MATARAMRADIO.COM, Mataram – Anjloknya hunian hotel selama Covid 19 berimbas pada pendapatan hotel. karenanya, untuk mengurangi biaya operasional banyak hotel di Lombok yang mengajukan penurunan daya sementara kepada PLN.

Manajer Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan ( UP3) Mataram, Doni N Gustiarsyah membenarkan selama pandemi Covid 19 terjadi penurunan pemakaian daya listrik menyusul anjloknya dunia pariwisata Lombok. “Ada 40 hotel di daerah pariwisata yang sudah mengajukan surat permohonan keringanan dan kemudahan. mereka meminta untuk penurunan daya dan kemudahan penyambungan kembali,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (30/6).
Dijelaskan, jika kondisi sudah normal dan dunia pariwisata kembali berjalan. pihak hotel akan kembali mengajukan permohonan penambahan daya sesuai kebutuhan hotel. namun, jelas Doni untuk penambahan dayabinobada biaya tambahan. ” ada biaya. disesuaikan dengan dayanya,” jelasnya.
Walau terjadi penurunan pemakaian listrik di dunia pariwisata, namun selama pandemi penggunaan listrik rumah tangga justru mengalami kenaikan sebagai akibat kebijakan bekerja dari rumah. ‘Ada sekitar 40 persen pelanggan PLN di Lombok mengalami kenaikan tagihan rekening listrik,” ulasnya.
Bagi pelanggan PLN yang mengalami kenaikkan pembayaran rekening listrik, jelas Doni pihak PLN memberikan kemudahan pembayaran dengan mencicilnya selama 3 bulan.
Senior Manajer Pertanahan dan Komunikasi UIP Nusra, Gregorius Adi menegaskan ke depan sistem kelistrikan Lombok dan Sumbawa akan semakin baik dengan dibangunnya beberapa pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik masyarakat. “Progres ke depan jelas, listrik di Lombok dan Sumbawa akan semakin baik dengan dibangunnya pembangkit dan transmisi buang saling terintegrasi,”pungkasnya. (MRC-03)