Panen Rupiah dari Tumpukan Sampah

MAT-ARAMRADIO.COM – Sampah rumah tangga menjadi bagian terpenting terjadinya penumpukan sampah di berbagai wilayah. Bahkan, persoalan sampah sering menjadi kendala utama dalam penataan lingkungan yang bersih dan asri.


Namun sebenarnya, persoalan sampah bisa diatasi jika manusia mau bijak dalam mengelolanya.
Sampah organik maupun sampah non organik ternyata bisa bermanfaat bagi manusia jika dikelola oleh tangan-tangan kreatif.


Sampah non organik, misalnya jika dikelola oleh tangan kreatif bisa berubah menjadi pernik-pernik menarik mulai dari tas cantik nan nyentrik hingga tas belanja ke pasar. Dan itu bisa memunculkan pundi -pundi rupiah.


Sedang sampah organik atau sampah basah bisa didaur ulang menjadi kompos atau pupuk yang berguna Untuk menyuburkan tanaman.


Pupuk dari sampah organik ada yang berupa pupuk cair maupun pupuk padat. Keduanya sama bermanfaatnya bagi pertumbuhan tanaman.


Salah satu pengelolaan sampah basah yang terus berkembang di masyarakat yakni memanfaatkan sampah basah untuk budidaya Magot.


Magot merupakan perkembangan atau fase lanjutan dari telur Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam. Atau biasa juga dikenal sebagai fase pertama pertumbuhan BSF .

BACA JUGA:  Temuan Mayat di Medas, Polisi Tunggu Keterangan Dokter


Pertumbuhan BSF dimulai dari telur- baby magot- – magot dewasa- prepupa – pupa dan lalat dewasa.


“Pertumbuhan dari telur hingga menjadi lalat dewasa membutuhkan waktu sekitar 45 hari.,” jelas Indra pengelola BSF Lingsar.

Pemberian Makan dan Perawatan Magot


Perawat magot termasuk mudah dilakukan, siapapun bisa melakukannya mulai anak -amak hingga orang dewasa. Hanya saja ,untuk memberikan makanan ke Magot terkadang orang-orang merasa jijik karena makanan magot berupa sisa-sisa makanan basah.


Jelasnya, sisa makanan basah tidak melulu berbentuk buah tapi bisa juga, sayuran atau apapun yang menjadi sisa makanan orang bisa menjadi makanan Magot.


Prosesnya pun tidak sulit, cukup sisa makanan itu dilepas di biopon, tempat tumbuh Magot. dan biarkan Magot menyelesaikan tugasnya menghabiskan makan sisa tersebut.


Sementara untuk perawatan Magot tidak sulit, hanya perlu dijaga dari gangguan predator atau hewan jenis lain yang dapat mengganggu pertumbuhannya seperti semut, tikus atau jenis predator lainnya.

Masa Panen Magot dan Harga Jual


Magot sudah bisa dipanen sekitar umur 12 – 14 hari sejak masa penetasannya. Dengan waktu yang relatif singkat, Magot sudah bisa memberikan penghasilan sampingan bagi pemeliharanya.

BACA JUGA:  Kemenkumham NTB Berbagi di Ponpes Al Madinah


Namun, jika ingin penghasilan besar maka populasi magot harus diperbanyak. Misal, harga Magot basah Rp 6000 perkilogram. Jika ingin mendapatkan penghasilan Rp 300 ribu per hari maka Magot yang harus terjual 50 kg.


Kemudian muncul pertanyaan, kemana Magot dijual? Tidak perlu takut. Magot banyak dimanfaatkan oleh para peternak baik peternak unggas maupun ikan.


“Sebagai makanan tambahan,” kata Indra pengelola BSF Lingsar.


Menurut Indra, banyak peternak unggas dan Ikan yang memanfaatkan Magot sebagai suplemen karena kandungan proteinnya yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap pertumbuhan hewan peliharaan.


“Ayam atau ikan akan lebih cepat besar,” katanya


Hal ini juga diakui Udin, penggemar ayam. Menurutnya, sejak ayamnya diberi makan Magot, sebagai suplemen ayamnya cepat besar .


“Kalau saya lepas ayam itu dari kandang dan loncat turun ke tanah terdengar suara bug, kayak benda berat jatuh. Kandang saya juga lebih senang kasih makan Magot saja daripada makanan butiran. lebih kuat makannya,” katanya.

Makanan Magot


Magot tidak memilih makanan apa yang diberikan. Semua jenis sampah basah akan dilalapnya jika sudah masuk ke biopon tempat pembesaran magot..

BACA JUGA:  Bayi yang Dibuang di Wadon Dirawat di UPT Kemensos


“Sisa sampah dapur apapun jenisnya,bisa menjadi makanan magot,” jelas Setyo pengelola Magot “Keluarga Damai Ranjok Gunungsari.


Bahkan, kalau ada makanan berupa usus ayam atau bangkai binatang akan mempercepat pertumbuhan Magot.


“Magot akan terlihat lebih besar dan gemuk,” katanya


Dengan makanan bervariasi baik dari buah dan sayur serta sisa ikan akan mempercepat masa panen Magot.

Pengolahan Magot


Setelah melewati masa pertumbuhan sekitar 12 -14 hari, saatnya Magot dipanen.


“Magot basah bisa langsung digunakan sebagai pakan ternak. Tapi, jika ingin memasarkan lebih luas lagi,maka Magot harus dikeringkan,” tutur Windu, pengelola TPS Midang yang juga pembudidaya Magot.


Menurut Windu, pengolahan Magot kering membutuhkan bahan Magot lebih banyak namun itu sesuai dengan harga jualnya.


“Untuk ukuran 180 gram, kami jual dengan harga Rp 30 ribu,” katanya.


Atas inovasinya ini, Windu mengaku produknya sudah masuk ke beberapa toko yang ada di Kota Mataram.


Biasanya, kata Windu Magot kering digunakan sebagai pakan burung atau ikan, yang dipelihara dalam aquarium.


Melihat dari pasar yang ada, nampaknya budidaya Magot bisa menjadi satu alternatif bagi masyarakat yang ingin lingkungannya tetap bersih dan bisa menghasilkan. Kuncinya , jangan ragu mencoba. (ASLINEWS)