Serap Aspirasi TV Lokal, Senator Senayan Asal NTB ini Kaget

Kamis (24/2) kemarin, kawan-kawan dari Forum TV Lokal NTB berkesempatan menggelar pertemuan dan diskusi hangat dengan H Sukisman Azmi, anggota DPD RI Dapil NTB, bertempat di Jalik Rumbuk, Jalan Pancor Babakan Mataram.

Selain saya, ada H Samiarto (Dirut I News TV Mataram), Yogi Hadi Ismanto (Dirut Lombok TV) yang juga Ketua FTV NTB dan Ratna Dewi (Dirut LPPL Selaparang TV) dan rombongan.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Haji Sukisman banyak bercerita tentang isu-isu kekinian yang jadi pembicaraan hangat di Senayan.

Misalnya seputar isu pemekaran wilayah di Indonesia, dimana Pemerintah Pusat hanya fokus pada agenda pemekaran di Papua yang rencananya akan dimekarkan menjadi 5 provinsi baru. Namun masyarakat lokal Papua justru ingin memekarkan Kabupaten yang jumlahnya tak tanggung-tanggung diusulkan sebanyak 26 kabupaten daerah otonomi baru.”Untuk Pemekaran PPS (Provinsi Pulau Sumbawa) dan KLS (Kabupaten Lombok Selatan) sepertinya kita harus banyak bersabar dan butuh kerja lebih keras lagi mewujudkannya. Hingga saat ini, PPS dan KLS belum masuk prioritas,”kata wartawan senior NTB ini.

BACA JUGA:  Gubernur NTB Kritisi Masa Depan Radio dan TV

Beliau juga menyinggung mega proyek KEK Mandalika terutama Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika yang sekarang jadi maskot kebanggaan nasional di era Pemerintahan Jokowi.

Namun Haji Sukisman mengakui, pesatnya pembangunan di KEK Mandalika berkat jasa baik Carmelo Ezpeleta, bos besar Dorna Sport yang menunjuk Sirkuit Mandalika sebagai tuan rumah MotoGP. “Masyarakat NTB selayaknya berterimakasih kepada Bos Dorna Sport. Karena pilihan mereka, Jakarta mengamini pembangunan di KEK Mandalika yang berkembang pesat saat ini,”ungkapnya.

Nah, yang menarik dan makin seru. Tentu saja ketika kawan-kawan FTV NTB menyampaikan banyak hal seputar program digitalisasi penyiaran di NTB yang akan diberlakukan mulai April 2022 yakni pelaksanaan suntik mati TV analog, Analog Switch Off alias ASO.

Mendengar paparan kawan-kawan FTV NTB seputar masalah yang dihadapi TV lokal jelang pemberlakuan ASO, Haji Sukisman mengaku sangat kaget dan tak menduga betapa pelik yang dihadapi TV lokal. “Ini masalah serius dan saya pikir dihadapi semua TV lokal di Indonesia. Pemerintah Pusat selayaknya memberi perhatian khusus bagi TV lokal yang sudah survive ini. Saya akan kawal persoalan ini dengan kawan-kawan DPD RI khususnya asal NTB untuk mendiskusikan persoalan yang dihadapi TV lokal dengan Kementerian Kominfo, KPI dan pemangku kepentingan lainnya. Ini masalah serius yang harus jadi atensi para pihak,”jelas mantan Ketua PWI NTB ini.

BACA JUGA:  Hesty Rahayu,ST, MM: KPID Lebih Terorganisir Jika Hirarkis Seperti KPU

Lebih lanjut Haji Sukisman juga meminta FTV NTB memberikan kajian lengkap persoalan yang dihadapi dan disampaikan ke Pemerintah Pusat.”Jangan tanggung-tanggung, Surat juga Pak Presiden agar memberikan atensi demi eksistensi TV lokal yang merasakan beban berat menghadapi suntik mati TV Analog ini,”tegasnya.

Saya secara pribadi menjelaskan pula posisi TV lokal yang tak mudah menghadapi suntik mati TV analog. Baru saja TV lokal sedang belajar beradaptasi dengan disrupsi media, menghadapi media baru dan media sosial lainnya. Datang lagi digitalisasi bak tsunami. Ibarat sudah jatuh akan tertimpa tangga pula.

Kesimpulan diskusi hangat yang berlangsung hingga makan siang itu, membuahkan sejumlah komitmen dan kawan-kawan FTV NTB mengapresiasi dukungan penuh sang senator untuk mengkawal eksistensi TV lokal menghadapi era digital.”Hayo kita kawal sama-sama. Saya akan kerahkan semua kemampuan untuk berkoordinasi dengan DPD RI menyampaikan persoalan yang dihadapi TV lokal NTB,”tandasnya.

BACA JUGA:  Belum Siap Migrasi Digital, TV Lokal di NTB Ancang-ancang Tutup Siaran

Satu yang pasti Haji Sukisman juga menyatakan kesediaan sebagai Dewan Penasehat FTV NTB.
Saya senang sekali, setidaknya akan menambah energi baru bagi Pengurus FTV NTB berkolaborasi dengan mereka yang memang memahami persoalan media dan kenyang pengalaman mengurus media dari nol.

Tak bisa dipungkiri. Pertemuan dengan Haji Sukisman Azmi kemarin merupakan ajang temu kangen insan penyiaran dan pers dengan seniornya. Terlebih Haji Samiarto yang banyak cerita suka suka merintis terbitnya Harian Lombok Post yang dulu bernama Suara Nusa.”Wah kenangan dengan beliau ini banyak sekali. Tak bisa dilupakan,”kata Haji Samiarto dengan suara dan senyum khasnya.

Sukses selalu Sang Senator Senayan. Terimakasih atas dukungannya untuk FTV NTB dan pastinya jamuan khas makan siang Jalik Rumbuk yang luar biasa. Bebalung no Lop‚Ķ!ūüĎć