Deflasi Lotim Minggu II Desember 2023 Terbaik Pertama di Indonesia   

Baik inflasi maupun deflasi oleh BPS (Badan Pusat Statistik) diukur dengan  indeks yang dikenal dengan Indeks Harga Konsumen (IHK). Inflasi dihitung berdasarkan IHK yakni IHK pada waktu tertentu dikurangi dengan IHK waktu sebelumnya kemudian dibagi dengan IHK waktu sebelumnya. Oleh BPS data inflasi (maupun deflasi) dipublikasikan secara berkala setiap bulan.                

BACA JUGA:  Kemiskinan Terselubung Kaum Berpendidikan (Refleksi 3 Tahun Kekuasaan Zulrohmi)

      Berbeda dengan BPS, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mempublikasikan data inflasi maupun deflasi setiap minggu dengan menggunakan sebuah indeks yang dikenal dengan Indeks Perkembangan Harga (IPH). Perhitungan IPH ini bersumber dari data pemantauan harga kebutuhan pokok setipa hari yang dilakukan oleh Dinas Perdagangan. Dalam perhitungan IPH tersebut secara statistik digunakan metode indeks Laspeyres. Metode ini dikembangkan oleh Etienne Laspeyres (1834-1913) seorang ahli ekonomi dan ahli statistik asal Jerman.           

      Bagaimana perkembangan inflasi di Lombok Timur (Lotim) pada bulan Desember 2023 berdasarkan data IPH?. Berdasarkan data IPH yang dipublikasikan Kemendagri bahwa pada bulan Desember 2023 Lotim justru mengalami deflasi bukan inflasi. Berdasarkan data IPH pada minggu IV November 2023 Lotim mengalami inflasi sebesar 5,68 kemudian  pada minggu I Desember 2023 mengalami deflasi sebesar minus (-5,86) dan pada minggu II Desember 2023 mengalami deflasi sebesar minus (-8,36). Bahkan, deflasi yang dicapai Lotim pada minggu I Desember 2023 merupakan capaian terbaik kedua dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Sedangkan, deflasi yang dicapai Lotim pada minggu II Desember 2023 merupakan capaian terbaik pertama dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia

BACA JUGA:  Upacara Peringatan HUT RI ke-75 Tingkat Kabupaten Lombok Timur

      Dari sisi kebijakan publik, capaian tersebut menggambarkan keberhasilan Penjabat Bupati Lombok Timur, Drs.H.M.Juaini Taofik, M.AP dalam mengendalikan inflasi di Lotim. Dalam pada itu, keberhasilan Lotim ini diapresiasi oleh Kemendegari untuk dijadikan sebagai “good practices” bagi daerah lain. Terkait keberhasilan dimaksud, ada 4 (empat) langkah strategis  yang telah dilakukan oleh Penjabat Bupati Lombok Timur, Drs.H.M.Juaini Taofik, M.AP dalam pengendalian inflasi. Pertama, pemantauan harga kebutuhan pokok secara terus-menerus yang berlangsung setiap hari. Kedua, pelaksanaan operasi pasar yang dilakukan sebanyak 5 (lima) kali setiap minggu. Ketiga, memangkas rantai pemasaran dari sejumlah komoditas seperti cabe. Keempat, mengkomunikasikan harga kebutuhan pokok secara transparan melalui media massa.  (*)                    

BACA JUGA:  Yang Selalu Terlupa Dalam Kontes Pemilihan
>