Angkat Nilai Kearifan Lokal, KKN UMMAT Kelompok 33 Gelar Inovasi Pengolahan Air Nira dan Pelatihan Digital Marketing di Desa Mekarsari

MATARAM RADIO CITY


MATARAMRADIO.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 33 Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) tahun 2026 sukses menggelar program kerja sosialisasi pengolahan air nira serta pelatihan pemasaran digital UMKM.

Kegiatan yang mengusung tema “Meningkatkan Nilai Ekonomi Air Nira melalui Inovasi Pengolahan dan Pemasaran Digital UMKM” ini dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, bertempat di Yayasan Tarikul Ittihad, Desa Mekarsari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk memberdayakan potensi lokal desa, khususnya komoditas air nira yang selama ini dikelola secara konvensional, agar mampu menembus pasar yang lebih luas dan bernilai ekonomi tinggi.

Dukungan Penuh Akademisi dan Pemerintah Desa
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UMMAT Kelompok 33, Yusron Saudi, S.T., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa optimalisasi produk lokal memerlukan sentuhan kreativitas dan inovasi yang tepat.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN Unram Gelar Posyandu Hewan: Perisai Ternak Desa Mengkuru dari Ancaman PMK

“Selain peningkatan nilai jual air nira, sedikit inovasi dan sentuhan akan mampu mendorong peningkatan nilai ekonomi masyarakat,” ujar Yusron Saudi dalam arahannya saat pembukaan acara.

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Mekarsari, Faizul Bayani, S.E. Ia memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya kegiatan ini dan menyampaikan visi besar bagi kemajuan produk khas desanya.

“Air nira Desa Mekarsari ke depan akan digunakan sebagai welcome drink di hotel-hotel di Lombok sebagai bentuk kearifan lokal dan naik kelasnya minuman tradisional masyarakat Lombok,” ungkap Faizul Bayani penuh antusias.

Inovasi Pengolahan: Perpanjang Daya Simpan hingga 3 Bulan

Salah satu kendala utama air nira adalah sifatnya yang mudah basi atau terfermentasi dalam waktu singkat. Menjawab tantangan tersebut, Dela Alvira, mahasiswi KKN yang bertindak sebagai narasumber inovasi pengolahan, memaparkan teknik pengawetan higienis yang dapat memperpanjang masa simpan produk.

BACA JUGA:  Mahasiswa KKN-PMD Unram Desa Rempek 1 Dorong Hilirisasi Kakao Melalui Pelatihan Pembuatan Permen Cokelat

“Dengan pengolahan ini, menjadikan air nira bisa disimpan lebih lama, sekitar satu bulan pada suhu ruang dan tiga bulan pada lemari pendingin,” jelas Dela di hadapan para peserta pelatihan.

Inovasi ini disambut baik oleh masyarakat karena memberikan solusi nyata bagi para perajin gula aren dan penyadap nira untuk mendistribusikan produk olahan sirup air nira dalam jangkauan yang lebih luas tanpa khawatir cepat rusak.

Strategi Pemasaran Global Bersama CEO BDP Lombok
Tidak hanya berfokus pada kualitas produk dan pengawetan, acara ini juga membekali pelaku UMKM dengan strategi pemasaran berbasis digital. Hadir sebagai narasumber pakar branding, Bang Rudy selaku CEO BDP Lombok memberikan motivasi kepada peserta untuk memanfaatkan teknologi digital secara optimal.

BACA JUGA:  Kukis Daun Mangrove: Inovasi Mahasiswa Farmasi Universitas Mataram untuk Pangan Sehat dan Optimalisasi Sumber Daya Lokal

“Teruslah memanfaatkan jejaring media sosial dan afiliasi toko online untuk memasarkan secara global produk air nira serta olahannya berupa gula aren. Nilai ekonomi yang sangat tinggi akan kita dapatkan jika mampu memberikan pelayanan digital terbaik pada platform toko online,” pesan Bang Rudy dalam pemaparannya.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN UMMAT Kelompok 33, pemerintah desa, akademisi, dan praktisi bisnis digital ini, diharapkan UMKM di Desa Mekarsari dapat bertransformasi menjadi wirausaha mandiri yang inovatif, berdaya saing global, dan mampu mengangkat martabat kearifan lokal NTB ke kancah yang lebih tinggi.***