Daftar 8 Politisi Senior NTB yang Terancam Gagal Menuju Senayan

Berdasarkan hasil hitung langsung sementara (real count) terkini KPU pada Selasa (27/2) Pkl. 22.10 WITA, sejumlah partai diprediksi gagal memenuhi syarat 4 % Parliamentary Thresold (PT) antara lain PSI, Perindo, Gelora, Hanura, Partai Buruh, PBB, Partai Ummat, Partai Garuda, dan PKN.

Menurut Pasal 414 ayat 1 dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, ambang batas parlemen 4 persen dari total suara sah tingkat nasional, guna memenuhi syarat mendapatkan kursi di DPR RI.

Inilah daftar politisi senior NTB atau politisi nasional asal NTB yang terancam gagal menuju Senayan.

1. TGB Dr HM Zainul Majdi MA

Mantan Gubernur NTB dua periode yang kini menjabat Ketua Harian Nasional DPP Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) Dr HM Zainul Majdi MA sudah dapat dipastikan gagal melenggang ke Senayan sebagai anggota DPR RI. Pasalnya Partai Perindo belum bisa memenuhi syarat ambang batas parlemen sebesar 4% berdasarkan hasil quick count sejumlah lembaga survei terpercaya termasuk hasil hitung langsung (real count) KPU terkini. Padahal TGB merupakan satu-satunya Caleg DPR RI Dapil NTB 2 dengan perolehan suara tertinggi yakni 114.639 suara.

BACA JUGA:  Peringati HUT PDI Perjuangan ke-51, Rachmat Hidayat: Saatnya Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat

2. Fahri Hamzah

Politisi nasional asal NTB Fahri Hamzah juga harus gigit jari. Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini gagal menuju Senayan karena mengalami nasib serupa dengan TGH Dr HM Zainul Majdi MA. Partai yang didirikannya gagal memenuhi ambang batas parlemen 4 persen. Hingga berita ini diturunkan Fahri Hamzah mendulang sedikitnya 33.348 suara.

3. H. Rachmat Hidayat

Dikenal sebagai maestro politisi senior NTB, H Rachmat Hidayat yang juga ketua DPD PDIP NTB diprediksi gagal mempertahankan kursinya sebagai anggota fraksi PDIP DPR RI selama 3 periode berturut-turut.  Meskipun suara yang diraihnya cukup tinggi 44.175 suara , namun sayang sekali, jumlah suara PDIP untuk mendapatkan kursi DPR RI tidak masuk 8 besar partai dengan raihan suara terbanyak pada Dapil NTB 2 Pulau Lombok.

4. Dr. Kurtubi, S.E., M.Sc., M.Sp.  

Anggota Fraksi Nasdem DPR RI yang dikenal sebagai Pakar perminyakan sekaligus  Politisi nasional kelahiran Kediri Lombok Barat Dr Kurtubi kali ini tidak mampu mempertahankan kursinya di Senayan. Pasalnya, raihan suara yang diperolehnya sungguh jauh dari harapan yakni 5.451 suara berdasarkan real count KPU terkini pada Selasa (27/2) Pkl. 22.44 WITA.

BACA JUGA:  Rachmat Hidayat Minta Juaini Taofik dan Muhammad Rum Sukseskan Program Pemerintah Pusat

5. Suryadi Jaya Purnama (SJP)

Anggota Fraksi PKS DPR RI dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB) II yaitu Suryadi Jaya Purnama, S.T atau lebih dikenal dengan SJP kelahiran Lenek Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, 49 tahun silam atau tepatnya 25 Februari1974.

SJP pada Pemilu kali ini, untuk sementara harus puas bertengger di posisi runner up atau peringkat dua raihan suara Caleg PKS DPR RI Dapil NTB 2 Pulau Lombok. Raihan suara yang dikumpulkan hingga berita ini diturunkan yakni 42.530 suara.

SJP harus merelakan kursinya diduduki rekan satu partai yang memperoleh suara terbanyak yakni H Abdul Hadi SE MM yang mendulang sedikitnya  46.985 suara.

6. Dr. H. Muhammad Syafrudin, S.T., M.M.  

Anggota Fraksi PAN DPR RI kelahiran Bima 6 Agustus 1968 dikenal sebagai politikus Indonesia yang menjabat selama tiga periode  sejak 2009 hingga sekarang.

Namun sepertinya langkah sosok yang akrab disapa Dae Rudi ini terancam terhenti menuju Senayan. Pasalnya, raihan suara yang dikumpulkan partainya hingga berita ini diturunkan masih belum bisa mengejar posisi 3 besar jatah kursi untuk DPR RI Dapil NTB 1. Dia sendiri mampu mendulang suara cukup tinggi yakni 44.318 suara.

7. Dra Hj Wartiah

Dra. Hj. Wartiah, M.Pd. (lahir 31 Desember 1968) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR-RI periode 2019–2024. Ia mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram. Wartiah merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan, ia duduk di Komisi XI.

BACA JUGA:  Mi6 Nilai Eksistensi Pasangan Zul-Rohmi Paling Ingin Diusik Jelang Pilgub NTB 2024

Pada Pemilu legislatif 2024, Hj Wartiah terancam tidak bisa mempertahankan kursi DPR RI karena kalah suara dengan rekan satu partai. Wartiah untuk sementara hanya mampu mendulang sebanyak 27.408 suara dan berada di peringkat kedua.

8. H. M. Syamsul Luthfi

M. Syamsul Luthfi, S.E. (lahir 30 Januari 1971) adalah politikus Indonesia yang menjabat sebagai anggota DPR-RI selama dua periode (2014–2018 dan 2019–2024). Untuk periode kedua, ia mewakili daerah pemilihan Nusa Tenggara Barat II, yang meliputi Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kota Mataram. Saat ini, Luthfi merupakan kader Partai NasDem, ia bertugas di Komisi X. Sayang, dia mengalami nasib serupa dengan rekannya satu partai Dr Kurtubi yang bakal terancam gagal melenggang ke Senayan karena raihan suaranya  kalah bersaing dengan rekan lainnya satu partai. Lutfi mengumpulkan sedikitnya 23.419 suara. (editorMRC)