MATARAMRADIO.COM, Mataram – Untuk memangani masalah yang dihadapi anak dan kaum perempuan dibutuhkan langkah preventif dengan memberikan edukasi berkesinambungan kepada masyarakat.

“Edukasi dan sosialisasi ke lembaga pendidikan dan masyarakat terus kita lakukan,” jelas wakil gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah saat menerima Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden RI dalam rangka membahas Monev Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)  dan Upaya Perlindungan Korban Kekerasan (Korban Kekerasan Seksual), di Kantor Gubernur NTB, Rabu (18/11).
Melalui Revitalisasi Posyandu, Pemprov NTB yakin edukasi terkait seluruh permasalahan kesehatan dan sosial kemasyarakatan dapat dilakukan mulai dari hulu hingga hilirnya. “Posyandu menjadi benteng pertama edukasi kesehatan masyarakat. Posyandu bukan hanya melayani kesehatan ibu dan anak, tetapi kesehatan seluruh elemen masyarakat,” jelas Rohmi.
Rohmi meminta edukasi harus menyasar seluruh lapisan masyarakat terutama generasi penerus bangsa apalagi edukasi menyangkut bahayanya pernikahan di usia anak, bahaya narkoba, bahaya putus sekolah dan upaya mencegah kekerasan seksual pada perempuan. “Edukasi merupakan ujung tombak dari segala wujud kesejahteraan yang diharapkan masyarakat,” katanya. (ikp/diskominfotikntb/MRC)