Bunda Niken : PKK NTB Siap Jadi Organisasi Modern

MATARAMRADIO.COM, Lombok Tengah – Salah satu perubahan paradigma hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi NTB adalah menjadikan TP PKK sebagai organisasi modern.
Hal itu dikatakan Ketua TP PKK, Hj. Niken Saptarini Widyawati, SE, M.Sc, di depan kader PKK Kabupaten Lombok Tengah, Selasa (15/6/21).

Menurut Bunda Niken, beberapa perubahan kegiatan TP PKK harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Begitupula dengan kegiatan keluarga sehat dan sejahtera, ditambah menjadi keluarga bebas narkoba. Kemudian kegiatan literasi ditambah keluarga sadar administrasi kependudukan, agar keluarga dapat mengakses layanan layanan pemerintah.
Selain itu ada pula literasi tentang pernikahan dini, kegiatan PKK Goes to School, PKK Goes to Majelis Ta’lim serta PKK sahabat anak dan remaja pengganti Karang Taruna yang kini mulai hilang.


Dalam agenda kegiatan Pokja 2 hasil Rakernas yang fokus pada ekonomi dan pendidikan mewajibkan PAUD Holistik dan Integratif selama setahun. Di bidang ekonomi, TP PKK NTB mulai mendorong agar PKK desa mendirikan koperasi dan toko PKK. Kegiatan Pokja 3 menambahkan literasi rumah sehat layak huni dan sanitasi sedangkan Pokja 4 menambahkan stunting dan penanganan Covid 19 dalam agenda kegiatannya.
Mengawali roadshow TP PKK NTB di kabupaten Lombok Tengah dan akan berlanjut ke sepuluh kabupaten/kota, Bunda Niken berpesan, kegiatan PKK tidak hanya kegiatan rutin. Sebagai bagian dari upaya menuju keluarga sejahtera, tanggungjawab sebagai ibu dan warga masyarakat menjadi semangat para kader PKK.
“Paling sederhana dari memanfaatkan teknologi informasi itu kan komunikasi dan berbagi informasi tentang kegiatan lewat smartphone masing masing yang sekarang ini semua orang pasti punya,” terang Bunda Niken.


Ketua TP PKK Loteng, Nurul Aini Fathul Bahri mengatakan, kunjungan ini sangat dinantikan oleh kader PKK Loteng untuk memperoleh informasi terbaru dari hasil Rakernas dan pembekalan bagi para kader.
“Saat ini kami fokus agar Posyandu Keluarga bisa diwujudkan dari Posyandu yang ada,” ujar Aini. (diskominfotikntb/MRC)