MATARAMRADIO.COM, Selong –  Tim Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid 19 Lombok Timur terus melakukan penelusuran terhadap warga masyarakat yang terindikasi melakukan kontak dengan mereka yang dinyatakan positif menderita penyakit Virus Korona.

Total  warga yang telah dilakukan tracking contact sebanyak 1010 orang dan hasil rapid test menemukan fakta  58 orang dinyatakan reaktif.  “Dari hasil tracking tersebut mendapati ribuan warga yang berasal dari Klaster Aik Nyambuk, Klaster Gowa dan juga warga yang pernah kontak dengan pasien positif,”ungkap H Faturahman,  Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Percepatan Covid-19 Lotim, Rabu (22/4).

BACA JUGA:  Dukung Sang Kakak Nyapres, Wabup Sumbawa Dicibir Fesbuker

Disebutkan, dari 1010 orang tersebut, ada 128 orang ada hubungan dengan Klaster Gowa dan 34 orang dinyatakan reaktif. Data tersebut merupakan data kumulatif yang berhasil dirangkum oleh Satgas Lotim sejak 1 sampai dengan  20 April 2020. “Semua yang dinyatakan reaktif sudah selesai penanganan di Rusunawa Labuhan Lombok  maupun di RSUD Soedjono Selong dan 9 diantaranya baru dibawa ke Rusunawa untuk menjalani karantina,”ulasnya.

BACA JUGA:  Bupati Lotim: Kepastian Pelaksanaan Shalat Ied Diumumkan Jumat Malam

Dari hasil tracking contact yang didapati reaktif, jelas Faturahman, mereka akan ditangani lebih lanjut berdasarkan gejala yang dialami, pasien reaktif dengan gejala ringan akan dibawa ke rusunawa untuk dikarantina dan berstatus ODP atau Orang Dalam Pengawasan. Sedangkan untuk pasien dengan  gejala berat akan dirawat di RSUD sesuai dengan SOP yang ada dan dikategorikan sebagai PDP atau Pasien Dalam Pengawasan.  “Dari data hasil rapid tes terbaru dari kemarin tanggal 19 s/d 20 April,sebanyak 9 orang yang dibawa ke rusunawa untuk dikarantina,” tandasnya.

BACA JUGA:  5 Guru Besar yang Terjerat Kasus Korupsi di KPK, Siapa Mereka?

Pihak Gugus Tugas Lotim berharap dengan dilakukan tracking contact  dapat mengurangi angka penyebaran covid-19 di Lombok Timur. Masyarakat juga diimbau agar melaporkan ke Puskesmas atau Gugus Tugas, bila ada keluarga atau tetangganya yang baru pulang dari luar daerah.”Tetap jaga kesehatan mulai dari lingkup terkecil yaitu keluarga di rumah dengan tetap menjaga kebersihan lingkungan,” tutupnya. (MRC-05)