Ini Alasan Ruang Kelas Disegel dan Siswa Belajar di Ruang Darurat

Siswa/siswi SMAN 1 Gunungsari Kabupaten Lombok Barat belajar di ruang darurat setelah enam ruang kelas disegel Dinas PUPRKP NTB ddngna alasan keamanan dan keselamatan

MATARAM RADIO CITY

MATARAMRADIO.COM – Sekitar 216 siswa/siswi SMAN 1 Gunungsari Kabupaten Lombok Barat harus belajar di ruang darurat seperti kantin, mushola dan lainnya setelah enam ruang kelas di sekolah tersebut disegel oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Gunungsari, Lalu Mungguh menjelaskan sejak beberapa waktu lalu, pihak sekolah sudah menginformasikan kepada dinas terkait atas kondisi beberapa ruang kelas di SMAN 1 Gunungsari.

BACA JUGA:  Hijaukan NTB dengan Sejuta Pohon

Informasi tersebut, jelas Lalu Mungguh sudah pula disampaikan saat ada instruksi gubernur dan perbaikan Dapodik.

“Kami sudah menyampaikan, ada sebagian ruang kelas yang sudah kurang layak untuk proses belajar mengajar,” katanya, Selasa 28 Juli 2026.

Dan pada saat libur sekolah beberapa waktu lalu, jelas Lalu Mungguh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Kawasan Permukiman (PUPRKP) NTB turun untuk memeriksa kondisi ruang kelas tersebut.

BACA JUGA:  Mantan Penerima Beasiswa NTB Serukan Lanjutkan Program untuk Masa Depan Gemilang

Hasilnya, ruang kelas dinyatakan tidak layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran sehingga Dinas PUPRKP NTB melakukan penyegelan terhadap enam ruang kelas tersebut dengan alasan keamanan dan keselamatan.

Untuk menyiasati kondisi di atas seiring masuknya siswa baru, jelas Lalu Mungguh pihak sekolah menyulap beberapa tempat seperti kantin, mushola dan laboratorium menjadi ruang kelas.

“Dengan kondisi seadanya, membuat para siswa-siswi kurang nyaman saat belajar,” katanya.

BACA JUGA:  Pemkot Mataram Hentikan Layanan Internet Gratis Untuk Pelajar Tahun 2021

Hal yang sama diungkapkan salah satu siswi SMAN 1 Gunungsari, Tamiyah Hidayah.

“Tdak nyaman, apalagi posisinya dekat dengan kantin. Ribut saat orang makan belum lagi debu juga masuk karena ruangan tidak tertutup meski ada tirai bambu sebagai penghalang,” katanya.

Baik Tamiyah Hidayah maupun Lalu Mungguh berharap revitalisasi ruang kelas segera dilakukan agar siswa bisa kembali belajar dengan nyaman.

“Kami berharap sebelum musim hujan sudah dilakukan perbaikan ruang kelas,” harapnya.***