MATARAMRADIO.COM – Tanah Air kembali kehilangan salah satu tokoh nasional. Menteri Keuangan era Orde Baru, Johannes Baptista Sumarlin (JB Sumarlin), dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (6/2) hari ini.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti, mendiang Sumarlin meninggal sekitar pukul 14.00 WIB di rumah sakit Carolus, Salemba. “Betul beliau meninggal sekitar pukul 14.00 tadi,” tutur Nufransa sebagaimana dikutip CNN Indonesia pada Kamis (6/2).

BACA JUGA:  Disorot, Kebijakan Baru Gubernur Atasi Korona di NTB

Pihak keluarga Sumarlin sendiri telah mengonfirmasi kabar duka tersebut. “Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga, Ayah / Eyang / Saudara kami Prof Dr JB Sumarlin, pada hari Kamis, 6 Februari 2020, Pukul 14:15 di RS Carolus, Jakarta,” demikian keterangan dari keluarga Sumarlin.

JB Sumarlin dan Adrianus Moy, dua menteri era Presiden Suharto I Foto: Antara

Berdasarkan keterangan keluarga, mendiang akan disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi. Setelah itu, mendiang Sumarlin akan dikebumikan pada Senin (10/2) pekan depan.

BACA JUGA:  Kopi Lanang Bekisar Seharga Mobil

“Jenazah akan disemayamkan di rumah duka MRCC Siloam Semanggi, lantai 36 – pada pukul 18:00. Rencana akan dimakamkan di San Diego Hills lada hari Senin, 10 Feb 2020,” lanjut keterangan tersebut. “Mohon dimaafkan semua kesalahannya-kesalaahn selama hidupnya. Kami yang berduka, keluarga besar JB Sumarlin.”

Wafat di usia 87 tahun, Sumarlin sempat memegang sejumlah jabatan penting semasa hidupnya. Diketahui, ia menjabat sebagai Menteri Keuangan era Presiden Soeharto pada 1988-1993.

BACA JUGA:  Operasi Gatarin 2020, Kapolda Ingatkan Pasukan Utamakan Sikap Humanis dan Persuasif

Sumarlin juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Selain itu, ia juga pernah ditunjuk menjadi Menteri Negara Penertiban Aparatur Negara Indonesia.

Selama menjabat sebagai Menkeu, Sumarlin diganjar sejumlah penghargaan. Di antaranya adalah Menteri Keuangan terbaik tahun 1989 oleh Euromoney dan tahun 1990 oleh majalah Asia, lalu penghargaan Bintang Mahaputra Adiprana III pada tahun 1973. Tak hanya itu, Sumarlin juga pernah meraih Bintang Grootkruis in de Orde van Leopold II dari pemerintah Belgia pada tahun 1975. (Tim MRC/CNNIndonesia)