Mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram Desa Sengkol Dusun Gerupuk Sukses Gelar Bakti Sosial Kesehatan Bersama SKI FK Unram dan Dinas Kesehatan Lombok Tengah

MATARAM RADIO CITY

MATARAMRADIO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN-PMD) Universitas Mataram Kelompok Desa Sengkol Periode I Tahun 2026 melaksanakan program Bakti Sosial Kesehatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan gratis bagi masyarakat.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 25 Juli 2026 di Posyandu Dusun Gerupuk ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram, SKI Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah, dengan sasaran sebanyak 85 warga Dusun Gerupuk.

Kegiatan ini berada di bawah bimbingan Dr. Nunik Cokrowati, S.Pi., M.Si. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Kelompok KKN-PMD Desa Sengkol diketuai oleh Muhammad Izzat Holqi bersama sembilan anggota, yaitu Fitra Damayanti Firdaus, Angel Lina Tripena Astawa, Warisa Febrina, Adinda Shalsabila Permana, Ririn Agustianingsih, Vina Aulia, Dina Haerunnisa, M. Andrey Agung Prasetya, dan M. Zonadhio Ardhana.

Program kerja ini dilaksanakan berdasarkan kondisi geografis Dusun Gerupuk yang berada cukup jauh dari fasilitas pelayanan kesehatan, seperti puskesmas maupun rumah sakit. Jarak tempuh yang relatif jauh, ditambah kesibukan masyarakat yang sebagian besar bekerja di sektor pariwisata, menyebabkan masih banyak warga yang belum rutin melakukan pemeriksaan kesehatan.

Atas dasar kondisi tersebut, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram menginisiasi program bakti sosial kesehatan sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. Program ini bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mendorong terciptanya masyarakat Dusun Gerupuk yang lebih peduli terhadap kesehatan.

BACA JUGA:  <strong>Fisipol Unram Terganjal Moratorium Fakultas Baru</strong>

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyuluhan mengenai hipertensi, asam urat, dan kolesterol yang disampaikan oleh dr. Hasan Waliyurrahim Almuwaffaq.
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta melakukan registrasi menggunakan KTP atau Kartu Keluarga yang dibantu oleh mahasiswa KKN-PMD.

Selanjutnya peserta menjalani pengukuran berat badan dan tinggi badan sebelum memasuki tahap pemeriksaan kesehatan dan konsultasi medis yang dilayani oleh tiga dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, yaitu dr. Hasan Waliyurrahim Almuwaffaq, dr. Adli Putra Nugraha, dan dr. Muhammad Ghifari Rifansha. Setelah pemeriksaan selesai, masyarakat memperoleh obat-obatan sesuai hasil diagnosis dan rekomendasi dokter.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan didukung oleh peralatan kesehatan berupa tensimeter, stetoskop, dan Easy Touch GCU dari SKI Fakultas Kedokteran Universitas Mataram, sedangkan penyediaan obat-obatan didukung oleh Puskesmas Sengkol selaku perpanjangan tangan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan yang sangat baik dari masyarakat. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi warga dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penyuluhan, pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, hingga pemberian obat-obatan. Selain memperoleh pelayanan kesehatan secara gratis, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan berbagai penyakit.

BACA JUGA:  Dukung UMKM Desa Teros, Mahasiswa KKN PMD Unram Gelar Pelatihan Pemasaran Digital Berbasis Media Sosial

Kepala Dusun Gerupuk, Rinasun, memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan bakti sosial kesehatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan.

“Program pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan gratis ini sangat membantu masyarakat, terutama bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan dalam mengakses layanan kesehatan. Kami mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN beserta tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan dengan baik. Harapannya, kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan karena memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujar Rinasun.

Respon positif juga datang dari masyarakat Dusun Gerupuk. Berdasarkan hasil wawancara selama pelaksanaan kegiatan, masyarakat mengaku sangat terbantu karena dapat memeriksakan kondisi kesehatannya tanpa dikenakan biaya serta memperoleh obat sesuai dengan keluhan yang dialami.

Salah satu perwakilan masyarakat, Inaq Sanim, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada mahasiswa KKN serta tenaga kesehatan yang telah mengadakan pemeriksaan kesehatan gratis di dusun kami. Kegiatan ini sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang jarang memeriksakan kesehatannya karena keterbatasan tenaga medis maupun waktu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang,” ungkap Inak Sanim.

BACA JUGA:  Edukasi Pernikahan Anak hingga Pengembangan Wisata Jadi Fokus Bakti Sosial KPS FHISIP UNRAM 2026 di Lombok Utara

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN-PMD Desa Sengkol Dusun Gerupuk, Muhammad Izzat Holqi, menyampaikan bahwa program kerja ini berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan.

“Program kerja ini berhasil mencapai tujuan utama, yaitu meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar sekaligus memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan. Tingginya partisipasi masyarakat serta respon positif yang diberikan menjadi indikator bahwa program ini memberikan manfaat yang nyata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Dusun Gerupuk,” ujar Muhammad Izzat Holqi.

Melalui program bakti sosial kesehatan ini, mahasiswa KKN-PMD Universitas Mataram berharap masyarakat Dusun Gerupuk semakin sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Sinergi antara mahasiswa, tenaga kesehatan, pemerintah dusun, dan masyarakat diharapkan dapat terus terjalin sehingga mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.***