Kasus Pondok Assunah Jadi Pelajaran Untuk Hati-hati Dalam Berpendapat dan Bertindak

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah melakukan pertemuan dan diskusi khusus dengan Kapolda NTB yang baru dan sejumlah pakar hukum guna mencarikan penyelesaian yang baik dalam kasus kegaduhan yang terjadi di Pondok Pesantren Assunnah Bagek Nyaka Aikmel Lombok Timur.

“Siang dan sore bersama Pak Kapolda dan beberapa Pakar Hukum mencoba mencari penyelesaian yang baik terhadap kegaduhan yang terjadi di Pondok As Sunnah Lombok Timur,”ungkap Gubernur melalui akun tweeternya Bang Zul Zulkieflimansyah, Selasa (4/1).

Menurut Gubernur, peristiwa tersebut hendaknya menjadi pelajaran bersama untuk berhati-hati dalam berpendapat dan bertindak, karena bisa viral dan menyulut reaksi yang tidak sederhana serta marah yang besar. “Mari semua bersabar dan menahan diri. Insya Allah Pak Kapolda dan tim sedang mengusut tuntas sehingga rasa adil dan tenteram kembali bisa pulih seperti sedia kala,”ungkapnya.

BACA JUGA:  Gubernur Didesak Pulangkan PMI Asal Lotim NTB, Korban Kekerasan Majikan di Suriah

Gubernur juga mengajak semua pihak untuk terus menjaga kondusifitas daerah NTB yang akan menjadi tuan rumah banyak event dunia. “Hati boleh panas, tapi pikiran harus tetap dingin dan jernih. Jangan sampai kita dikesankan sebagai daerah yang tidak aman dan tak layak jadi tuan rumah event-event dunia,”harapnya.

Pemerintah Didesak Tutup Media Dakwah Intoleran

Sementara itu, Anggota DPRD NTB Dapil Lombok Timur Bagian Utara Dr TGH Hazmi Hamzar SH MH CLA CIL mendesak Pemerintah agar menutup dan hentikan semua saluran media dakwah intoleran.

BACA JUGA:  Gubernur NTB : Banyak yang Tak Paham Addendum dengan PT GTI


Menurut Tuan Guru, munculnya kajian dakwah yang kerap mencela amaliah muktabarah dianggap sebagai pemicu aksi penolakan ummat Islam di Lombok Timur yang merasa tersinggung dan keberatan atas dakwah tersebut karena dikhawatirkan berpotensi menciptakan konflik dan perpecahan ummat. Apalagi pasca
insiden perusakan fasilitas milik Pondok Pesantren Assunah di Bageknyaka Aikmel Lombok Timur pada Minggu (2/1) yang diduga ada kaitannya dengan kajian dakwah dari Pemimpin Spiritual kelompok tersebut yakni Ustadz Midzan Qudsiyah yang memicu kontroversi.”Intinya hentikan dakwah yang mencela amaliah muktabarah yang sudah diajarkan para tuan guru alim ulama Ahlusunnah Waljamaah,”tegas Tuan Guru yang juga Ketua Dewan Pembina Yayasan Maraqitta’limat Mamben Lombok Timur, NTB.

BACA JUGA:  Gubernur Zul : Setiap Krisis, Sejatinya Ada Peluang dan Gagasan Baru

Selain itu, tuan guru juga meminta menghukum penyebar ujaran kebencian baik dari dalam Islam maupun luar Islam.

Sebagaimana diketahui, pasca viralnya ceramah Ustadz Mizan Qudsiyah yang menyoal hukum wisata religi ke kuburan telah menyebabkan ketersinggungan Ummat yang merasa tidak terima karena dinilai mencela amaliah muktabarah. Bahkan kasusnya telah memantik gelombang aksi dan reaksi berbagai elemen serta Ormas Islam di Lombok yang hingga berita ini diturunkan masih menggelar aksi demo ke Polres dan Mapolda NTB menuntut penyelesaian tuntas dugaan ujaran kebencian dan penodaan ajaran agama. (EditorMRC)