Wagub : Jangan Ada Klaster Pilkada

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Tujuh kabupaten/kota di NTB akan melangsungkan Pilkada. Untuk itu, seluruh tahapan Pilkada harus mematuhi protokol kesehatan covid 19. “Jangan sampai ada klaster Pilkada dan akhirnya kasus positif Covid-19 di NTB jadi melonjak,” kata Wakil Gubernur NTB Dr.Hj.Sitti Rohmi Djalilah saat Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 pada tahapan Pilkada, Senin (14/9).

BACA JUGA:  Adhar Hakim: Belum Ada Laporan Soal Dugaan Maladministrasi Seleksi KPID NTB

Pilkada, jelas Wagub, tidak boleh mengumpulkan orang banyak. Karena itu, bakal pasangan calon harus mengendalikan simpatisannya untuk patuh terhadap protokol kesehatan. “Silahkan berkampanye, silahkan sampaikan visi-misi kepada masyarakat. Tapi taati aturan yang ada,” jelasnya.
Pada masa pandemi, menurut wagub bakal pasangan calon kepala daerah bisa manfaatkan teknologi informasi atau melalui sosial media, atau rapat umum secara virtual untuk mempengaruhi pemilih.
“Memilih pemimpin itu keharusan. Tapi, menjaga diri dan keluarga menjadi kewajiban,” jelasnya.
Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal mengatakan dalam waktu dekat bakal pasangan calon kepala daerah akan diundang oleh Forkopimda demi berlangsungnya Pilkada dengan baik dan aman dari penyebaran virus covid 19. (Humas NTB/MRC)

BACA JUGA:  Peneliti Unram: Bila Tidak Ketat, Ribuan Orang di NTB Akan Positif Covid19