Dinilai Bermasalah, MUI Minta Beberapa Acara Puasa Ramadhan Stasiun TV Dihentikan

MATARAMRADIO.COM, Jakarta – Sejumlah stasiun TV membuat beragam program menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Sayangnya, tidak sedikit yang isinya bermasalah mulai goyangan erotis hingga muatan penghinaan dan merendahkan martabat orang lain. Tidak mengherankan Majelis Ulama Indonesia (MUI) minta sejumlah program TV bermasalah tersebut dievaluasi dan dihentikan.

Salah satunya  Sahur Seger Trans7 yang menuai protes Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selidik punya selidik, penyebabnya gara-gara tayangan itu kerapkali menghadirkan Penyanyi seksi Dewi Persik yang kerap menampilkan goyangan erotis.

Tim pemantau tayangan Ramadan MUI, Rida Hesti Ratnasari mengatakan, sejak awal puasa 13 April hingga 4 Mei, sensualitas dan penghinaan tetap saja muncul dalam Sahur Seger Trans7.

“Misalnya saja, episode 02 Mei 2021 goyang erotis Dewi Persik mulai menit ke 56.30 – 57.15 ‘Biar sahur kita itu seger’,” katanya, seperti dikutip MATARAMRADIO.COM dari laman resminya, Jumat 7 Mei 2021.

BACA JUGA:  MUI Kecam Tindakan Brutal Israel Terhadap Jemaah Palestina di Masjid Al Aqsa

Disebutkan, anggota tim pemantauan tayangan Ramadan MUI lainnya, Arifah Choiri Fauzi menyebut, untuk program Pas Buka Trans7 ini mempunyai muatan penghinaan dan perendahan martabat orang lain.

Catatan lainnya, kata dia, pakaian yang mempertontonkan sensualitas tubuh pembawa acara.

“Kami sudah sampaikan pada evaluasi tahap pertama tentang catatan ini, tetapi tidak ada perbaikan,” kata dia sembari menunjukkan temuan yang sama pada Pesbukers New Normal edisi 4 Mei 2021, terkait pakaian yang tak pantas dari pembaca acara.

Menurut Mahladi, yang juga anggota tim pantauan MUI, Ramadhan In The Kost dan Kring-kring Ramadhan in The Kost di Net TV masih memuat pula konten-konten penghinaan.

BACA JUGA:  MUI Dukung Pemberdayaan Ekonomi Umat

Pada tayangan Selasa, 13 April 2021, seorang host menirukan suara orang cadel, lalu host lainnya mentertawakan dengan nada mengejek.

“Seharusnya kekurangan seseorang tidak dijadikan bahan candaan, apalagi ejekan,” kata dia sembari menyebutkan contoh penghinaan pada program Kring-Kring Ramadhan in The Kost pada edisi 22 April 2021.

Anggota pemantau lainnya, Elvi Hudriyati, menambahkan program Sore-Sore Ambyar Trans TV juga tak jauh beda.

Ia menyebut, pada 22 April goyangan sensual dan erotis dari Dewi Persik menjadi bentuk pelanggaran paling mencolok.

“Adegan tersebut masih tetap berulang meski ada komitmen Trans TV untuk memperbaiki,” ujarnya.

BACA JUGA:  MUI Kecam Tindakan Brutal Israel Terhadap Jemaah Palestina di Masjid Al Aqsa

Sebagai bukti, lanjut Elvi,  pada 2 Mei lalu, Program Sore-Sore Ambyar masih dalam segmen bernyanyi dan berjoget, pembawa acara Dewi Persik bergoyang dengan memamerkan sensualitas goyangan.

“Kita patut miris dengan tayangan-tayangan yang terus berulang semacam ini,” tegasnya.

Rida menjelaskan, sepanjang dialog program ini mengarah pada ‘kegiatan tidak senonoh’ seperti mau duduk aja goyangnya Dewi Persik, andai “gua jadi bangkunya”, dan seterusnya saling menimpali membahas goyang DP.

Sementara untuk program Pas Buka Trans7, Rida mengaku, pihaknya menemukan penghinaan dan menemukan adanya goyang erotis Ayu Tingting, pada episode 3 Mei 2021.

“Kami juga mendapati pemeran kewanita-wanitaan pada episode yang sama,” pungkasnya.(EditorMRC)