MATARAMRADIO.COM –  Ada instrukti tegas yang disampaikan Presiden Jokowi ketika memberi pengantar pada rapat terbatas persiapan Ramadhan dan Idul Fitri melalui tele conference Kamis (2/4).

Adapun instruksi tersebut disampaikan kepada Mendagri Tito Karnavian agar memberikan teguran pada kepala daerah yang memblokor jalan sehinga mengganggu kelancaran distribusi logistik. “Ini saya harapkan juga, memberikan teguran kepada daerah-daerah yang memblokir jalan-jalannya, agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu,” tegas Presiden.

Presiden mengaku, bahwa dirinya telah mendapatkan laporan dari dua daerah perihal terganggunya distribusi beras karena jalan-jalan yang ditutup. Presiden meminta agar kepala daerah perlu diberi tahu mengenai hal ini.

Sejumlah kepala daerah menutup akses jalan ke wilayahnya sebagai upaya memutus rantai penyebaran Virus Korona. I Foto : Kompas.com

Presiden Jokowi mengatakan bahwa bulan Ramadan dan Lebaran saat ini berada dalam konteks yang berbeda dari sebelumnya, karena kita menghadapi tantangan virus corona (Covid-19).

BACA JUGA:  Presiden: Kejaksaan Harus Bersih

Karena itu, ada beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian bersama Presiden kemudian memberikan tiga arahan untuk perrsiapan Ramadan dan Idul Fitri 2020.

Pertama, betul-betul dicek di lapangan ketersediaan bahan-bahan pokok.

“Saya sudah cek juga ke Bulog, saya cek ke daerah-daerah mengenai panen raya seperti apa. Saya melihat beras, daging, telur, gula, terigu, dan lain-lainnya masih berada pada kondisi baik,” ujar Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, untuk gula, Menteri Pertanian sudah menyampaikan bahwa minggu-minggu depan mungkin harga akan turun pada kondisi normal lagi Rp12.500.

“Dan Mendag juga menyampaikan kepada saya bawang juga beberapa sudah masuk dan kita harapkan bawang putih pada minggu-minggu depan, atau syukur minggu ini sudah kembali ke normal harga di Rp20.000 sampai Rp30.000,” kata Presiden.

BACA JUGA:  Brem Berujung Kematian

Kepala Negara juga minta untuk  memastikan semuanya agar distribusi logistik ini lancar, kebutuhan pokok tersedia di pasar-pasar.

“Ini saya harapkan juga memberikan teguran kepada daerah-daerah yang memblokir jalan-jalannya agar urusan distribusi logistik ini tidak terganggu,” tegas Presiden.

Presiden mengakui kemarin telah mendapatkan laporan dari dua daerah, urusan beras ini agak terganggu karena jalan-jalan yang ditutup sehingga kepala daerahnya perlu diberi tahu mengenai hal ini.

Kedua, berkaitan dengan paket perlindungan sosial dan jaminan sosial bagi masyarakat yang berada di lapisan bawah.

BACA JUGA:  Wagub Ajak Warga NTB Sukseskan Sensus Penduduk Online

“Tadi juga saya sudah perintahkan agar segera dieksekusi dan langsung dibagikan ke lapangan,” ujarnya.

Baik itu, lanjut Presiden, yang berkaitan dengan PKH, dengan sembako lewat Kartu Sembako, Kartu Prakerja, berkaitan dengan pembebasan biaya listrik untuk pelanggan 450 VA dan 50% untuk 900 VA.

“Kalau ini di lapangan segera tereksekusi akan baik bagi masyarakat kita,” katanya.

Ketiga, pelibatan tokoh-tokoh agama, tokoh ormas untuk memberikan pendidikan, mengedukasi masyarakat dalam menyosialisasikan disiplin penerapan jaga jarak aman itu betul-betul bisa dikerjakan.

“Mengenai pentingnya cuci tangan perlu disampaikan. Mengenai mengurangi mobilitas untuk keluar rumah perlu disampaikan,” kata Presiden.

Kedisiplinan memakai masker, menurut Presiden, perlu disampaikan dan juga penerapan pembatasan sosial berskala besar.

“Ini perlu terus disampaikan dalam rangka kita menjalankan protokol kesehatan secara ketat, baik di rumah maupun di luar rumah secara disiplin,” pungkas Presiden.(MRC-01/Setneg)