MATARAMRADIO.COM, Mataram – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengatakan Covid-19 belum berakhir, pemerintah dan masyarakat masih harus berjuang bersama agar Covid-19 bisa teratasi.
“Covid-19 tidak bisa selesai hanya dengan pemerintah. Virus yang tidak terlihat ini, hanya bisa dilawan dengan kedisiplinan mematuhi protokol Covid-19 dan kesabaran menjalani hari-hari dengan protokol Covid-19,” jelasnya saat talkshow di RRI Mataram, Senin (5/10).

Dijelaskan, untuk melawan covid 19 harus mengubah pola pikir dan Perda Nomor 7 Tahun 2020 sebagai upaya mengubah pola pikir masyarakat. “Pemerintah harus ‘memaksa’ masyarakat dengan aturan supaya bisa disiplin. Bayangkan, kalau seluruh masyarakat disiplin dengan protocol Covid, kita bisa hidup aman dan produktif,” jelasnya.
Di masa pandemi, peran orang tua sangat penting dalam menjaga kesehatan anak – anak dan mendampingi anak – anak dalam proses belajar
Sementara Ketua TP. PKK NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah menyatakan kunci melawan Covid-19 adalah konsisten dan kedisiplinan dalam protokol kesehatan.
Dikatakan, seluruh aspek kehidupan anak bergantung pada orang tua. Pola asuh harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada saat ini.
Niken menjelaskan ada beberapa pola asuh anak yang sesuai dengan kondisi saat ini. Pertama, gunakan waktu yang ada di rumah dengan melaksanakan kegiatan yang berkualitas. Kedua, bagaimana orang tua tetap bersikap positif. Ketiga, bagaimana para orang tua dalam melakukan pengasuhan, membuat rencana atau jadwal kegiatan anak dengan lebih terencana. Keempat, bagaimana mengatasi perilaku anak-anak, mengawasi perkembangan anak-anak, apakah pandemi ini memberi efek positif atau negative. Kelima, bagaimana tetap melakukan edukasi Covid-19 pada anak dengan cara dan bahasa yang dipahami oleh anak. Seperti halnya bagaimana menggunakan masker dan menjadi anak yang mau melindungi diri, awas terhadap masker, lebih sering mencuci tangan, jaga jarak dan lainnya. “Anak adalah tanggung jawab kita sebagai orang tua. Amanah untuk kita didik, untuk kita asuh agar menjadi khalifah atau pemimpin bagi masyarakat di masa depan. (Humas NTB/MRC)