AS dan Uni Eropa Gagal Hancurkan Ekonomi Rusia

MATARAMRADIO.COM – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa upaya negara Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) untuk menghancurkan ekonomi Rusia telah gagal total.

Seperti diketahui, negara barat meluncurkan saksi ekonomi sebagai balasan atas operasi militer khusus Rusia ke Ukraina.“Negara-negara Barat bermaksud untuk merusak ekonomi Rusia dengan menjarah cadangan devisa, menenggelamkan mata uang nasional [rubel], dan memicu inflasi yang menghancurkan. Namun, rencana ini gagal total,” ujar Putin dalam konferensi Dewan Pembangunan Strategis dan Proyek Nasional Rusia secara virtual sebagaimana dilansir dari Telesurtv, kemarin.

BACA JUGA:  Perbatasan Malaysia-Singapura akan Dibuka 17 Agustus 2020

Putin lantas memuji kebijakan keuangan pemerintah Rusia. Menurutnya, para pemangku kepentingan telah melakukan segala cara untuk mengatasi sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Putin, penurunan 2,5 persen dalam perkiraan produk domestik bruto (PDB) negara itu untuk akhir tahun jauh dari keruntuhan 20 persen yang diprediksi oleh banyak ahli Barat. Apalagi, saat negara Barat secara kolektif melancarkan sanksi ekonomi terhadap Rusia.

BACA JUGA:  Inggris Akan Tempatkan Kapal Perang Permanen di Laut China Selatan

Di tengah sanksi yang dijatuhkan, Vladimir Putin mengatakan fakta mencengangkan bahwa negara Uni Eropa terus mengonsumsi barang dan jasa negaranya. Bahkan tercatat pasokan komoditas Rusia ke negara-negara Eropa meningkat 1,5 kali lipat dalam sembilan bulan pertama tahun ini atau saat perang Rusia dan Ukraina terjadi.

Putin menilai kepemimpinan Uni Eropa sangat lemah terhadap Amerika Serikat (AS) sehingga menyebabkan kesengsaraan ekonomi di kawasan benua biru.

BACA JUGA:  Iran Eksekusi Mati Jurnalis Ruhollah Zam

Putin mengungkapkan bahwa hari ini mitra utama UE, yaitu AS, sedang mengejar kebijakan yang mengarah langsung ke de-industrialisasi Eropa.

“Mereka [UE] bahkan mencoba untuk mengeluh tentang hal itu kepada Tuan Amerika mereka. Kadang-kadang bahkan dengan kebencian, mereka bertanya ‘Mengapa Anda melakukan ini pada kami? Saya ingin bertanya:’ Apa yang Anda harapkan? Apa lagi yang terjadi pada mereka yang mengizinkan kaki untuk diusap pada mereka?” tutur Putin. (EditorMRC)