MATARAMRADIO.COM,Selong – Untuk kali ketiga, TGH Ishak Abdul Gani LC kembali mendapat mandat sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lombok Timur masa bakti 2020-2025 yang diputuskan dalam Musyawarah Daerah (Musda) MUI Lombok Timur di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur, Sabtu (21/11).

Selain memilih TGH Ishak Abdul Gani LC sebagai Ketua, Tim formatur juga memilih Ustadz Sujono sebagai Sekretaris MUI Lombok Timur yang kebetulan adalah Ketua Panitia Musda MUI Lombok Timur 2020.”Kita harapkan Ketua dan Sekretaris baru akan dapat melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya untuk kemajuan MUI Lombok Timur,”kata TGH Ahmad Rubai Munawar LC selaku pimpinan sidang dan tim formatur.
Ketua terpilih TGH Ishak Abdul Gani LC menyatakan bahwa amanah yang diberikan kepadanya merupakan ladang mengamalkan ilmu kepada masyarakat. Dia bersama tim formatur akan berusaha mengakomodir tuan guru untuk ikut bersama-sama bermuhasabah bagi kepentingan ummat.” Amanah itu jangan dianggap sebagai harta rampasan. Jadi ini wadah kita beramal jariah,”ulasnya.

Musda kali ini diikuti sekitar 100 peserta dari unsur dewan penasehat MUI Lotim, Dewan Pimpinan Harian, Pimpinan Komisi, utusan kecamatan dan Ormas Islam Lombok Timur.
Acara pembukaan dihadiri Ketua MUI NTB Prof DR H Syaiful Muslim, Sekda Lombok Timur mewakili Bupati, Perwakilan Dandim, Polres, Forkopimda dan sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Ketua MUI Lombok Timur periode 2015-2020 TGH Ishak Abdul Gani LC memaparkan laporan pertanggungjawaban pengurus, program kegiatan dan berbagai kendala yang dihadapi.
Di antaranya berkaitan dengan kiprah MUI Lombok Timur terlibat aktif dalam berbagai kegiatan sosial keagamaan dan kemasyarakatan, seperti ketika Lombok Timur dilanda bencana gempa dahsyat 2018.”MUI Lombok Timur memilih berzikir di Sambelia dan KLU. Membagikan bantuan dari donatur luar daerah dan juga nasi bungkus,”ulas TGH Ishak Abdul Gani LC.
Lebih lanjut Tuan Guru juga menjelaskan, MUI Lombok Timur bersinergi dengan Pemerintah (Umara) menghadapi berbagai masalah ummat termasuk keputusan MUI Lombok Timur menyikapi fenomena Pandemi global Covid 19.”MUI Lotim mengeluarkan fatwa yang tidak populer di kalangan ummat. Alhamdulillah, dengan fatwa tersebut, tidak ada masjid yang dituduh sebagai laskar Covid 19,”sebut Tuan guru.
MUI Lombok Timur,jelas TGH Ishak juga ikut ambil bagian menyikapi persoalan keumatan dan kebangsaan mulai isu
HIV TKI, Omnibus Law yang ditolak MUI Pusat termasuk isu khatam shalat.”Semua kita istighfar kan,”tegas mantan Ketua Dewas Bank NTB Syariah yang kini aktif sebagai Pengurus Bale Mediasi Lombok Timur dan anggota Pelaksana Dewan Pengawas LPPL Selaparang TV Lombok Timur..
Hingga saat ini MUI Lombok Timur juga sedang menginisiasi pusat kajian berupa perpustakaan untuk ummat. Selain itu,mengupayakan terlaksananya program Jumat Khusuk, dimana 10 menit sebelum shalat Jumat, semua kendaraan tidak boleh lalu lalang karena semua orang khusuk shalat Jumat di masjid.”Ini hasil studi banding kita ke Kabupaten Bima dan masyarakat kita di Lombok Timur mendukung tapi belum terlaksana karena Covid 19,”sebut Pimpinan Ponpes Yadinu Lombok Timur ini. (EditorMRC)