MATARAMRADIO.COM, Selong –  Manajemen Pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lombok Timur menuai  kritik dan sorotan tajam sejumlah kalangan.  Mulai soal sistem administrasi yang dinilai kurang tertata dengan baik hingga kesan pelayanan yang diduga masih tebang pilih. Lantas?

Kekecewaan pun dilontarkan Pimpinan Pemuda Nahdatul Wathan (NW) Lombok Timur yang meminta Baznas Lombok Timur melakukan introspeksi internal. ” Kami nilai menagement pengelolaan Baznas Lotim masih amburadul dan perlu diperbaiki,” tegas Ketua PD Pemuda NW Lotim, Hasanah Efendi di Selong, kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Hasfen ini,pengelolaan Baznas Lotim juga dinilai tidak sehat. Pihaknya melihat masih dijalankan  sistem kedekatan dengan penguasa. “Artinya siapa yang dekat dan lebih dikenal maka akan cepat dilayani, sedang yang tidak dikenal  terabaikan kendati melakukan upaya secara procedural,”ulasnya.

Ia mencontohkan bagaimana ‎Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKSA) yang mengajukan proposal ke pihak Baznas Lotim. Tapi karena tidak dikenal akhirnya diabaikan. “Namun saat dikomplain soal proposal yang diajukan, pihak Baznas dengan seenaknya bilang proposalnya hilang, dan diminta buat proposal baru lagi,”ceritanya.

Hasanah Efendi, Ketua Pimpinan Daerah Pemuda NW Lotim I Foto: Lalu Bambang

Hasfen menilai, dengan seringnya  terjadi  kasus kehilangan proposal dan respons pihak Baznas Lombok Timur yang kurang tanggap menunjukkan lembaga tersebut belum menjalankan tata kelola administrasi yang baik dan profesional.

Tidak itu saja, Hasfen juga menerima sejumlah aduan terkait perilaku oknum petugas Baznas  soal pengelolaan uang ummat itu yang cenderung ke arah monopoli dalam penyalurannya.”Bahkan  masyarakat harus gigit jari saat mau memasukan proposal bantuan, ada tulisan di pintu mohon  maaf sementara tidak menerima proposal, tapi ketika ada orang yang kenal dengan pengurus Baznas membawa proposal bisa langsung masuk dan cepat cair,”keluhnya.

Ia menyebutkan,keluhan yang diadukan salah satu pengurus LKSA Lombok Timur yang harus bolak balik membuat proposal sampai tiga kali, karena proposal pertama dan keduanya hilang. Kemudian diminta lagi membuat proposal baru untuk kali ketiga.” Masak proposal orang bisa hilang dalam ruangan yang begitu megah dan esklusif. Saya menduga ini ada kesengajaan,” tukasnya.

Di sisi lain, Hasfen  juga mencium ketidakharmonisan dalam unsur pimpinan Baznas Lombok Timur dan mendesak  Bupati mengevaluasi kinerja lembaga tersebut. “Karena  Bupati  yang SK- kan harus memperbaiki kondisi ini. Jangan sampai karena kepentingan tim Bupati pada Pilkada 2018 lalu urusan ummat diabaikan,”sebutnya.

Terpisah, Pengurus Baznas Lotim, L.Muhir saat dikonfirmasi MATARAMRADIO.COM mengakui adanya  masalah dalam urusan administrasi dan terus berupaya melakukan perbaikan tata kelola administrasi yang baik.” Terima kasih atas kritik dan saran berbagai pihak terhadap Baznas Lotim untuk arah lebih baik,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah mengingatkan Sekretaris Baznas Lombok Timur agar tidak mengabaikan dan menata administrasi lembaga termasuk dalam hal pengarsipan surat masuk dan keluar. “Agar tidak ada permasalahan seperti proposal hilang maupun lainnya. Kita sudah minta untuk membuat rak atau lemari tempat pengarsipan proposal maupun lainnya agar lebih tertata dengan baik,” tandasnya. (MRC-05)