Bupati Lotim: Kepastian Pelaksanaan Shalat Ied Diumumkan Jumat Malam

MATARAMRADIO.COM, Selong – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur akan mengumumkan pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H pada Jumat malam mengacu pada hasil Rapid Test Berbasis Pasar yang dimaksudkan untuk mengetahui sejauhmana potensi penyebaran Covid 19 di Lombok Timur. Rapid test sendiri telah dilaksanakan sejak Rabu (20/5).

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengatakan, pelaksanaan rapid test berbasis pasar merupakan salah satu kajian apakah Shalat ied bisa dilaksanakan di masjid atau tidak.”Jika hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan, maka shalat ied di masjid bisa kita laksanakan,”ucapnya.

BACA JUGA:  Presiden Minta Penyaluran Dana BLT Desa dan Bansos Tunai Dipercepat
Foto: Lalu Bambang

Demi suksesnya rapid test berbasis pasar, bupati meminta tim berkoordinasi dengan preman pasar. Jika didekati dengan baik, maka mereka juga akan mengikuti kebijakan dari Bupati. “Preman pasar bukan penghambat kita dalam pelaksanaan ini, kita akan ajari para preman memakai Thermogun,” tandasnya.

Sejauh ini, dari hasil rapid test berbasis pasar yang dilaksanakan, tidak ditemukan ada indikasi yang mengarah gejala pasien terpapar Covid 19. Sebagaimana rapid test di Pasar Pegondang Kecamatan Sakra, tidak menemukan pedagang maupun pembeli yang suhu tubuhnya diatas 37 derajat. “Sejauh ini di Pasar Keruak, kami belum menemukan hasil Thermogun yang melebihi 37 derajat, rata-rata pembeli maupun pedagang masih dalam kondisi normal,” ucap Nurul Adian Eka Yuniati, Tenaga Kesehatan Puskesmas Sakra.

BACA JUGA:  Festival Senggigi Sukses

Disebutkan, selain memeriksa suhu tubuh, pihaknya juga menanyakan langsung kondisi para pedagang maupun pembeli tersebut apakah mengidap gejala covid-19 atau tidak. Selain itu juga, ia mengedukasi masyarakat akan pentingnya menggunakan masker, sosial distancing maupun physical diatancing.

“Kami mengedukasi masyarakat sekaligus memberikan masker gratis kepada pedagang dan pembeli,” jelasnya.

Rapid test berbasis pasar akan dilaksanakan selama tiga hari untuk menyisir pasar di Kabupaten Lombok Timur, agar secepatnya diketahui rapid test berbasis pasar, dan pada hari Jumat khusus untuk pelaksanaan rapid test berbasis masjid, sehingga pada Jumat malam, Bupati Lotim bisa mempertimbangkan keputusan terkait hasil dari syarat tersebut. (MRC-05)

BACA JUGA:  Catat! Agenda dan Mata Lomba MTQ XXIX NTB 2022 di Lombok Timur