Pembangunan NTB 2005 – 2025 Alami Fluktuasi

“Pembangunan daerah telah berproses dengan melibatkan semua pihak,” katanya saat paripurna raperda, Jumat 31 Mei 2024.


Dalam tataran pembangunan secara makro, kata Gita provins berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, indeks pebangunan manusia (IPM), menurukan tingkat kemiskinan, pengangguran terbuka dan lainnya.

BACA JUGA:  Momentum Transformasi Siaran Digital


Di pertumbuhan ekonomi, kata Gita cenderung mengalami peningkatan. Hal ini bisa dilihat dari sektor tambang.

Dimana pada 2005 diangka 1,71 persen dan menjadi 21,7 persen pada 2015. Kemudian mengalami kontraksi pada 2018 dan 2021 akibat gempa bumi dan covid 19.


“Pasca covid, NTB mampu mempertahan pertumbuhan ekonomi positif dengan pertumbuah 1,8 persen pada 2023,” katanya.

BACA JUGA:  Jualan Bakso Bakar, Ditangkap karena Sabu


Sedang pertumbuhan ekonomi tanpa tambang, pada 2005 berada di 4,25 persen menjadi 4,89 persen pada 2023.

Kemudian angka kemiskin mengalami penurunan hingga 50 persennya dari 25,92 persen pada 2005 menjadi 13,85 persen tahun 2023.


Dilanjutkan dengan menurunnya angka pengangguran dari 10,20 persen pada 2005 menjadi 2,8 peren pada 2023.


Selanjutnya, dari indikator indeks pembangunan manusia (IPM0. Dimana pada 2005, IPM NTB 60,42 persen meningkat menjadi 72,37 persen pada 2023. Dan pendapatn perkapita NTB pad 2005 Rp 4,12 juta meningkat menjadi Rp 29,9 juta pada 2023.*** bersambung

BACA JUGA:  Kasad Menyerahkan 16 Hewan Kurban Untuk Masyarakat Pulau Bungin Sumbawa