Hasil Uji Cepat 82 Menu Buka Puasa,  BBPOM Mataram Temukan Kerupuk Mengandung Boraks

Kepala BBPOM Mataram Yosef Dwi Irwan menyebutkan pihaknya mengambil sample pada 4 lokasi sentra takjil di Kota Mataram meliputi Pusat Jajanan Lapangan Pagutan, Panji Tilar, Tembolak dan Jalan Majapahit Mataram.

BACA JUGA:  The Great Mosque of Xi'an, Masjid Tertua di China

Dari empat lokasi tersebut, kata Yosef, pihaknya menggelar uji cepat tidak kurang dari 82 sampel jajan takjil antara lain Pempek, Cilok, Bakso, Gula Kapas, Kerupuk, Terasi, Siomay, Kurma, es campur, cantik manis, tahu dan lain-lain.”Kami telah melakukan uji cepat terhadap Formalin, Boraks, Rhodamin B dan Methanil Yellow dengan hasil 79 sampel Memenuhi Syarat dan 3 sampel kerupuk tidak memenuhi syarat karena mengandung Boraks,”terangnya.

BACA JUGA:  Berbagi Berkah Ramadhan, Aruna Senggigi Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim

Pada sidak sebelumnya di Pasar Induk Mandalika, BBPOM Mataram juga menemukan ada 3 dari 33 sampel makanan yang dijual para pedagang di Pasar Mandalika Mataram dan diuji sampling terindikasi mengandung boraks dan rodamin. “Yang mengandung boraks yakni krupuk nasi produk lokal dan produk Jawa serta terasi produk Jawa,” jelas Yosef.

Atas hasil uji sampling tersebut, jelas Yosef pihaknya akan berkomunikasi dengan instansi terkait baik Dinas Perdadangan Kota Mataram maupun provinsi NTB agar makanan yang mengandung boraks dan rodamin tidak lagi beredar di pasaran. “Efeknya memang tidak terasa saat ini tapi dalam jangka panjang akan berbahaya bagi kesehatan,” jelasnya.

BACA JUGA:  Puasa, Kelapa Muda Jadi Primadona

Terkait tindakan hukum, kata Yosef,  tindakan hukum bisa dikenakan kepada produsennya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang no 18 tahun 2012 tentang pangan yang ancaman hukumannya pidana kurungan dan denda. (editorMRC)