MATARAMRADIO.COM, Beijing – Republik Rakyat China terus bergerak menciptakan berbagai terobosan di tengah upaya negeri itu merajai ekonomi digital dunia.

Zhongguancun Beijing, yang lebih dikenal sebagai Silicon Valley China, mengincar pertumbuhan ekonomi digital baru dalam peta jalannya untuk lima tahun ke depan. Upaya itu juga dengan harapan bisa memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih maksimal di masa mendatang

“Total pendapatan ekonomi digital di Zhongguancun Science Park diperkirakan melebihi 6 triliun yuan (sekitar USD917 miliar), dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata tidak kurang dari 15 persen,” demikian peta jalan ekonomi digital 2025 yang dirilis komite manajemen Zhongguancun, dikutip dari Xinhua, Senin (14/12/2020).

Dari Januari hingga Oktober tahun ini, pendapatan ekonomi digital Zhongguancun tumbuh 16,3 persen secara tahun ke tahun menjadi 2,56 triliun yuan, dengan perkembangan baru dalam aplikasi internet untuk layanan medis, pendidikan, dan perkantoran.

Zhongguancun memiliki tujuan untuk melakukan terobosan dalam bidang teknologi dan aplikatif, membina perusahaan yang kuat dalam ekonomi digital, dan mendukung inovasi industri. Ini akan semakin meningkatkan inovasi dan penerapan Artificial Intelligence (AI), data besar, blockchain, Internet of Things, dan akan memajukan integrasi ekonomi digital dan ekonomi riil.

Sementara itu, Capital Economics memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) China meningkat 10 persen dan ekonominya akan terus menjadi yang terbaik secara global pada 2021. Sedangkan bank sentral China diyakini akan mulai menaikkan suku bunga pinjaman pada tahun depan.

“PDB China akan meningkat 10 persen pada 2021, lebih tinggi dari konsensus pasar saat ini sebesar 7,9 persen berkat pelonggaran dari stimulus fiskal,  rebound dalam konsumsi dan jasa, percepatan pertumbuhan pendapatan, dan efek dasar yang bagus,” tulis Capital Economics.

“Ke depan, sementara konsensus analis telah berubah lebih optimistis dalam beberapa bulan terakhir, kami pikir masih ada ruang untuk kejutan kenaikan (atau pertumbuhan ekonomi China) lebih lanjut,” jelas Ekonom Senior China Julian Evans-Pritchard, dan Kepala Ekonom Asia di Capital Economics Mark Williams.

Capital Economics memperkirakan PDB China akan meningkat 2,5 persen pada 2020 dibandingkan dengan konsensus analis sebesar dua persen.

Para ekonom mengatakan pendorong pertumbuhan domestik China akan tetap kuat dalam waktu dekat, sementara kinerja ekspor akan mulai melemah di tengah peluncuran vaksin di pasar negara maju.

“Lonjakan tingkat tabungan di awal 2020 mengartikan rumah tangga China memiliki banyak ruang untuk meningkatkan pengeluaran karena kepercayaan diri meningkat,” kata Evans-Pritchard dan Williams.

Pertumbuhan ekonomi China pada kuartal keempat 2020 berada di jalur yang lebih tinggi dari perkiraan Capital Economics tahun lalu.

Kuatnya ekonomi China akan membuka jalan bagi beberapa pengetatan kebijakan di tahun depan dengan fokus dialihkan kembali ke pengendalian utang pemerintah yang tumbuh relatif cepat. (ATN/Asiatoday.id/MRC)