari akses agar pakar pakarnya dapat menjadi menteri, Dirjen, staf ahli. Tapi kita, untuk masuk di emper istana saja teramat sulit diperjuangkan oleh IKA Unram. Kalah jauh dengan Ngabalin, meski sorbannya melintir 10 tetapi tetap bisa masuk menjadi staf ahli madya,”singgungnya.

Menurut Asikin, IKA Unram ke depan harus dipimpin oleh orang yang mampu menjebol Istana negara atau sekurang kurangnya mampu memperjuangkan agar Unram punya lahan 400 Ha untuk mengembangkan kampus yang ada sekarang ini.”Maka adakah figur yang seperti itu. Oh terlalu banyak. Tapi salah satu yang selama ini memiliki akses ke Pusat dalah Ketua DPRD- NTB yaitu Hj Baiq Isvie Rupaidah SH MH. Mohon yang lain minggir dulu…jika tidak sanggup,”tegasnya.

Tak pelak lagi paparan Prof Zainal Asikin tentang figur Calon Ketua Umum IKA Unram mengundang polemik, komentar beragam dan sebagian besar mendukung pandangan sang guru besar.
Salah satunya diungkapkan DR H Rosiadi Sayuti MSc, mantan Sekda NTB yang kini kembali menjadi akademisi di almamaternya Universitas Mataram.”Selamat setuju Prof… semoga Bu Isvie berkenan menjadi Ka IKA Unram. Semoga Gedung Alumni bisa diwujudkan. Insha Allah,”katanya menanggapi.

Diminta Cabut Pernyataan di Medsos

Sirra Prayuna, Ketua Unum PP IKA Unram /foto: koleksi pribadi

Namun, tanggapan berbeda dilontarkan Pengacara Kondang Sirra Prayuna yang notabene masih menjabat sebagai Ketua PP IKA Unram.”Yang saya hormati Bapak Prof Asikin. Saya bukan anti kritik dan saya dilahirkan di kampus dalam kultur kebebasan mimbar akademik berdemokrasi,”tanggapnya.

Menurut Sirra, dirinya senang jika IKA UNRAM di kritik secara konstruktif agar semakin maju dan jaya.Tetapi mengkritik dengan menyerang pribadi orang lain bukanlah sikap yang bijak oleh seorang Guru Besar. “Periksalah dan menilailah dengan obyektif dan seksama apa yang sudah PP IKA UNRAM lakukan guna memajukan alumni yang memberi impact kepada PTN Unram khususnya,”beber Sirra.
Dikatakannya, Tak mungkin Sirra Prayuna melakukan hal hal diluar batas kemampuan seperti menawarkan seseorang alumni menjadi Menteri, Dirjen atau Tenaga Ahli karena itu bukan sepenuhnya ranah pribadinya.”Kalaupun saya membantu alumni, tak perlu rasanya saya gembar gembor membantu karena bagi saya tak baik membicarakan orang yang pantas dan sudah dibantu. “Menghina profesi Advokat” saya, adalah sikap tak pantas ditunjukan seorang Prof, bukankah profesi advokat adalah terhormat “officium nobile”. Saya produk Fakultas Hukum Unram yang juga bimbingan Prof Asikin. Saya berdiri tegak karena ilmu yang saya peroleh dari kampus untuk saya ejawantahkan atas dasar nilai-nilai profesionalisme. Kata “mencari uang receh” juga tak sepatutnya untuk dilontarkan di ruang publik yang mengandung penghinaan kepada diri saya dan keluarga saya. Dengan sangat hormat saya meminta dengan hormat Prof Dr Zarnal Asikin SH MH untuk mencabut statemen tersebut agar tidak merusak harkat martabat dan kehormatan saya dan keluarga saya,”demikian tutupnya. (EditorMRC)