MATARAMRADIO COM – Peristiwa robohnya sebagian bangunan sekolah yang ada di SMAN 7 Mataram pada Selasa, 19 Mei 2026 yang mengakibatkan 5 orang menjadi korban mendapat perhatian pemerintah provinsi NTB.
Dari hasil pantauan di lapangan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) NTB bersama Dinas PUPR NTB dan Komisi V DPRD NTB, jelas Kepala Dinas Kominfotik NTB Ahsanul Khalik ada dua ruang kelas yang roboh.
“Peristiwa terjadi pada jam istirahat sehingga sebagian besar siswa berada di luar kelas,” katanya.


Dari hasil pemeriksaan awal, jelas Ahsanul Khalik bagian struktur atap mengalami patah pada konstruksi kap.
“Bangunan yang ambruk merupakan bangunan lama yang dibangun pada 2006,” katanya.
Atas kejadian tersebut, jelas Ahsanul Khalik Gubernur meminta semua pihak memprioritaskan penanganndan pendampingan kepada para siswa yang terdampak termasuk memastikan biaya pengobatan ditanggung pemerintah provinsi NTB.
“Dari 5 siswa yang terdampak, 4 orang sudah diperbolehkan pulang sementara satubirang masih dalam observasi dan penanganan trauma,” katanya.***




















































































































































