Puluhan Rumah di Desa Ntonggu Bima Terbakar

MATARAMRADIO. COM. Bima – Puluhan rumah di Desa Ntonggu, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, ludes terbakar, Kamis (30/7/2020). Belum diketahui penyeban kebakaran yang menghanguskan sekitar 70 rumah tersebut. Namun dugaan sementara akibat korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam musibah tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Api yang membakar puluhan rumah di kawasan padat penduduk itu semakin menjadi selain karena mayoritas rumah panggung dan mudah terbakar, juga akibat kencangnya embusan angin karena musim kemarau. Terlihat, beberapa rumah hingga rata dengan tanah dan sebagian lainnya rusak berat.

BACA JUGA:  Inovasi NTB Mall dan 99 Desa Wisata Inovasi Unggulan, hantarkan NTB jadi Provinsi Terinovatif IGA Kemendagri 2023

Warga setempat dengan paniknya berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum beberapa unit mobil pemadam kebakaran tiba dilokasi.

“Kebakaran ini berawal dari rumah ibu Ramlah di RT 03, lalu datang angin kencang dari arah timur ke barat hingga menghanguskan pula rumah warga di RT 02. Untuk kerusakan di dua RT ini hampir sama akibat dilahap kobaran api yang begitu besar,” kata seorang warga, Moch Ito Saputra.

BACA JUGA:  Sanksi Penjara Bagi Fasilitator Pernikahan Dini

Saat kebakaran terjadi, kata dia, hanya beberapa warga yang mampu menyelamatkan barang berharga miliknya. Namun sebagian besar korban, harta bendanya ludes tak bisa diselamatkan.

“Belum ada kepastian berapa jumlah rumah yang terbakar dan begitu pun penyebab kebakaran ini. Namun kebakaran yang terjadi diduga kuat akibat hubungan arus pendek,” kata Ito.

BACA JUGA:  Polsek Buer Salurkan Bantuan Sosial

Pada saat di kunjungi oleh Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah. Suasana haru, tangisan anak-anak hingga orang pingsan akibat trauma membuat kita semua bersedih.

“Tentunya, musibah ini membuat kita semua bersedih. Rumah yang biasanya menjadi tempat silaturrahim dan bercengkrama bersama keluarga di Hari Idul Adha ini berubah menjadi reruntuhan yang rata dengan tanah.” kata Gubernur ( MRC)