Beranda blog

Putra Sulung Belum Ditemukan, Keluarga Ridwan Kamil Ikhlas

MATARAMRADIO.COM – Ibunda Emmeril Kahn Mumtadz (Eril), Atalia Praratya menuliskan pesan pilu untuk putranya yang hingga hari ketujuh pencarian ini tak kunjung ditemukan.

Putra sulung Ridwan Kamil, Eril diketahui hilang usai terseret arus sungai Aare di Kota Bern, Swiss, sejak Kamis, 26 Mei 2022.

Atalia pun yang pulang ke Indonesia berdoa, semoga Eril selalu dijaga dan diberikan perlindungan terbaik oleh Allah.

“Ril… mamah pulang dulu ke Indonesia, ya.. Mamah titipkan kamu dalam penjagaan dan perlindungan terbaik dari pemilikmu yang sebenarnya, Allah swt, dimana pun kamu berada…,” kata dia melalui akun Twitter @ata_lia, dikutip Kamis, 2 Juni 2022.

Di sisi Allah, menurut Atalia, Eril tak akan lagi merasa lapar dan kedinginan.

“Insya Allah kamu tidak akan kedinginan, kelaparan atau kekurangan apapun,” ujar Atalia.

Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya (kiri) dan Emmeril Kahn Mumtadz atau Eril (kanan). (foto: Twitter).

“Bahkan kamu akan mendapatkan limpahan kasih sayang, karunia dan kebahagiaan yang tak pernah putus,” lanjutnya.

Atalia berkata, ia ikhlas melepas Eril di Sungai Aare yang panoramanya sangat cantik ini.”Di sini, di sungai Aare yang luar biasa indah dan cantik ini, mamah lepaskan kamu, untuk kita bertemu lagi cepat atau lambat,” kata Atalia.

“Seperti yang pak walikota sampaikan, `The city of Bern will forever be deeply connected to us…`,` sambungnya,

Di mana pun dan kapanpun, Atalia akan selalu mendoakan Eril.

“Doa terbaik mamah dalam setiap helaan nafas,” kata Atalia. (EditorMRC)

1529: Perjanjian Saragosa, Jadikan Dunia Hanya Milik Spanyol dan Portugis

MATARAMRADIO.COM –  Sejumlah peristiwa penting dalam sejarah dunia terjadi pada hari ini, 22 April. Salah satunya adalah ditandatanganinya Perjanjian Saragosa (juga ditulis Perjanjian Saragossa atau Perjanjian Zaragoza) pada tanggal 22 April 1529.

Secara garis besar, isi Perjanjian Saragosa  membagi wilayah dunia di luar Eropa untuk Spanyol dan Portugis. Dari Meksiko ke arah barat hingga Kepulauan Filipina menjadi milik Spanyol. Sementara Portugis mendapatkan wilayah dari Brasil ke timur sampai Kepulauan Maluku. Sebagai konsekuensi dari Perjanjian Saragosa, maka Spanyol harus segera meninggalkan Kepulauan Maluku dan kembali fokus di Filipina. Sedangkan Portugis diperkenankan tetap melakukan aktivitasnya di Kepulauan Maluku, termasuk memonopoli perdagangan rempah-rempah.

Perjanjian ini adalah kelanjutan dari Perjanjian Tordesillas yang mengakibatkan Spanyol berkuasa atas sisi barat, sementara Portugis mendapat sisi timur. Kondisi ini membuat Portugis berlayar ke arah Afrika, mengitari pantai barat benua itu dan menemukan India.

Tak berhenti di India, bangsa Portugis berlayar terus ke tenggara dan menemukan Indonesia. Pada 1509, Portugis di bawah komando Diogo Lopes de Sequeira sampai ke Malaka. Namun baru pada 1511, Portugis menaklukkan Malaka. Kejayaan Portugis di Malaka tak bertahan lama. Portugis pun terus menjelajah “Kepulauan Rempah-rempah” hingga ke timur. Pada 1512, Portugis menemukan Maluku, pusat rempah-rempah. Portugis segera bersekutu dengan Ternate, kerajaan setempat dan membangun benteng di sana.

Pada 1521, Spanyol tiba di Maluku setelah sebelumnya menemukan Filipina. Kedatangan Spanyol menjadi ancaman bagi Portugis. Sebab saat itu Portugis memonopoli perdagangan di Maluku. Portugis dan Spanyol pun bersaing dengan memanfaatkan permusuhan kerajaan lokal. Selama hampir satu dekade, keduanya berperang. Spanyol bersekutu dengan Tidore untuk melawan Portugis yang bersekutu dengan Ternate. Keduanya sebenarnya sudah mencoba menyelsaikan antara 1525 hingga 1528. Portugis dan Spanyol masing-masing mengirimkan astronom, kartograf, navigator, dan ahli matematika untuk membagi Maluku sesuai dengan Perjanjian Torsedillas. Sebab di Perjanjian Torsedillas, benua Asia hingga Asia Tenggara belum ditemukan dan disepakati pembagiannya. (EditorMRC)

Bebas Penjara, Ahmad Dhani Gelar Tur Bareng Dewa 19

MATARAMRADIO.COM, Jakarta  – Setelah bebas dari penjara, Ahmad Dhani mulai masuk kembali ke industri musik Indonesia. Dhani yang kini lebih dikenal publik lewat komentar-komentar politiknya, memutuskan akan melaksanakan tur di Indonesia bersama grup musik terdahulunya yakni Dewa 19.

Ini akan menjadi tur perdana Dewa 19 pasca kebebasan Ahmad Dhani dari penjara pada 30 Desember 2019 lalu. Konser yang akan berlangsung bersama Once Mekel dan Dul Jaelani ini merupakan peringatan 20 tahun album Dewa 19, “Bintang Lima”. Tepat pada album inilah, Once menggantikan Ari Lasso sebagai vokalis.

Dewa 19 akan tampil dengan formasi enam orang yang terdiri dari Dhani, Once, Yuke Sampurna, Andra Junaedi, Agung Yudha Asmara dan Dul Jaelani.

Promotor tur bertajuk 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020 ini, Otello Asia, menilai bahwa album kelima itu adalah favorit Baladewa. Menurutnya, kala itu Bintang Lima terjual hampir 2 juta kopi. Sysan mengatakan Dhani bakal banyak terlibat dalam tur ini, dengan gimik dan aksi panggung yang belum pernah ditampilkan sebelumnya. “Waktu enggak kerasa, saya mau bangkitkan memori Baladewa tentang album Bintang Lima,” kata CEO Otello Asia Sysan Ibrahim dikutip dari cnnindonesia.com.

“Kita bisa aja ajak Tyo Nugros, mungkin matematikanya enggak ketemu. Soal (posisi) Dul, ada band di dunia namanya Toto, kibordisnya dua, mungkin satu-satunya band yang kibordisnya dua. Karena Dewa 19 penggemar Toto, kiblat kita juga Toto. Kalau dua kibordis, tinggal dibagi, satu synth dan satu piano elektrik. Mungkin di semua lagu seperti itu.”
kata Dhani.

Lebih lanjut, meski sempat beberapa kali tampil bersama dalam dua tahun terakhir, Once mengatakan mereka masih butuh banyak latihan sebelum tur. Pasalnya, lagu-lagu dalam Bintang Lima terbilang jarang dibawakan di atas panggung.

“Seperti Cinta Adalah Misteri? Itu enggak pernah kami bawakan. Bahkan waktu saya masih gabung sebelum (keluar tahun) 2010, banyak yang enggak kami bawakan. Jadi saya harus menghafal beberapa lagu lagi,” kata Once.

Ada enam kota yang disinggahi Dewa 19 dalam 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020. Tur dimulai dari Bandung (15/2), Yogyakarta (22/2), Surabaya (14/3), Banjarmasin (21/3), Balikpapan (25/3) dan berakhir di Makassar (3/4).

Sysan menjelaskan Makassar belum tentu menjadi kota terakhir. Sampai saat ini mereka masih merencanakan Dewa 19 tampil di Jakarta sebagai bagian dari rangkaian tur 20 Tahun Bintang Lima Tour 2020. (MRC/CNN Indonesia]

Menghitung Hari, Batas Akhir Pendaftaran Akpol


Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol. Rio Indra Lesmana menjelaskan tanggal 19 April 2024, menjadi batas akhir pendaftaran dan verifikasi calon taruna Akpol.


Sedangkan untuk Bintara dan Tamtama akan berakhir pada 25 April 2024.


“Bagi calon peserta Akpol dapat memantau informasi melalui www.penerimaan.polri.go.id,” jelasnya dalam siaran pers, Sabtu (13/4/24).


Selain penerimaan untuk taruna-taruni Akpol, jelas Kabid Humas dibuka juga rekrutmen bagi calon Bintara dan Tamtama dengan beragam keahlian seperti tenaga kesehatan, hukum, kehumasan/TI dan pariwisata.


“Prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis atau BETAH tetap menjadi landasan proses rekrutmen. Dan ingat tidak ada biaya yabg dipungut dari peserta alias gratis,” katanya.


Mengingat waktu pendaftaran segera berakhir, Kabid Humas mengingatkan agar para calon peserta segera melengkapi persyaratan dan mendaftar.


“Jangan sia-siakan kesempatan untuk menjadi bagian dari kepolisian yang profesional dan bertanggungjawab,” katanya. (hum/MRC)

Polres Loteng Amankan Pelaku Curanmor


MATARAMRADIO.COM, Lombok Tengah – Sat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng) bersama Polsek Pujut mengamankan M, yang diduga sebagai pelaku curanmor.

Kasat Reskrim Polres lombok Tengah, IPTU Luk Luk il Maqnun menjelaskan pengungkapan kasus curanmor berawal dari laporan warga yang kehilangan sepeda motornya di pantai Tanjung Aan saat di sewa WNA pada Selasa, 9 April 2024.


Atas laporan tersebut, jelas Kasat tim Resmob Sat Reskrim Polres Lombok Tengah dan Polsek Pujut melakukan olah TKP.


Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, Tim Resmob dan Polsek Pujut mendapat informasi kalau motor yang hilang berada di salah satu rumah di Kecamatan Pujut.


Setelah.melakukan interogasi, jelas Kasat pemilik rumah mengaku kalau motor tersebut di beli dari M.
Selanjutnya, Tim Resmob Sat Reskrim bersama Polsek Pujut menuju lokasi dan melihat M menggunakan sepeda motor.


“M langsung ditangkap,” katanya.


Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Kasat pelaku juga pernah melakukan pencurian motor di Jalan By pass Lombok Barat.


“Saat ini,pelaku dan barang bukti diamankan di Polres Lombok Tengah guna penyelidikan lebih lanjut,” katanya. (hum/MRC)

Polres Loteng Amankan Pelaku Tindak Asusila


“Terduga pelaku diamankan di wilayah Kecamatan Praya Tengah,” jelas Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah (Loteng), IPTU Luk Luk il Maqnun, Sabtu (13/4/24),


Menurut Kasat Reskrim, peristiwa terjadi pada Rabu (10/4). Sekitar pukul 20.00 WITA, korban dijemput ketiga terduga di simpang empat Desa Darmaji Kecamatan Kopang.


Korban kemudian diajak keliling di seputaran Kota Praya. Usai keliling, terduga pelaku membawa korban ke rumah MY.


“Korban diancam terduga pelaku akan ditinggalkan di tempat sepi jika tidak mau melakukan hubungan intim,” tutur Kasat Reskrim.


Paginya, kata Kasat Reskrim korban baru diantar para terduga pelaku ditempat awal bertemu.


Atas peristiwa yang dialaminya, korban bersama orangtuanya melaporkan kasusnya ke Polres Lombok Tengah.


Kemudian Polres Lombok Tengah mengamankan ketiga terduga pelaku.


“Ketiganya sudah diamankan di Polres Lombok Tengah guna penyidikan lebih lanjut,” katanya. (hum/MRC)

Inilah Agenda Besar Bang Mack dan Pasangannya Untuk Lombok Timur Lima Tahun Mendatang!

Bahkan sehari setelah hari raya Idul Fitri, keduanya menggelar silaturahmi khusus di kediaman H Rumaksi SJ SH di Desa Bagikpapan Pringgabaya Lombok Timur, Kamis (11/4) lalu.

Terungkaplah berbagai cerita seru dan menarik seputar kesiapan keduanya untuk maju pada Kontestasi Pilkada Lombok Timur pada November 2024 mendatang.

Bang Mack, panggilan akrab mantan Wakil Bupati Lombok Timur periode 2018-2023 ini dengan blak-blakan mengungkapkan kesamaan visi dan misinya dengan sang wakil untuk membangun Lombok Timur lima tahun mendatang.”Pastinya saya dan adinda Amrul dengan pasangan RAMAH siap menatap Pilkada Lombok Timur,” kata Bang Mack.

Menurut dia, secara geografis sejatinya Lombok Timur memiliki potensi sangat besar untuk dikembangkan. Potensi terbesar itu sebut Bang Mack adalah sektor pertanian/perkebunan, kelautan/perikanan, UMKM dan ekonomi kreatif serta pariwisata. “Sektor itu belum optimal kita garap penuh, padahal potensinya tak ternilai untuk kesejahteraan masyarakat Lombok Timur,” kata politisi senior NTB ini.

Disebutkan Bang Mack, secara pribadi dirinya memiliki perhatian besar atas sektor itu, dan telah coba dirinya garap secara fokus saat menjabat Wakil Bupati mendampingi Sukiman Azmy. Tapi tidak bisa dituntaskan gegara terkendala kebijakan Bupati, sehingga beban itulah sebut dia sebagai salah satu motivasi terbesarnya untuk mencalonkan diri menjadi Bupati.

“Terus terang sektor itu saya ingin fokus untuk mengerjakannya sejak hari pertama saya pasca dilantik jadi Wabup. Terus terang itu adalah alasan terbesar saya untuk maju, agar fokus ke sektor itu bisa saya tuntaskan semaksimal mungkin,” ungkapnya.

Menurutnya, skema pembiayaan kredit bagi petani, peternak, nelayan dan pelaku UMKM harus digulirkan. Apapun skemanya kata Bang Mack yakni dengan memberikan subsidi bunga melalui alokasi APBD. “Barang pasti kalau sektor itu kita kelola baik, maka masyarakat kita pasti sejahtera,” tandas mantan anggota DPRD NTB dua periode ini.

Mendengar itu, sang calon wakil bupati Amrul Jihadi mengaku sangat setuju jika kedepan 5 sektor itu menjadi prioritas utama yang mesti diurai oleh Paslon RAMAH. Apalagi sebagian besar masyarakat Lombok Timur yang jumlahnya mendekati angka 1,3 juta jiwa menggantungkan hidup pada sektor itu.

“Lombok Timur punya luas daratan 1.605,55 km² dan luas lautan 1.074,33 km². Sebagian besar masyarakat kita ini berprofesi sebagai petani, pekebun, peternak dan nelayan. Tapi ternyata tingkat kesejahteraan masyarakat relatif masih rendah, ini masalah yang harus kita urai,” papar Ketua DPD Partai Demokrat Lombok Timur ini.

Diungkapkannya, hal utama yang harus hadir di Lombok Timur selain stimulasi modal adalah daya dukung Pemda untuk menghadirkan hilirisasi industri di sektor pertanian dan kelautan.

Menurut dia, kedepannya kebijakan konkrit akan dilakukan berkenaan dengan hilirisasi industri dengan menjadikan PD Agro Selaparang sebagai lokomotif utama, dengan catatan perusahaan daerah itu harus dikelola secara profesional dan tidak sekadar hanya untuk penampungan tim sukses.

“Kedepan PD Agro itu harus dirombak total dari sisi tata kelola manajemen serta harus punya blue print dan master plant bisnis yang jelas. Kita akan kasi modal besar, dan fokusnya harus jelas untuk menampung hasil produksi petani dan nelayan,” bebernya.

“Jika saja PD Agro punya cool storage yang memadai, maka harga dari komoditi pertanian dan perikanan kita akan bagus, dan bahkan komoditi itu bisa merambah pasar di luar daerah. Itu tidak sulit, tinggal kemauan kita saja, dan itu akan kami lakukan agar ada nilai tambah bagi petani dan nelayan, dan tentunya akan berdampak pada stabilisasi harga komoditi pasar dalam daerah, sehingga inflasi bisa kita jaga,” lanjutnya.

Dia memberi contoh baik sebagaimana studi bandingnya di Provinsi Bali, dan hal serupa pun juga harus dilakukan di Lombok Timur. “Kalau Bali saja mampu kenapa kita tidak. Apalagi hasil pertanian dan perikanan kita tidak kalah kualitasnya dibandingkan dengan Bali. Jadi harus ada kerja nyata kedepan untuk mensejahterakan petani dan nelayan kita,” tegasnya.

Sementara itu untuk sektor UMKM/ekonomi kreatif dan pariwisata, AMJ menegaskan Lombok Timur harus bisa mendapat manfaat dari KEK Mandalika. “Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata itu nantinya harus bekerja total, tidak boleh mereka jadi pejabat belakang meja. KEK Mandalika itu sentra ekonomi khusus yang luar biasa, tapi wilayah selatan Lombok Timur selaku daerah penyangga tidak ada dampak di sana, industri pariwisata harus ada di sana dengan menggandeng kerjasama dengan pihak swasta,” katanya.

“Tugas Pemda adalah menjamin kepastian hukum dan keamanan saja bagi investor. Itu akan kami lakukan. Kalau usaha mereka sudah jalan, maka 70 persen pekerja adalah warga lokal, dan Pemda lewat Dinas Tenaga Kerja harus menjamin jika pekerja lokal itu memang terkualifikasi,” tegasnya.

Dirinya pun meyakini dengan intervensi Pemda yang nyata, maka pendapatan per kapita masyarakat Lombok Timur akan melonjak drastis. Begitu pula dengan PDB Lombok Timur akan melejit, dan secara otomatis PAD Lombok Timur juga akan meningkat pesat.

“Kalau sudah pendapatan per kapita, PDB dan PAD melonjak, maka daya beli masyarakat tinggi dan inflasi akan turun. Kalau itu terjadi sudah pasti masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai petani dan nelayan akan sejahtera. Itu harus kita wujudkan,”sebutnya. (editorMRC)

Analisa Mi6: Para Kandidat Pilgub NTB Bisa Kehilangan Momentum dan Pemilih Potensial, Bila Tak Lakukan Ini!

Namun, diingatkan agar poros dan pasangan figur-figur tersebut tidak hanya membangun opini di tingkat elite belaka. Apalagi sampai terlalu lama ”testing the water”.

”Terlalu lama “testing the water” bagi kandidat dan pasangan kepala daerah dapat memiliki dampak negatif yang signifikan. Semakin lama kandidat menunda untuk mengambil tindakan nyata, semakin besar kemungkinan mereka kehilangan momentum,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto dalam siaran persnya yang diterima MATARAMRADIO.COM, Sabtu (13/4/2024).

Pilkada serentak 2024, kata analis politik kawakan Bumi Gora yang karib disapa Didu ini, kini sudah memasuki tahapan secara resmi. Awal Mei mendatang, penyerahan dokumen untuk persyaratan kandidat perseorangan bahkan sudah dibuka oleh KPU. Sementara pendaftaran resmi kandidat hanya dibuka tiga hari oleh KPU yakni pada 27-29 Agustus 2024.

Bambang Mei Finarwanto, Direktur Mi6

Karena itu, Didu mengemukakan, kandidat yang terlalu lama hanya melakukan “testing the water” mungkin kehilangan kesempatan untuk membangun dukungan awal yang penting dan memperoleh keunggulan kompetitif di fase-fase krusial.

Seperti diketahui, sejumlah poros kandidat calon gubernur dan wakil gubernur yang digagas berbagai pihak kini sudah mulai dimunculkan ke publik. Misalnya, ada Poros Tengah, yang menggagas tampilnya sejumlah figur nama-nama besar dari Lombok Tengah. Muncul pula poros yang menempatkan Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi sebagai magnet utama. Ada pula figur-figur lain yang sudah dipasang-pasangkan. Seperti HL Pathul Bahri, Bupati Lombok Tengah yang juga Ketua DPD Partai Gerindra NTB, dipasangkan dengan Indah Dhamayanti Putri ( IDP ) yang merupakan Bupati Bima dan politisi Partai Golkar. Terakhir Poros Suhaili dengan Musyafirin, Iqbal – Rohmi, Iqbal – IDP atau Iqbal – Musyafirin.

Sayangnya kata Didu, berbagai poros dan kandidat tersebut, saat ini hanya masih membangun opini di tingkat elite belaka. Belum terlihat aksi-aksi nyata dari mereka, kecuali cuma masif mengenalkan diri di group-group percakapan aplikasi perpesanan atau juga melalui media sosial. Hal yang dimaknai sebagai upaya sekadar ”cek ombak” atau “testing the water” semata.

”Bicara belaka tanpa aksi nyata yang konkret, hanya akan menimbulkan ketidakpastian di antara pemilih dan pendukung potensial. Ketidakpastian ini malah hanya akan dapat merusak citra kandidat sebagai pemimpin yang tegas dan dapat diandalkan,” tandas Didu.

Dia menekankan, salah satu aspek penting yang harus dilakukan di fase awal pilkada seperti saat ini adalah memperkuat nama kandidat di benak pemilih. Dan terlalu lama menunda-nunda untuk masuk ke arena politik yang sesungguhnya dapat mengurangi jumlah waktu yang tersedia untuk memperkenalkan diri kepada pemilih dan memperkuat identitas dan pesan kandidat.

Belum lagi jika memperhitungkan para pesaing justru sudah selangkah lebih maju. Seperti sudah aktif membangun dukungan, memperkuat basis pemilih, dan mengumpulkan sumber daya. Sehingga kata Didu, terlalu lama menunda aksi nyata dapat memberikan keunggulan kepada pesaing yang lebih proaktif dan dapat mengurangi peluang kandidat yang masih ”testing the water” untuk berhasil.

Langsung Sosialisasi

Didu pun menyarankan, agar poros-poros dan kandidat yang sudah muncul tersebut untuk langsung sosialisasi di tengah-tengah masyarakat. Mendatangi mereka, mendengar langsung apa yang mereka inginkan, dan bila perlu dibarengi dengan kegiatan-kegiatan bhakti sosial. Lengkapi pula hal tersebut dengan menyiapkan publikasi baik melalui media luar ruang ataupun media massa.

”Kandidat perlu mempertimbangkan dengan cepat apakah mereka akan mencalonkan diri atau tidak, dan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memulai pengenalan diri secara langsung ke masyarakat,” saran Didu.

Mantan Eksekutif Daerah Walhi NTB dua periode ini menegaskan, semakin cepat keputusan dibuat, maka semakin cepat pula bagi para kandidat untuk membangun tim pemenangan yang kuat, kompeten, dan terorganisir dengan baik. Keberadaan tim pemenangan ini dapat membantu kandidat untuk segera memulai aktivitas pengenalan diri yang efektif.

Selain itu, strategi kampanye jangka pendek dan jangka panjang juga segera bisa disiapkan. Sebab, sangat krusial bagi kandidat untuk memiliki rencana kampanye yang terstruktur dan terperinci yang mencakup kegiatan jangka pendek dan jangka panjang untuk memaksimalkan dampak kampanye.”Kandidat harus mulai hadir di acara-acara masyarakat dan memperkenalkan diri kepada pemilih potensial. Inilah cara terbaik bagi kandidat memaksimalkan peluang mereka untuk berhasil dalam kampanye politik dan membangun dukungan yang kuat di masyarakat,” tandas Didu.

Didu tak menampik, bahwa saat ini adalah era digital. Karena itu, pengenalan diri melalui group-group aplikasi perpesanan dan juga melalui media sosial, juga bagian penting dari proses pengenalan diri bagi kandidat. Namun, ditegaskan analis politik yang dikenal humble ini, dengan langsung sosialisasi di tengah-tengah masyarakat, akan dapat memberikan keuntungan besar bagi kandidat yang ingin memperkenalkan dirinya kepada pemilih.”Sosialisasi langsung itu tak tergantikan. Karena itu memungkinkan kandidat untuk membangun konektivitas emosional dengan pemilih,” tandas Didu.

Dengan bertemu langsung, kandidat memiliki kesempatan untuk berbicara secara langsung dengan warga, mendengarkan masalah dan kekhawatiran mereka, serta menunjukkan empati dan pemahaman yang lebih dalam terhadap kebutuhan mereka. Hal itu kata Didu, dapat menciptakan ikatan yang kuat antara kandidat dan pemilih, yang dalam banyak pengalaman tidak dapat dicapai melalui sosialisasi di media sosial saja.

Kehadiran langsung kandidat di masyarakat juga bisa memberikan kesan bahwa kandidat peduli dan bersedia berinvestasi waktu dan energi untuk mendengarkan dan berinteraksi dengan pemilih. Sehingga, hal tersebut dengan sendirinya dapat membantu membangun kepercayaan pemilih terhadap kandidat, karena mereka melihat kandidat secara langsung dan memiliki kesempatan untuk mengajukan pertanyaan dan mendapatkan jawaban secara langsung.

Di luar itu, sosialisasi langsung memberikan kandidat kesempatan untuk mengatasi ketidakpastian atau mispersepsi yang mungkin ada di antara pemilih. Melalui dialog langsung, kandidat dapat memberikan klarifikasi tentang platform, visi, dan rencana mereka secara langsung, sehingga mengurangi peluang terjadinya kesalahpahaman atau informasi yang salah.”Berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat dapat membangun kepercayaan terhadap kandidat. Jangan lupa, pemilih cenderung lebih menerima dan percaya pada kandidat yang mereka lihat secara langsung dan berinteraksi dengannya,” tandas Didu.

Di samping itu, sosialisasi langsung memungkinkan kandidat untuk memperkuat citra autentik mereka. Sebab, tatkala mereka berbicara secara langsung dengan masyarakat, pemilih dapat menilai integritas dan keaslian kandidat dengan lebih baik daripada melalui media sosial yang sering kali sudah pasti disaring.

Pada saat yang sama, pertemuan langsung dengan kandidat dapat menciptakan pengalaman yang berkesan bagi pemilih. Ini dapat membantu kandidat untuk membedakan diri mereka dari pesaing dan meningkatkan kesan positif yang mempengaruhi pemilih saat mereka pergi ke tempat pemungutan suara.

Dan yang paling penting dari semua itu kata Didu, dengan sosialisasi langsung, kandidat dapat meningkatkan kesadaran pemilih tentang proses politik dan pentingnya pemilihan. Dengan berinteraksi langsung dengan pemilih, kandidat dapat mendorong partisipasi aktif dalam proses demokrasi, seperti memberikan informasi tentang cara mendaftar sebagai pemilih, mengajak pemilih untuk menggunakan hak pilih mereka, dan meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya memilih pemimpin yang tepat.”Tidak ada yang lebih kuat dalam politik daripada momentum. Mereka yang terampil memanfaatkan momentum akan menguasai panggung politik. Momentum itu tak ubahnya peluru ajaib yang mengubah calon menjadi pemenang,” tandas Didu. (editorMRC)

FORTAL Berbagi Bahagia bersama Anak Yatim Piatu


Dalam giat sosial kali ini, FORTAL berbagi THR kepada Puluhan anak yatim di Desa Kuripan, Kabupaten Lombok Barat.


THR yang diberikan FORTAL kepada puluhan anak yatim diterima dengan senyum dan keceriaan.
“Alhamdulillah, kami dari FORTAL bisa berbagi dengan anak-anak yatim. Semoga bermanfaat dan menjadi berkah,” katanya


Trisna berharap apa yang dilakukan FORTAl saat ini bisa dilakukan di tahun – tahun mendatang.
“Insyaallah. Semoga tahun depan lebih banyak lagi rejeki yang dapat dibagi,” katanya.


Bagi FORTAL. jelas Trisna nilai berbagi bukan soal besar dan kecilnya tapi keikhlasan dan kemauan untuk peduli.


“Ini komitmen FORTAL dengan sesama terlebih kepada anak yatim piatu,” katanya.


Bendahara Umum FORTAL, Fitri menegaskan FORTAL akan terus menggelar giat sosial sebagai wujud eksistensi perkumpulan profesi yang punya sense of crisis yakni peka terhadap masalah sosial di sekitarnya.


“Insyaallah, FORTAL akan terus mengajak mitra kerja untuk ambil bagian dalam giat sosial selanjutnya,” jelasnya. (FORTAL/MRC)

Legenda Siti Nurbaya ‘Menjual’ Pariwisata Kota Tua Padang

Mungkin ada, tetapi barangkali bukan bernama “Jembatan Siti Nurbaya”.

Seandainya pula novel itu tidak pernah terbit, legenda Gunung Padang di sisi bibir mulut Batang Arau (Muaro) tidak pernah disebut orang. Tumpukan bukit yang menjorok ke laut itu tak ubahnya bukit-bukit yang tidak mengandung cerita. Namun, gara-gara novel itu, banyak orang datang mendaki Gunung Padang, berwisata, sekaligus “berziarah” ke pusara Siti Nurbaya.

Pertanyaannya, adakah pusara itu?

Tentu, jawabannya, tidak ada! Sebab, Siti Nurbaya hanya ada dalam alam imajinasi pengarangnya, Marah Rusli.

Siti Nurbaya tidak pernah dilahirkan dari rahim perempuan mana pun di alam nyata, tetapi novel itu mewakili apa yang sedang terjadi dan dialami perempuan-perempuan di zamannya.

Kalaupun di Gunung Padang disebut-sebut ada sebuah pusara di goa batu yang konon berkubur jasad Siti Nurbaya, itu tak lain hanya berupa petilasan, dengan tujuan menarik minat pengunjung (wisatawan) datang, berwisata, menikmati keindahan alam Kota Padang dari puncak bukit itu. Memang, dari ketinggian Gunung Padang, hamparan laut dan panorama Kota Padang yang berdinding Bukit Barisan sangat memukau di penglihatan. Apalagi pantainya. Indah menawan. Garis pantai itu panjang terbentang.

Siapa yang diuntungkan dari ketenaran nama Siti Nurbaya?

Tentu para pengelola pariwisata, termasuk masyarakat Kota Padang—Sumatra Barat umumnya—sebagai penerima dampak ekonomi di industri itu. Orang bukan saja datang berjalan dan melihat-lihat, tetapi juga melakukan transaksi jual beli, baik di lepau-lepau, rumah makan, penginapan, pasar, dan berimbas ke sektor-sektor penting lainnya.

Ketenaran nama Siti Nurbaya yang telah melegenda, jauh sebelum itu, “dikalahkan” dengan Legenda Batu Malin Kundang di Pantai Airmanis. Malin Kundang si Anak Durhaka, yang tidak mengakui ibu kandungnya, setelah sukses menjadi saudagar kaya raya di rantau, dikutuk ibunya menjadi batu setelah ia pulang ke kampung halaman. Tubuh Malin Kundang dan puing-puing pecahan kapalnya “membatu” di bibir pantai itu.

Beratus tahun kemudian, orang berbondong-bondong datang ke Pantai Airmanis, sebab diundang rasa penasaran, seperti apa seorang anak manusia yang dikutuk menjadi batu oleh ibunya.

Pertanyaannya lagi, benarkah Malin Kundang ada di alam nyata?

Jangan-jangan, batu berbentuk orang bersujud dengan pecahan kapalnya yang juga sudah membatu di Pantai Airmanis Padang itu hanya “produk pandai-tangan” seniman di masa lampau saja, lalu dibumbui cerita pemanis bibir, kemudian didongengkan kepada anak-anak sebelum tidur? Dongeng itu mengandung muatan moral agar anak tak melawan atau tak durhaka kepada kedua orangtuanya. Buktinya, kisah itu masih melekat kuat di ingatan kolektif banyak orang dan ampuh menjadi kabar petakut kepada anak-anak, sehingga menjadi lebih sayang dan menghormati ayah dan ibunya.

Sejarah tentang peristiwa dikutuknya Malin Kundang menjadi batu tidak kita temukan. Tidak ada bukti otentik. Keilmiahan kisah Malin Kundang diragukan.

Namun, dampak positifnya, cerita “Malin Kundang”—seperti halnya “Siti Nurbaya” dan cerita-cerita rakyat lainnya di Minangkabau, pun di daerah lain—telah menjadi pendulang pundi-pundi uang di dunia pariwisata. Sudah menjadi rahasia umum, ketenaran nama suatu objek wisata, bernilai jual tinggi. Bagi orang pariwisata, ini produk yang dapat dikemas dan dipromosikan ke luar Sumatra Barat. Buktinya, keberadaan legenda-legenda itu benar-benar ampuh mengundang minat wisatawan datang.

Karya sastra—khususnya novel dan cerita rakyat—ternyata, bukan sekadar bacaan hiburan pembunuh waktu di kala senggang. Karya-karya itu, jika digandengkan dengan kerja kreatif pariwisata akan mendatangkan keuntungan bagi masyarakat. Persoalannya, pengelola atau pelaku pariwisata jeli atau tidak memanfaatkan peluang itu. Yang dikhawatirkan, para pelaku pariwisata—terutama pemerintah daerah—, “kurang peduli” dengan adanya cerita-cerita itu, atau tidak mau tahu.

Ini juga salah satu momen yang ditangkap Pemerintah Belitong ketika novel populer “Laskar Pelangi” yang ditulis Andrea Hirata meledak di pasaran, di zamannya, kemudian difilmkan. Pembaca dan penonton film yang terinspirasi dari novel itu berbondong-bondong datang ke Belitong karena hasrat penasaran ingin melihat keindahan pantai dengan hamparan batu-batu besar seperti diceritakan di dalam novel dan divisualkan di dalam filmnya. Tidak hanya itu, lokasi syuting film “Laskar Pelangi” serta adat budaya Belitong yang menjadi latar dalam novel dan film tersebut menjadi daya tarik lain bagi wisatawan yang berkunjung.

Bayangkan, sebelum novel itu ada, Belitong tidak setenar sekarang. Sejak Andrea Hirata sukses menerbitkan trilogi “Laskar Pelangi”, industri Pariwisata Belitong ikut terbantu, sebab novel itu otomatis menjadi media promosi gratis yang ampuh untuk menjual industri pariwisata ke luar Belitong.

Sumatra Barat punya potensi serupa. Sejumlah film yang diadopsi dari kisah-kisah di dalam novel karya pengarang-pengarang Sumatra Barat pernah dilayarlebarkan. Menyebut beberapa judul, di antaranya “Sengsara Membawa Nikmat”, “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, “Tenggelamnya Kapal van Der Wijk”, dan beberapa film lain, telah melambungkan nama Sumatra Barat di pentas pariwisata dunia serta mengundang penasaran orang untuk beramai-ramai datang melihat keindahan alam Ranah Minang.

Maka, buku-buku sastra yang memiliki muatan kearifan lokal yang terkait-hubung dengan pariwisata, patut menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya di Sumatra Barat. Pemerintah bisa “berjualan” di sini, di samping tidak menutup mata memberi apresiasi kepada pengarangnya.

Pemerintah daerah di Sumatra Barat perlu mendata, mendokumentasikan, mencetak ulang, lalu menjadikan buku-buku sastra pengarang-pengarang Sumatra Barat sebagai cenderamata wisatawan sehingga penyebarannya lebih luas. Sesuatu yang langka jika setiap tamu yang datang diberikan buku, apalagi buku fiksi, kecuali cenderamata berupa plakat yang terkadang hanya menjadi benda mubazir dan teronggok begitu saja di lemari sebuah ruangan. Memang ada nilainya, tapi kosong dari narasi.

Narasi sebuah kota melalui buku akan tersebar ke berbagai pelosok membawa nama Ranah Minang, seperti halnya legenda Batu Malin Kundang atau kisah Siti Nurbaya. Selain itu, konversi karya fiksi terutama cerita rakyat yang dibukukan dapat pula dialihmediakan atau dialihwahanakan ke bentuk-bentuk karya seni lain, seperti film pendek, film layar lebar, animasi (komik), lukisan, fotografi, maupun membuat monumen-monumen miniatur yang diletakkan di lokasi-lokasi di mana sumber cerita rakyat (fiksi) itu muncul, dan menjadi petunjuk wisatawan yang kemudian secara oral berwujud media promosi kota dari “cerita mulut ke mulut”.

Banyak hal dapat dikembangkan dari memberdayakan potensi sastra (cerita rakyat) melalui penulis-penulisnya untuk mendukung geliat industri pariwisata di masa depan selain jejak sejarah lain yang sudah melekat dan menjadi ingatan kolektif masyarakat.

Kepedulian pada potensi karya sastra yang dapat mendukung industri pariwisata ini harus menjadi perhatian pemangku kebijakan. Lihatlah bagaimana tingginya penghargaan dunia (UNESCO) kepada sastrawan yang lahir di Padang Panjang, A.A. Navis, dan merayakan hari kelahirannya (meski perayaan itu “masih sepi” di Padang Panjang) sebagai salah satu peringatan dunia. Navis yang penulis Minang itu menjadi pembicaraan di mana-mana, yang tentu saja, mengundang ketertarikan banyak orang untuk datang berkunjung, melihat, berkegiatan di daerah di mana pengarang itu berasal. Ketika orang berbondong-bondong datang, di situlah industri pariwisata turut menggeliat, dan tentu, yang diuntungkan adalah pemerintah daerah dan masyarakat setempat.

Semarak Festival Takbiran di Lombok Barat

Kegiatan ini selain untuk menyambut Hari kemenangan 1 Syawal 1445 H juga menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lombok Barat ke 66.

Hadir di panggung utama di depan pendopo, Bupati Lombok Barat Hj. Sumiatun, Anggota Forkopimda, Sekda Lombok Barat, Para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD. Kegiatan ini juga disaksikan oleh Ribuan masyarakat Lombok Barat.

Sekda Lombok Barat H.Ilham menjelaskan kegiatan Festival Gema Takbir ini dilaksanakan sebagai bentuk ekspresi masyarakat Lombok Barat dalam merayakan hari kemenangan 1 Syawal 1445 H. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat bersama BKPRMI Lobar, katanya, memberikan wadah dan tempat bagi para pemuda untuk berekspresi dalam merayakan hari kemenangan. “Kami bersama BKPRMI Lobar membuka dan memberikan kesempatan bagi para pemuda untuk berekspresi di hari kemenangan melalui pawai gema takbir,”jelasnya dalam siaran pers yang diterima MATARAMRADIO.COM dari Diskominfotik Lobar.

Ilham menambahkan Pemda Lombok Barat bersama BKPRMI telah mempersiapkan kegiatan ini secara matang sehingga hasilnya bisa maksimal. Festival gema takbir diikuti oleh kafilah kafilah yang merupakan perwakilan dari semua kecamatan di Lombok Barat.”Kami berharap agar kegiatan ini dapat menguatkan spirit dan semangat kebersamaan bagi semua masyarakat untuk membangun Lombok Barat agar lebih maju dan berprestasi,”harapnya.

Kegiatan ini diikuti oleh 27 Kafilah yang merupakan perwakilan kecamatan. Para peserta pawai takbir dilepas di depan masjid baital atiq Gerung dan berjalan menuju panggung kehormatan di depan Pendopo Bupati dan selanjutnya berjalan menuju bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Barat. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari ribuan masyarakat yang memadatai ruas jalan di wilayah Gerung. (EditorMRC)

Jalin Silaturahmi, Pj Gubernur NTB Gelar Open House


Pantauan Mataramradio.com, hadir dalam acara open hause penjabat gubernur ntb para kepala dinas, Kapolda NTB beserta jajaran dan juga masyarakat.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB, I Gede Puti Aryadi mengaku open house sangat bermanfaat bagi masyarakat NTB dalam menjalin silaturahmi.

“Ini salah satu uaya menjalin silaturahmi antara gubernur dengan masyarakat,” katanya, Rabu (10/4/24).


Karena itu, kata Gede dengan adanya open house dapat terlihat keberagaman umat beragama di NTB, “Tidak salah jika NTB diidentikkan sebagai miniatur Indonesia,” katanya.


Hal ini bisa dilihat saat pawai takbiran. Dimana, tidak hanya umat islam yang terlibat tapi juga umat agama lain turut menjaga kelancaran pawai takbiran.(MRC03)

Warga Binaan Lapas Perempuan Mataram Dapat Remisi


“Semua yang diajukan disetujui,” kata Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Mataram, Riva Dilyanti, Rabu (10/4/24).


Menurut Riva, remisi yang diberikan kepada para warga binaan berbeda beda tergantung tahunnya.


“Kalau tahun pertama remisi 15 hari,. Tahun kedua satu bulan dan seterusnya,” katanya.

Namun, kata Riva dari keseluruhan warga binaan yang mendapat remisi tidak ada yang langsung bebas.

“Semuanya RK 1,” katanya.


Di moment Idul Fitri ini, menurut Riva Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Mataram memberikan waktu khusus untuk Kunjungan.


Pada hari pertama lebaran, kunjungan di mulai pukul 9.00 hingga pukul 15 WITA. Di hari kedua, kunjungan di mulai pukul 8.30 hingga pukul 15 WITA dan di hari ketiga kunjungan di mulai pukul 8.30 hingga 13.00 wita


Selain kunjungan langsung, Lapas Perempuan Mataram juga menyiapkan layanan vido call.


“Setiap warga binaan memiliki waktu 5 menit untuk berkomunikasi dengan keluarganya,” katanya. (MRC03).

Trending ISSUE
YANG LAGI VIRAL

PUBLIC SERVICE ADS

/figcaption>

NEWS UPDATE
BERITA TERKINI

Weekend Editorial
TAJUK AKHIR PEKAN

SOCIAL POLITICNEWS
Berita Sosial Politik Terkini

Ramadhan INSIDE
SERBA SERBI RAMADHAN

Iklan/PSA

FAKTA UNIK
BELIEVE IT OR NOT

ENTEBENEWS
DINAMIKA BUMI GORA

INTERVIEW
WAWANCARA EKSKLUSIF

OPINIONKOLOM
ASPIRASI & INSPIRASI

SPORT NEWS

WORLD NEWS

BOLLYHITSStar
Gemerlap Bintang Bollywood

MileniaNEWS

Today in History
HARI INI DALAM SEJARAH

SCIENCE & TECHNO
JENDELA ILMU PENGETAHUAN

OBITUARI
BERITA DUKA

MovieZone
Referensi Film Terbaru

LIFEStyle
Gaya Hidup

Tempo Doeloe
JANGAN LUPAKAN SEJARAH

EDITORCORNER
BERITA DIBALIK CERITA

INFOTAINMENT update
INFORMATIF & MENGHIBURATIF

Netizen STORY
WARGANET PUNYA CERITA

CRIME NEWS
JEJAK KASUS KRIMINAL

MUSIC CORNER
ZONA MUSIK TERKINI

Tips & Trick
Kiat Praktis & Serbaguna