BMKG dan Masyarakat Pantau Gerhana Matahari Hibrida

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Tim BMKG Mataram melakukan pemantauan/pengamatan gerhana matahari hibrida yang terjadi pada Kamis ( 20/4) di kantor BMKG Mataram.

Plh Kepala BMKG Mataram, Riko Kardoso menjelaskan gerhana matahari yang terjadi pada Kamis (20/4) merupakan gerhana matahari hibrida. Gerhana matahari hibrida sendiri, terjadi terakhir pada 2013.


Kenapa dikatakan gerhana matahari hibrida karena ada wilayah di Indonesia yang dilewati gerhana total, gerhana sebagian dangerhana cincin.
“Untuk wilayah NTB dilewati oleh gerhana sebagian,” katanya.

BACA JUGA:  Dompet Tertinggal, Uang di Rekening Amblas


Gerhana sebagian yang melewati wilayah NTB dimulai pada pukul 10.30 WITA. Puncaknya terjadi pada pukul 11.58 WITA dan berakhir pada pukul 13.31 WITA.


“Gerhana matahari terjadi sekitar 3 jam,” katanya.
Riko mengingatkan warga yang ingin melihat gerhana matahari bisa menggunakan kaca mata hitam atau kacamata khusus.


“Jangan melihat secara langsung,” katanya.

BACA JUGA:  Imbas Fenomena El Nino dan IOD, BMKG Ingatkan Ancaman Kemarau Kering, Gagal Panen dan Karhutla


Agus, seorang warga berharap BMKG bisa menyiapkan tempat yang lebih luas agar masyarakat bisa turut memantau fenomena alam seperti gerhana matahari.


“Ini juga bisa menjadi pelajaran berharga bagi siswa,” katanya. (MRC03)