IPM Lombok Timur Selain Naik Peringkat 9 Ke 7, Juga Naik “Kelas”

Kefungsian berkaitan dengan berbagai hal yang oleh seseorang bernilai atau menjadi bernilai. Orang mengkonsumsi makanan bergizi untuk menjadi sehat. Orang sehat memiliki kebebasan dalam melakukan kegiatan ekonomi; sehingga lebih produktif dibandingkan orang tidak sehat. Demikian pula, orang terdidik akan menjadi lebih produktif dibandingkan orang tidak terdidik (buta aksara). Disisi lain, kapabilitas merupakan berbagai potensi kefungsian yang berpeluang untuk dipilih dan setiap orang memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan. Oleh karena itu, kapabilitas berkaitan dengan peluang dan kebebasan.

BACA JUGA:  Nestapa Kuburan di Durjana KEK Mandalika

      Boleh jadi dua orang yakni orang terdidik dan orang tidak terdidik memiliki kefungsian sama, misalnya tidak membaca koran. Dalam kaitannya dengan kapabilitas, maka orang terdidik tersebut memiliki kapabilitas lebih dibandingkan orang tidak terdidik. Dengan kapabilitasnya itu, orang terdidik memiliki kebebasan dalam menentukan pilihan apakah ia mau membaca koran atau tidak membacanya. Berbeda dengan orang tidak terdidik (buta aksara) dimana ia tidak memiliki pilihan lain; yakni terpaksa tidak membaca koran tersebut karena memang tidak bisa membaca.

      Pembangunan manusia adalah proses memperbanyak pilihan-pilihan manusia. Pada dasarnya pilihan tidak terbatas dan dapat berubah sepanjang waktu. Tetapi, ada tiga pilihan esensial yaitu dimensi kesehatan (hidup sehat dan berumur panjang), dimensi pendidikan (berpengetahuan), dan dimensi ekonomi (standar hidup layak). Jika ketiga pilihan esensial tersebut tidak tersedia, maka peluang-peluang lainnya bakal sulit diperoleh. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) adalah indikator untuk mengukur capaian pembangunan manusia.

BACA JUGA:  Tips Menjadi Orang Tua Siaga P3K di Rumah

      IPM meliputi tiga dimensi yaitu dimensi kesehatan (umur panjang dan hidup sehat), dimensi pendidikan (pengetahuan), dimensi ekonomi (standar hidup layak). Ketiga dimensi tersebut mencakup empat indikator. Indikator dimensi kesehatan adalah Umur Harapan Hidup sejak lahir (UHH). Dimensi pendidikan meliputi dua indikator yaitu Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama sekolah (RLS). Indikator dimensi ekonomi adalah Pengeluaran per Kapita yang disesuaikan (“Purchasing Power Parity”). Dalam pada itu, perhitungan nilai IPM diperoleh dengan metode agregasi yakni dengan menggunakan rata-rata geometrik.

     Disisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mengklasifikasikan IPM kedalam 4 (empat) kelas atau kategori yaitu “rendah” (IPM<60) kemudian “sedang” (60<IPM<70) selanjutnya “tinggi” (70<IPM<80) dan “sangat tinggi” (IPM>80). Bagaimana dengan capaian IPM Lombok Timur?. Kabupaten Lombok Timur dibawah kepemimpinan Bupati Lombok Timur, H.M.Sukiman Azmy dan Wakil Bupati Lombok Timur H.Rumaksi SJ (SUKMA) telah berhasil menaikkan peringkat IPM Lombok Timur dari peringkat 9 dari 10 kabupaten/kota di NTB pada tahun 2018 menjadi peringkat 7 pada tahun 2022. Dalam pada itu, IPM Lombok Timur dalam periode 2018-2022 tergolong dalam kelas (kategori) “sedang”.        

BACA JUGA:  Tentang Perempuan Dalam Babad Praya (Peristiwa Budaya Dalam Pilkada Lombok Tengah

     Kini IPM Lombok Timur pada 4 Desember 2023 dibawah kepemimpinan Penjabat Bupati Lombok Tmur Drs.H.M.Juaini Taofik, M.AP mencapai 70,65 yang menempatkan IPM Lombok Timur pada tahun 2023 tetap pada peringkat 7. Pada 4 Desember 2023 ini, keberhasilan Penjabat Bupati Lombok Timur Drs.H.M. Juaini Taofik, M.AP tidak hanya mampu mempertahankan peringkat IPM Lombok Timur pada peringkat 7, tetapi juga mampu menaikkan kelas (kategori) IPM Lotim dari “sedang” dalam periode 2018-2022 menjadi “tinggi” pada tahun 2023.                  

>