Warga Lombok Diminta Hentikan Polemik Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid

MATARAMRADIO.COM, Mataram – Munculnya kembali polemik seputar perubahan nama Bandara Internasional Lombok menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid Lombok mengundang keprihatinan berbagai kalangan dan elemen masyarakat di Lombok. Bahkan legislator Senayan asal NTB ikut angkat bicara.
Sebut saja Lalu Suryadi Jaya Purnama, anggota DPR RI dari PKS Daerah Pemilihan Lombok.

Menurutnya, Bandara internasional adalah aset negara yg dikelola oleh BUMN, kebetulan berada di Lombok tengah. Bukan hanya milik dan kebanggaan masyarakat lombok tengah, tapi juga milik dan kebanggaan seluruh warga NTB.

“TGH.KH. Zainuddin Abdul Majid ( saya lebih akrab memanggil beliau dengan sebutan: ” Maulana Syech”) memang benar berasal dari Lombok Timur dan pendiri NW.
Tapi beliau bukan saja milik dan kebaggaan lombok timur dan warga NW, tapi satu-satunya putra NTB yg jadi pahlawan Nasional dan menjadi kebanggaan seluruh warga NTB bahkan kebanggaan bangsa Indonesia,” ungkap politisi yang akrab dipanggil SJP dalam status terbaru di akun facebook pribadinya, Senin (21/12).

BACA JUGA:  Balai Kemasan NTB Optimalkan Pelayanan dengan EKDMK

Disebutkannya, Nama Bandara lazim menggunakan nama tokoh atau pahlawan.
Bandara Sultan Salahuddin di Bima, bandara Sultan M. Kaharuddin di sumbawa, bandara Ngurah Rai di Bali, dan hampir semua bandara menggunakan nama tokoh dan Pahlawan sebagai bentuk penghargaan atas jasa para tokoh dan pahlawan agar generasi selanjutnya bukan termasuk generasi yg lupa sejarah.

BACA JUGA:  Gaduh Tiket Mahal Borobudur, Pemerintah Angkat Bicara

Masyarakat di daerah lain sangat bangga , kompak dan mendukung apabila tempat-tempat strategis nggunakan nama tokohnya utk diabadikan. “Kita warga Lombok/Sasak sudah sepatutnya bangga ada putra Lombok/sasak bisa diabadikan secara nasional dan internasional,”tuturnya.

Dia lantas mengungkapkan, di lombok ada nama jalan Anak Agung Gede ngurah, jalan Udayana, Jalan Gajah Mada dan lain-lain yang bukan putra daerah bahkan banyak yang tidak tahu atau mungkin belum tentu berjasa untuk daerah tapi diterima sebagai bentuk toleransi dan persatuan. “Karenanya dengan segala kerendahan hati saya sebagai putra Sasak/Lombok, warga NTB mengajak keluarga saya, Inaq-Amaq, Papuk-Baloq, Dane-Dane, Guru-guru tiang para Tuan Guru untuk kita menghentikan polemik nama bandara. Mari kita kompak saling dukung sebagai warga NTB/Lombok/Sasak.
Masih banyak tokoh-tokoh kita yang harus kita abadikan di tempat strategis yang sedang di bangun oleh pemerintah seperti pelabuhan internasional di Lombok Barat dan lain lain agar nama warga NTB semakin dikenal secara luas,”harapnya. (Editor MRC)

BACA JUGA:  Tiga Tokoh ini Disebut Bakal Moncer Pada Pilkada Lotim Mendatang