Dorong Pelestarian Budaya dan Industri Kreatif NTB, Aruna Senggigi Resort & Convention Gelar Aruna Makeup Artist Competition 2026

Aruna Makeup Artist Competition 2026 diikuti 48 MUA NTB. Salah satu strategi Aruna mengangkat budaya lokal menjadi kekuatan ekonomi kreatif

MATARAM RADIO CITY

MATARAMRADIO.COM – Aruna Senggigi Resort & Convention menggelar Aruna Makeup Artist Competition 2026 sebagai bagian dari rangkaian perayaan 10th Anniversary.

Ajang tersebut diikuti 48 make up artist dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Barat untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif yang menopang sektor pariwisata.

Kompetisi yang berlangsung di Grand Ballroom Aruna Senggigi Resort & Convention mempertandingkan dua kategori. Sebanyak 26 peserta mengikuti Tata Rias Pengantin NTB Inovasi dan Modifikasi, sedangkan 22 peserta bersaing pada kategori Tata Rias Pengantin Muslimah/Hijab.

Rangkaian kegiatan diawali seminar, workshop bersama LT PRO, serta demonstrasi tata rambut pengantin tradisional NTB oleh HARPI Melati NTB. Kegiatan itu membekali peserta mengenai pakem, filosofi, dan teknik tata rambut tradisional agar inovasi yang berkembang tetap berakar pada nilai budaya lokal.

General Manager Aruna Senggigi Resort & Convention, Yeyen Heryawan, mengatakan kompetisi tersebut menjadi bagian dari komitmen resort menghadirkan perayaan satu dekade yang berdampak bagi masyarakat. Yeyen menegaskan kegiatan itu juga menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku ekonomi kreatif dan pelestarian budaya daerah.

BACA JUGA:  Memperingati Ramadhan dan Nuzulul Qur’an, Aruna Senggigi Gelar Buka Puasa Bersama

“Perayaan 10th Anniversary Aruna Senggigi Resort & Convention kami rancang bukan hanya sebagai selebrasi perjalanan resort, tetapi juga sebagai momentum untuk memberikan kontribusi bagi daerah. Melalui Aruna Makeup Artist Competition 2026, kami ingin menghadirkan wadah bagi para make up artist untuk mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring profesional, sekaligus mengangkat kekayaan budaya NTB melalui seni tata rias. Kami juga sengaja menghadirkan demonstrasi tata rambut pengantin tradisional bersama HARPI Melati NTB agar para peserta tidak hanya mengikuti perkembangan tren, tetapi juga memahami pakem dan nilai budaya yang menjadi identitas tata rias pengantin NTB. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang dinantikan setiap tahunnya,”jelasnya.

BACA JUGA:  Baru Pertengahan Ramadhan, Paket Buka Puasa Aruna Senggigi Tembus 4.000 Pengunjung

Yeyen menambahkan rangkaian perayaan 10th Anniversary Aruna Senggigi Resort & Convention akan berlangsung hingga November 2026. Berbagai kegiatan akan melibatkan masyarakat, komunitas, pelaku UMKM, dan industri kreatif sebagai bagian dari komitmen resort tumbuh bersama Lombok.

Mewakili Gubernur NTB, Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Lalu Mohammad Faozal, mengapresiasi penyelenggaraan kompetisi tersebut. Faozal menilai kegiatan itu mampu menjembatani sektor pariwisata dengan pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.

“Pemerintah Provinsi NTB mengapresiasi inisiatif Aruna Senggigi Resort & Convention yang menghadirkan ruang bagi pelaku industri kreatif untuk terus berkembang. Tata rias, khususnya tata rias pengantin, bukan sekadar tentang estetika, tetapi juga merupakan bagian dari identitas budaya yang memiliki filosofi dan pakem yang perlu dijaga. Edukasi mengenai tata rambut dan tata rias tradisional seperti yang dihadirkan dalam kegiatan ini menjadi langkah penting untuk memastikan warisan budaya tetap dipahami, dilestarikan, dan diteruskan oleh generasi berikutnya,”ungkap Faozal.

BACA JUGA:  Peduli Sesama, Aruna Senggigi Adakan Bakti Sosial Ke Panti Asuhan Yayasan Dharma Laksana Mataram

Faozal menambahkan kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan pelaku industri kreatif menjadi kunci memperkuat ekosistem ekonomi kreatif. Sinergi itu juga dinilai efektif memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Barat, Agus Gunawan, menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi promosi destinasi dan penguatan ekonomi kreatif lokal. Agus menyebut kompetisi itu membuka ruang lebih besar bagi make up artist lokal meningkatkan daya saing.

“Kegiatan ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata mampu menjadi penggerak bagi ekonomi kreatif. Selain memperkenalkan Lombok Barat melalui sebuah event berkualitas, kompetisi ini juga membuka peluang bagi para make up artist lokal untuk menunjukkan kompetensinya, membangun jejaring, dan meningkatkan daya saing. Semakin banyak ruang seperti ini, semakin besar pula dampak positif yang dirasakan masyarakat,” tutupnya. ***