Wagub Ingin Pangan Masyarakat Bergizi

MATARAM RADIO.COM, Mataram – Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Siti Rohmi Djalilah menyatakan olahan pangan yang sehat dan bergizi sangat dibutuhkan terlebih di masa pandemi Covid-19. Padahal, olahan pangan yang sehat dan bergizi tidak harus mahal.

Untuk itu, Ia meminta masyarakat NTB agar selalu menyajikan panganan sehat bagi keluarganya.”Ini kelihatannya sepele tapi tidak gampang untuk diterapkan, padahal bisa kita lakukan,” tegasnya.
Dikatakan, angka stunting di NTB masih tergolong tinggi di NTB karenanya edukasi yang masif harus digencarkan khususnya kepada ibu-ibu hamil sehingga kelak anak yang dilahirkan tidak menderita stunting.
Program revitalisasi posyandu, Wagub menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu solusi menurunkan angka stunting di NTB. “Memang terdengar sederhana, namun ini akan memberikan pengaruh yang besar pada pola hidup masyarakat karena sifatnya sistematis,” jelas Umi Rohmi.
Kedepannya, wagub ingin seluruh posyandu tidak hanya melayani bayi dan ibu hamil tapi dapat menyusur aspek kesehatan lainnya sehingga, seluruh masyarakat dapat dilayani posyandu.
“Alhamdulillah, saat ini sudah hampir 1.600 posyandu keluarga terbentuk dari target 7000 lebih yang akan diwujudkan pada 2023 ,” lanjutnya.
Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr.H. L. Husni menyoroti distribusi pangan kepada masyarakat. “Seringkali akses pangan menjadi masalah yang lebih besar daripada ketersediaan pangan,” ujarnya. Untuk mencapai ketahanan pangan dan gizi, dibutuhkan setidaknya empat indikator, dimulai dari asesmen, kebijakan, perencanaan, hingga pembangunan kapasitas yang melibatkan lintas stakeholder, baik perguruan tinggi, dinas-dinas terkait, pakar dan juga pemerhati gizi. (Humas NTB /MRC)

BACA JUGA:  Dana Desa untuk Pembangunan Berkelanjutan