Kiat Memilih Jurusan Kuliah

Memilih jurusan kuliah bukan urusan yang mudah dan bukan persoalan yang sepele. Banyak faktor yang harus diperhitungkan dan dipikirkan masak-masak. Memilih secara tergesa-gesa tanpa memperhitungkan segala aspek akan berakibat fatal mulai dari kesadaran yang terlambat bahwa jurusan yang diambil tidak sesuai dengan kepribadian sampai pada drop out karena dinyatakan tidak mampu mengikuti pendidikan yang diikutinya. Maka dari itu pemilihan jurusan sedini mungkin harus mulai dipertimbangkan. Kesalahan  dalam  memilih  jurusan merupakan bencana dan kerugian yang besar  di masa depan. Jika salah memilih jurusan, maka kita akan kehilangan minat terhadap materi yang diajarkan. Akibatnya, kita akan merasa malas kuliah, baik itu saat masuk kelas, mengerjakan tugas, maupun keperluan kuliah lainnya. Hal ini akan membuat kuliah menjadi semakin berat.  

BACA JUGA:  Menyiapkan Mental Menghadapi Seleksi PPPK

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Makarim menyatakan fakta bahwa sekitar  80 persen orang Indonesia yang bergelar sarjana, tidak bekerja sesuai dengan jurusan kuliahnya. Disisi lain mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Irene Guntur, M.Psi, Psi,CGA pada tahun 2014 bahwa 87 persen mahasiswa Indonesia salah jurusan. Adapun beberapa sebab seseorang salah memilih jurusan kuliah karena ikut-ikutan temen, kebanyakan menerima saran, dan terburu-buru memilih jurusan, penawaran bea siswa yang akhirnya diterima yang penting bisa kuliah gratis,  karena sudah menjadi pilihan dari orangtua mau tidak mau diterima. Untuk itu agar tidak salah memilih jurusan kuliah, maka ada beberapa tip yang  bisa dijadikan pedoman, yaitu :

BACA JUGA:  Cara Meraih Prestasi di Sekolah

1. Menyesuaikan Cita-Cita, Minat dan Bakat

Bagi yang telah memiliki cita-cita tertentu, maka lihatlah jurusan  yang dapat membawa menuju profesi atau pekerjaan tersebut. Sebagai contoh janganlah memilih jurusan teknik geodesi jika  ingin menjadi seorang dokter ahli kandungan, atau tidak  pula memilih jurusan sastra jawa jika bercita-cita menjadi diplomat.

Sesuaikan jurusan yang ingin diambil dengan minat dan bakat. Jika tidak menyukai hitung-hitungan janganlah mengambil jurusan matematika dan jika tidak menyukai menggambar jangan mengambil jurusan teknik sipil. Mengembangkan bakat yang sudah ada disertai dengan rasa suka dan cita-cita pada suatu jurusan studi akan menjadi pilihan yang tepat. Untuk mengetahui bakat dan minat yang ada pada diri maka bisa mengikuti tes bakat minat oleh psikolog.

2. Informasi yang Sempurna

Carilah informasi yang banyak sebagai bahan pertimbangan  untuk memilih jurusan. Cari dan gali informasi dari banyak sumber seperti orang tua, saudara, guru, teman, bimbel, tetangga, konsultan pendidikan, kakak kelas, teman mahasiswa, profesional, dan lain sebagainya. Jangan sampai mudah terpengaruh oleh  orang lain yang kurang menguasai informasi atau ikut-ikutan teman.   

Internet juga merupakan media yang tepat dan bebas untuk bertanya  tentang apa yang ingin kita ketahui. Cari situs forum atau chating melalui messenger dengan orang yang dapat dipercaya. Semua informasi yang didapat dirangkum dan dijadikan bahan untuk membantu memilih jurusan.

3. Lokasi dan Biaya

Bagi orang yang hidup dalam ekonomi atas, memilih jurusan tidak akan menjadi masalah. Biaya yang nantinya harus ditanggung dapat diselesaikan dengan mudah baik dari pengeluaran studi, biaya hidup, lokasi tempat tinggal, dan lain sebagainya. Namun bagi  golongan menengah ke bawah, lokasi dan biaya merupakan masalah yang sangat diperhitungkan.

Jika dana yang ada terbatas maka pilihlah lokasi kuliah yang dekat dengan tempat tinggal atau lokasi luar kota yang memiliki biaya hidup yang rendah. Pilih juga tempat kuliah yang biaya pendidikan tidak terlalu tinggi. Jika dana yang ada nanti belum mencukupi, maka carilah beasiswa, keringanan, pekerjaan paruh waktu / freelance atau sponsor untuk mencukupi kebutuhan dana. Jangan jadikan pula dana/uang menjadi  faktor  penghambat masa depan.

4. Daya Tampung Jurusan / Peluang Diterima

Perhatikan daya tampung suatu jurusan di PTN dan PTS favorit. Pada umumnya memiliki daya tamping yang terbatas dan diperebutkan banyak orang. Jangan membebani diri anda dengan target untuk berkuliah di tempat tertentu dengan jurusan tertentu yang favorit, bisa stres jika  tidak terpenuhi.   Ukur kemampuan untuk melihat sejauh mana peluang menempati suatu jurusan di tempat favorit. Adanya seleksi massal yang murni seperti SNPMB  dapat menjegal masa depan, untuk itu perlu dipersiapkan dan diperhitungkan matang-matang. Pelajari soal-soal seleksi dan ikuti ujian try out sebagai percobaan   dalam mengukur kemampuan yang dimiliki.

Namun jangan terlalu minder dengan hasil yang didapat. Jika pada SNPMB ada 2 jurusan yang dapat dipilih, pilih satu jurusan dan tempat yang dicita-citakan dan satu jurusan lain atau lokasi lain yang sesuai atau sedikit di bawah kemampuan yang dimiliki.

5. Masa Depan Karir dan Pekerjaan

Lihatlah ke depan setelah lulus nanti. Apakah jurusan yang diambil nanti dapat mengantar untuk mendapatkan pekerjaan dan karir yang baik?. Banyak jurusan-jurusan yang saat ini lulusannya menganggur tidak bekerja. Tidak hanya orang dari jurusan tertentu saja yang dapat bekerja pada suatu profesi, karena saat ini rekrutmen perusahaan dalam mencari tenaga kerja tidak melihat seseorang dari latar belakang pendidikan saja, namun juga pengalaman. Tetapi jika kompetensi, keberanian dan kemampuan yang dimiliki jauh dari orang-orang normal, maka jurusan apapun yang mau diambil sah-sah saja.

Biarkanlah hati dan akal sehat berbicara tanpa adanya campur tangan dari orang lain. Konsultasikan dengan orang tua dan orang lain yang anda percayai. Pemilihan jurusan kuliah sangat menentukan masa depan.

Akhirnya selamat berjuang, pilihlah jurusan kuliah yang paling prospek untuk lima  atau 10 tahun mendatang, semoga tulisan ini bermanfaat, … sekian dan terima kasih dan  sukses selalu.

>