MATARAMRADIO.COM,Mataram – Pilkada di masa pandemi covid 19 menjadi tantangan tersendiri bagi pasangan calon walikota dan wakil walikota mataram yang akan maju pada 9 Desember 2020. Tak terkecuali pasangan Ir Baihaqi dan Dyah Ratu Ganefi (BARU) yang dinyatakan lolos oleh KPU kota Mataram bersama pasangan lainnya setelah sidang pleno secara tertutup pada Rabu (23/9).

Menurut Ketua Tim pemenangan BARU, Zainul Aidy, pandemi covid 19 merubah tatanan kehidupan masyarakat termasuk didalamnya persoalan politik. Kecermatan dalam menyikapi persoalan tersebut menjadi hal yang diperlukan.”Kita menginginkan sesuatu yang baru. Dengan adanya pandemi, sesuatu yang baru itu perlu diwujudkan,” jelasnya kepada Mataramradio.com, Rabu (23/9).
Sesuatu yang baru dalam tatanan pemerintahan di kota mataram, jelas Zainul tidak bisa disulap sekali jadi tapi perlu proses. Namun proses itu harus jelas arah dan targetnya. Sehingga harapan warga mataram yang menginginkan pembangunan berkarakter bisa diwujudkan. “Sebagai ibukota propinsi, kota mataram harus memiliki karakter dalam pembangunannya. Karakter baru terbentuk apabila kearifan lokal mengisi relung pembangunan,”jelasnya.
Masuknya kearifan lokal dalam pembangunan, tutur Zainul menjadikan masyarakat merasa memiliki sehingga dengan kerelaan hati akan turut dalam gerak pembangunan. “Ketika seseorang merasa nyaman, ia akan dengan sukarela memberikan waktunya demi mimpi di masa depan,” jelas Zainul.
Walaun begitu, kata Zainul tata aturan yang ada di masyarakat jangan sampai terabaikan.” Nilai-nilai adat dalam masyarakat membentuk manusia berkarakter dan beradab sehingga mampu memberikan rasa nyaman bagi manusia lainnya. Ini menjadi kunci dalam membentuk mataram dengan wajah baru yang berkarakter,” tegas Zainul.(MRC 03).