
MATARAM RADIO CITY
MATARAMRADIO.COM – Kopi Sembalun sangat terkenal dengan karakter cita rasanya yang khas. Namun, tingginya minat pasar terhadap kopi lokal Sembalun belum sepenuhnya diimbangi dengan luas budidaya dan produkasi yang memadai.
Salah satu penyebabnya adalah masih terbatasnya budidaya kopi di wilayah Sembalun, Lombok Timur. Kondisi inilah yang menjadi alasan utama tim Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram Desa Sembalun Lawang II melakukan gerakan ekonomi hijau. Dibawah bimbingan Dr. Made Mahendra, ST., MT., mereka memfasilitasi pembibitan dan penyebarluasan bibit kopi agar dapat ditanam lebih luas di lahan-lahan milik warga.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN PMD Unram Desa Sembalun Lawang II. Mereka terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan potensi lokal desa melalui kegiatan penanaman bibit kopi lokal Sembalun. Dalam program tersebut, tim KKN berhasil menanam sebanyak 2.008 bibit kopi, yang terdiri atas jenis Arabika Typica dan Arabika Malabar. Kegiatan berjalan sangat lancar mulai dari awal sampai akhir berkat kerjasama dan keterlibatan banyak pihak.

Seluruh bibit yang digunakan berasal dari sumber daya lokal. Proses pencarian dilakukan di kawasan Savana Dandaun dan beberapa kebun kopi milik warga Desa Sembalun Lawang. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat, termasuk Kepala BKD Desa Sembalun Lawang, yang turut menyusuri kawasan hutan Dandaun bersama mahasiswa untuk mencari bibit kopi lokal yang tumbuh secara alami.
Kolaborasi juga terjalin dengan pelaku usaha kopi lokal. Pemilik Kopi Key Sembalun memberikan pendampingan teknis mengenai cara merawat kopi Arabika lokal agar mampu tumbuh optimal serta menghasilkan tanaman sehat yang produktifdan berkualitas. Selain itu, dukungan juga diberikan melalui penyediaan media tanam berupa polybag yang digunakan selama proses pembibitan.
Hingga saat ini, kegiatan pembibitan masih terus digencarkan melalui proses monitoring secara berkala.

Hasil monitoring menunjukkan sekitar 80 persen bibit berkembang dengan baik. Hal ini menunjukkan adanya besar untuk pengembangan kopi lokal Sembalun secara berkelanjutan di masa mendatang.
Gerakan ekonomi hijau ini bukan hanya menghasilkan lebih dari sekadar ribuan bibit baru. Lebih dari itu bahwa kegiatan ini menjadi media transfer pengetahuan antara mahasiswa, petani, dan pelaku usaha lokal mengenai teknik pembibitan serta perawatan tanaman kopi.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan berdampak pada perluasan budidaya kopi lokal, meningkatkan produktivitas lahan masyarakat, sekaligus memperkuat identitas Sembalun sebagai salah satu sentra kopi Arabika di Nusa Tenggara Barat.
Gerakan ekonomi hijau dengan penanaman bibit kopi ini sejalan dengan upaya pencapaian SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui penguatan ekonomi berbasis komoditas unggulan desa dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, program ini juga mendukung SDG 12 (Responsible Consumption and Production) dengan mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan, serta SDG 15 (Life on Land) melalui pelestarian plasma nutfah kopi lokal dan pengelolaan ekosistem daratan yang lebih lestari.
Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, petani, dan pelaku usaha, upaya pelestarian kopi lokal Sembalun diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembibitan semata. Lebih dari itu, program ini diharapkan menjadi penggerak perekonomian hijau berbasis potensi lokal sekaligus menjaga warisan hayati yang menjadi kebanggaan Desa Sembalun Lawang.**
Sumber : Siaran Pers Mahasiswa KKN PMD Universitas Mataram Desa Sembalun Lawang II
















































































































































