“Melengke”: Keputusan Abah Uhel Dampingi Bang Zul di Pilgub NTB 2024

Abah Uhel, yang dikenal dengan kedekatannya pada masyarakat, menjawab pertanyaan seorang jurnalis mengenai keputusannya menjadi calon wakil gubernur berpasangan dengan Bang Zul pada Pilgub NTB 2024.

Dengan senyum enteng, Abah Uhel pun menjawab dengan menyitir ungkapan Bahasa Sasak, “Melengke (mau saya, Red),” katanya sumringah disambut gelak tawa para hadirin.

Ungkapan melengke ini viral di media sosial karena diungkapkan seorang tokoh politik senior Abah Uhel yang disebut-sebut sebagai sosok dengan elektabilitas tertinggi kedua sebagai kandidat Gubernur NTB versi sejumlah lembaga survei terpercaya.

BACA JUGA:  Pengamat: Pasangan BangAbah ZulUhel Memang Merakyat!

Melengke adalah istilah dalam Bahasa Sasak yang kalau diterjemahkan secara bebas artinya, “Ya mau saya,” atau “mau gue,” meminjam istilah Orang Betawi.

Melengke menjadi istilah khas Orang Sasak di Bumi Tastura Lombok Tengah. Sebab, di komunitas Suku Sasak lainnya di Lombok Timur menyebutnya melengku, dan masih banyak lagi padanan kata serupa yang mencerminkan keteguhan dan sikap seseorang atas pilihan yang diambilnya.

Dalam konteks Pilgub NTB ini, Abah Uhel menyatakan melengke sebagai sikap atas pilihannya menjadi orang nomor dua dan berketetapan hati ingin menjadi wakil gubernur NTB mendampingi Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc atau Bang Zul. Abah Uhel tidak menampik bahwa pilihannya menjadi orang nomor dua sebagai calon wakil gubernur NTB untuk mendampingi Dr. H. Zulkieflimansyah SE MSc bukan tanpa pertimbangan, melainkan melalui proses diskusi yang panjang.

BACA JUGA:  Survei CPCS: Pilpres Berpotensi Satu Putaran

“Izinkan saya menjelaskan. Pertama-tama, di samping survei, ada beberapa pertimbangan lain yang ideal. Tadi saya sudah singgung bahwa ketika kita menjalankan sesuatu dengan benar, pasti penuh tantangan. Jika kita hanya mengikuti keinginan sendiri, akan sulit. Oleh karena itu, saya singkirkan kepentingan pribadi, ego, dan gengsi demi kepentingan yang lebih besar, Insyaallah,” tandas Abah Uhel.

Disebutkan, pihaknya harus mengakui bahwa tidak boleh hanya karena memiliki kesamaan keinginan atau pandangan, lalu mengabaikan kelebihan dan kekurangan yang ada. Abah Uhel mengakui bahwa Bang Zul telah mampu membuat perubahan untuk NTB lima tahun terakhir.

BACA JUGA:  101 Kepala Daerah Berakhir Tugas 2022, Siapa Mereka?

“Kita sebagai masyarakat Nusa Tenggara Barat tentu sudah merasakan manfaat dari pengabdian beliau kepada kita. Namun, tidak ada manusia yang sempurna. Oleh karena itu, dibutuhkan tekad kami untuk bersatu demi kemajuan Nusa Tenggara Barat,” tandasnya dan mengajak semua pihak khususnya para pendukung, simpatisan, dan relawan untuk istiqomah mendukung Pasangan BangAbah ZulUhel.

“Mari kita berikhtiar bersama demi kemaslahatan semua. Dengan bersatu, NTB Gemilang bisa kita raih bersama,” pungkasnya. (editorMRC)