Tim Jurnalistik Spendu Taklukkan CFD

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Minggu, 6 Agustus 2023, tim jurnalistik SMPN 2 Mataram kembali ke lapangan. Kali ini, obyek ekplorasi area car free day (CFD) di jalan Udayana atau yang biasa dikenal Taman Udayana.

Ada sekitar empat puluh siswa yang terbagi dalam 8 kelompok. “Kalau sudah ada kelompoknya, silahkan diskusi apa yang akan diliput,” jelas Dedi Suhadi, pembimbing lapangan.


Usai diskusi, para siswa turun ke lapangan dengan segmentasi atau tema yang sudah didiskusikan dengan peran masing-masing. Siapa yang menjadi pewawancara, pengambil gambar serta lainnya.

BACA JUGA:  Mendikbudristek Umumkan 173 Ribu Guru Honorer Lulus PPPK, Cek Nama-namanya!


Sekitar 30 menit kemudian, beberapa kelompok sudah kembali ke titik kumpul. Yang disusul kelompok lainnya.


Dalam diskusi, terungkap kesulitan siswa yakni menjadikan pengunjung sebagai narasumber berita.


“Ada yang nolak jadi narasumber,” cerita seorang siswa.
“Inilah tantangan di kalangan. Bagaimana meminta seseorang menjadi narasumber,” jelas Dedi.
“”Berhasilkan,?
“Berhasil pak. Ada narasumber yang mau,” jawabnya.

BACA JUGA:  Kunjungi LPP Mataram, Tim Jurnalistik Spendu Diingatkan Jauhi Narkoba
tim jurnalistik Spendu


Di Lapangan, jelas Dedi sering ditemui ada orang yang siap menjadi narasumber. Namun, tidak sedikit yang menolak menjadi narasumber dengan berbagai alasan.


Ada cara yang bisa dilakukan sebelum meminta seseorang menjadi narasumber. Bisa dengan mengamati orang-orang yang ditemui. Setelah dipastikan orangnya,, apakai ia sedang sibuk atau santai. Jika dalam keadaan santai, biasanya mau jadi narasumber.


“Disini, kemampuan komunikasi diperlukan. Bagaimana meminta seseorang untuk mau menjadi narasumber,” jelas Dedi.

BACA JUGA:  Januari -Juli, 4 Anak Terjaring Narkoba


Disisi lain, ada juga yang siswa yang merasa belibed lidah atau sering salah ucap kalimat.
Bagi yang mengalami kesulitan atau sering salah ucap kalimat, bisa dengan membuat catatan atau bicara tidak terburu-buru.
“Catatan bisa membantu mengurangi salah ucap,” jelas Dedi.


Dedi mengingatkan, agar para siswa sering berlatih wawancara sehingga ketika wawancara dengan narasumber tidak mengalami kesulitan. (MRC03)

>