Wali Kota Mataram Akan Mempelajari Kemungkinan Sekolah Dibuka

MATARAM RADIO.COM, Mataram – Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh akan mempelajari kemungkinan sekolah dibuka dan memulai pelajaran tatap muka dengan tetap berpedoman pada protokol kesehatan COVID-19.

“Anak-anak kita sudah terlalu lama tidak melakukan pembelajaran tatap muka dengan guru-guru mereka, karenanya kemungkinan sekolah tatap muka dibuka akan coba kita evaluasi,” kata wali kota yang juga menjadi Ketua Tim Gugus Tugas Percepangan Penanganan COVID-19 di Mataram, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi kondisi kasus COVID-19 di Kota Mataram saat ini sudah mulai landai, dengan adanya 17 kelurahan telah dinyatakan masuk zona hijau COVID-19 dari 50 kelurahan se-Kota Mataram.

BACA JUGA:  Peserta Magang Kerja Jepang Diminta Tunjukkan Jati Diri NTB yang Bertalenta

Selain itu jumlah pasien yang masih dalam perawatan hingga tanggal 17 Agustus 2020, pukul 12.00 Wita hanya tinggal 99 orang dari total pasien positif secara kumulatif 995 orang, 826 orang sudah sembuh dan 70 orang meninggal.

“Alhamdulillah, pasien positif yang masih dirawat sudah jauh berkurang. Karenanya, kondisi ini harus terus kita jaga bersama TNI/Polri untuk membantu masyarakat melakukan upaya pencegahan COVID-19,” kata wali kota yang ditemui seusai memimpin Upacara HUT RI ke-75 tingkat Kota Mataram.

BACA JUGA:  60% Kasus Merariq Kodek, BKKBN NTB Perkenalkan Elsimil

Terkait dengan itulah, sambung wali kota, tim gugus akan melakukan evaluasi dan kajian terhadap berbagai kemungkinan siswa kembali ke sekolah tentunya dengan berbagai persiapan pencegahan COVID-19 dan regulasinya.

“Kita lihat perkembangan, evaluasi dan kaji dulu. Jangan sampai muncul klaster sekolah,” katanya.

Menurutnya, regulasi yang diterapkan sekolah misalnya dengan menggunakan sistem shift agar jumlah siswa dalam satu kelas bisa disesuaikan minimal 50 persen dari kapasitas yang ada untuk menghindari kontak fisik.

BACA JUGA:  Pemprop NTB Dorong Difabel Mandiri

“Yang terpenting, bagaimana kita bisa menjaga anak-anak agar tidak melakukan kontak fisik dan jaga jarak,” katanya.

Sementara menyinggung tentang rencana pemasangan fasilitas jaringan wifi di 325 lingkungan untuk mendukung program sekolah jarak jauh, wali kota menegaskan, meskipun sekolah sudah dibuka, program pemasangan wifi di lingkungan tetap dilaksanakan.

“Ya, untuk wifi di 325 lingkungan tetap kami pasang, meskipun sekolah tatap muka sudah dibuka,” katanya. (Ant)