Mataram Jadi Kota Sangat Inovatif, Siapa Takut!

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Sebagai Pusat Ibukota Pemerintahan di Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram ternyata telah menorehkan tinta emas dalam sejarah sebagai Kota Paling Inovatif di Indonesia. Bahkan capaian itu diraih dua kali yakni tahun 2018 dan 2020.

Bisa jadi, raihan prestasi itulah yang membuat Pemerintah Kota Mataram di bawah kepemimpinan Walikota Mohan Roliskana dan Wakil Walikota TGH Mujiburahman terus berikhtiar agar bisa meraih predikat yang sama tahun ini.


Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengungkapkan Pemerintah Kota Mataram terus melahirkan para inovator baru yang bergerak untuk kemajuan masyarakat. Para inovator ini terdiri dari ASN dan masyarakat umum, yang berhasil dijaring melalui Lomba Inovasi Daerah Tahun 2021 yang dilaksanakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Mataram, dalam beberapa bulan terakhir.
“Saat ini, hasil inovasi yang dilombakan tengah diregistrasi ke Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) selaku pendata dan penilai Lomba Inovasi Daerah tingkat nasional,”katanya ketika memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peregistrasian Inovasi Daerah, Senin (22/06).

BACA JUGA:  Target Pengamanan Nataru

Menurut Martawang, kegiatan Bimtek adalah bagian dari ikhitar untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas inovasi di Kota Mataram, terlebih pada tahun 2018 dan tahun 2020 Kota Mataram mendapatkan penghargaan sebagai “Kota Sangat Inovatif”, bahkan pada tahun 2018 mendapat penghargaan sebagai Kota Terinovatif dalam Innovative Government Awards (IGA) yang diselenggarakan oleh Kemendagri. “Dalam penilaian Kemendagri melihat indeks Inovasi Daerah yakni himpunan inovasi daerah yang telah dilaporkan kepada Menteri Dalam Negeri sebagai bentuk pembaharuan dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah yang sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah,”sebutnya.

BACA JUGA:  Walikota Mataram: Perencanaan Bukan Hanya Teknokratik, juga Deliberatif  

Adapun kriteria penilaian lomba, lanjut Martawang, meliputi pembaharuan, manfaat, kepentingan publik, urusan dan kewenangan Pemerintah Daerah (Pemda), dan Replikasi. “Replikasi ini bisa internal dan eksternal, internal bisa ditiru dalam daaerah, kemudian eksternal bisa direplikasi oleh daerah lain juga” terangnya

Dengan lahirnya inovator baru ini, Martawang berharap kedepan prestasi yang diraih dapat meningkatkan daya saing inovasi Kota Mataram dengan daerah lain di Indonesia.

BACA JUGA:  KONI NTB Optimis Raih 20 Emas di PON XXI

Sementara itu Kepala Litbang Kota Mataram Lalu Jauhari menjelaskan saat ini jumlah inovasi yang disiapkan untuk proses registrasi sebanyak 32 inovasi yang terdiri dari 28 inovator. “Tahun lalu jumlah inovasi yang didaftarkan di Kemendagri sebanyak 19 inovasi dengan kategori: inovasi dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi daerah lainnya. Dengan mendapatkan indeks inovasi sebesar 3.440 dari standar indeks minimal 1.000,”jelasnya sebagaimana dilansir dari siaran pers Diskominfo Kota Mataram. (EditorMRC)